PSSI Ngotot Kongres di Makassar, Menpora Lapor FIFA

Jum'at, 14 Oktober 2016 - 16:58 WIB
PSSI Ngotot Kongres...
PSSI Ngotot Kongres di Makassar, Menpora Lapor FIFA
A A A
JAKARTA - Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan sikapnya yang meminta Kongres PSSI digelar di Jakarta. Kendati otoritas sepak bola Indonesia tetap bersikukuh pemilihan ketua baru digelar di Makassar, pemerintah tak berdiam diri.

Sebelumnya diberitakan jika PSSI tetap pada pendiriannya menggelar kongres di Makassar. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Hinca Pandjaitan mengatakan pada Kamis (13/10/2016), hasil keputusan Komite Eksekutif (EXCO) meminta lokasi tidak digeser. (Baca Juga: Soal Lokasi Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI, K85 Ikut Menpora)

Dan dalam siaran pers No. 39/Kom-Publik/Kemenpora/10/2016: Sikap Kemenpora Terhadap Keputusan PSSI yang diterima SINDOnews, Jumat (14/10/2016), Kemenpora menelurkan tujuh butir penjelasan soal sikap ngotot PSSI yang meminta kongres yang berlangsung Senin (17/10/2016) nanti tetap digelar di Makassar. Dalam pernyataannya, Kementerian pimpinan Imam Nahrawi mengaku tak terkejut dengan sikap tersebut.

Kemenpora juga menyebut jika kongres PSSI di Makassar bisa dipastikan terbentur soal izin. Sebab, Kemenpora yang telah bertemu dengan pewakilan PSSI pada Selasa (12/10/2016) cuma merekomendasikan lokasi kongres di Jakarta, yang tertuang dalam surat kepada Kepolisian RI.

Tak cuma itu, Kemenpora juga mengaku telah melayangkan surat kepada FIFA mengenai kondisi terakhir pembahasan lokasi kongres. Berikut sikap Menpora terkait lokasi Kongres PSSI.

1. Kemenpora tidak terkejut jika pada akhirnya Pengurus PSSI tetap memutuskan pelaksanaan Kongres PSSI di Makassar pada tanggal 17 Oktober 2016. Tidak terkejutnya ini karena pada saat berlangsung pertemuan antara Menpora dengan Plt Ketua Umum PSSI dan Sekjen PSSI serta Ketua Kehormatan PSSI yang juga sebagai Ketua Komite Pemilihan PSSI sudah disepakati bahwasanya meskipun Menpora akan merekomendasikan Kongres PSSI di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 2016, namun demikian itu semuanya tergantung hasil kesepakatan Executive Committee PSSI dan juga konsultasi dengan FIFA.

2. Ketidakterkejutnya Kemenpora ini adalah juga karena Kemenpora tidak ingin PSSI melanggar Statutanya sendiri, karena sesuai Statuta PSSI maka perpindahan tempat dimungkinkan paling tidak dengan pemberitahuan 8 minggu sebelumnya.

3. Bahwasanya PSSI tetap akan mengadakan Kongres PSSI di Makassar pada tanggal 17 Oktober 2016, itu menjadi hak sepenuhnya PSSI. Namun demikian, rekomendasi Kemenpora sebagaimana suratnya ditujukan kepada Kapolri pada tanggal 12 Oktober 2016 hanya untuk rekomendasi pelaksanaan di Jakarta. Sehingga Kepolisian RI mungkin tidak akan memberikan izin untuk kegiatan tersebut.

4. Point penting yang belum diketahui publik saat itu adalah ketika Menpora menawarkan pilihan rekomendasi ke Jakarta karena tidak ada titik temu antara pilihan Makassar dengan Yogyakarta, maka baik Plt Ketua Umum PSSI maupun Sekjen PSSI justru sangat yakin bahwa dalam waktu singkat urusan Kongres di Jakarta dapat diatasi meskipun waktunya sangat terbatas persiapannya dengan catatan bahwa tanggal 12 Oktober 2016 malam atau selambat-selambatnya tanggal 13 Oktober 2016 siang Kemenpora sudah harus menerbitkan rekomendasi tersebut dengan tujuan untuk dapat ditunjukkan sesegera mungkin kepada FIFA bahwa izin hanya akan diberikan jika diadakan di Jakarta. Selain itu juga sambil menunggu hasil pertemuan dengan Executive Committee PSSI.

5. Itulah sebabnya malam itu juga Kemenpora menerbitkan rekomendasi kepada Kapolri dengan tujuan agar izin keramaian dapat segera diterbitkan karena ditunggu oleh pihak PSSI.

6. Oleh karena itu, hari ini Kemenpora telah melayangkan surat kepada FIFA dengan tujuan untuk memberikan informasi yang sesungguhnya tentang koordinasi pembahasan Kongres PSSI. Informasi ini penting agar semua pihak dapat memperoleh informasi secara proporsional. Termasuk gambaran bahwa pertemuan berlangsung sangat bersahabat tanpa intimidasi dan tekanan apapun dari pemerintah. Sehingga jika ada yang kemudian mengingkari realita tersebut, biarkan publik yang menilai karena usai itupun ada jumpa pers secara terbuka dan langsung.

7. Selain itu, melalui siaran pers ini Kemenpora menghimbau para pihak yang akan saling berkompetisi dalam Kongres PSSI nantinya untuk agak cooling down dan lebih mengutamakan komunikasi untuk mencari solusi secara komprehensif.
(bbk)
Berita Terkait
Tak Minat Jadi Waketum...
Tak Minat Jadi Waketum PSSI, Azrul Ananda: Saya Sampai Tak Bisa Tidur
Rully Nere: 7 Program...
Rully Nere: 7 Program LaNyalla Sejahterakan Pemain, Wasit dan Pelatih
Manajemen PSMS Geruduk...
Manajemen PSMS Geruduk Kantor PSSI dan Berikan Ultimatum
Punya Pengalaman Mendunia,...
Punya Pengalaman Mendunia, Erick Thohir dan Ratu Tisha Siap Pimpin PSSI
Iwan Budianto Dihapus...
Iwan Budianto Dihapus dari Daftar Bakal Calon Waketum PSSI
Pangeran Desak Pemilik...
Pangeran Desak Pemilik Hak Suara KLB Pilih Erick Thohir Jadi Ketum PSSI
Berita Terkini
Prancis Lolos ke 16...
Prancis Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Swedia, Mbappe Borong 2 Gol
14 menit yang lalu
Gol Kylian Mbappe Bawa...
Gol Kylian Mbappe Bawa Prancis Ungguli Swedia 1-0 pada Babak Pertama
1 jam yang lalu
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
2 jam yang lalu
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
2 jam yang lalu
Ramalan Diego Maradona...
Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral
3 jam yang lalu
5 Fakta Menarik Norwegia...
5 Fakta Menarik Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Pantai Gading
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved