Iannone Klaim Gaya Balap Lorenzo Tidak Cocok untuk Ducati

Kamis, 27 Oktober 2016 - 17:15 WIB
Iannone Klaim Gaya Balap...
Iannone Klaim Gaya Balap Lorenzo Tidak Cocok untuk Ducati
A A A
SEPANG - Andrea Iannone merupakan pembalap pertama yang bisa membawa Ducati memutus paceklik kemenangan di pentas MotoGP dalam enam tahun terakhir. Jelang berakhirnya musim 2016, pembalap Italia memberi tips kepada Jorge Lorenzo yang musim depan bakal menggantikan posisinya, soal bagaimana menunggangi Desmosedici.

Ya, Iannone hijrah dari Ducati ke Suzuki pada musim 2017. Posisinya digantikan Lorenzo yang meninggalkan Yamaha. Tim Garpu Tala sendiri menunjuk Maverick Vinales sebagai tandem baru Valentino Rossi.

Kepindahan Lorenzo ke Ducati menimbulkan banyak pertanyaan. Gaya balapan Lorenzo yang mahir meningkatkan kecepatan di tikungan dianggap tidak cocok dengan motor Ducati.

Bagian depan motor Desmosedici tidak terlalu stabil layaknya Yamaha YZR-M1 sehingga Lorenzo diprediksi bakal kesulitan. Namun pembalap Spanyol mengklaim punya kemampuan adaptasi yang cepat sehingga tak butuh waktu lama mengatasi kendala tersebut. (Baca Juga: Lorenzo Yakin Sukses di Ducati Sebab Punya Kemampuan Ini)

Hal itu pula yang juga disoroti Iannone. Sebagai pembalap yang bakal pindah akhir musim nanti, Ia cuma meminta Lorenzo mengubah gaya balapnya agar sukses di atas kuda besi barunya.

"Saya tidak tahu jika dia sudah siap. Kekuatannya adalah kecepatannya melewati tikungan, tapi dengan Desmosedici, anda mesti melupakan cara itu. Jika anda mencobanya, anda pasti terjatuh, terlebih sekarang menggunakan Michelin," ucap Iannone seperti dilansir GPone, Kamis (27/10/2016).

Kelemahan bagian depan Desmosedici sejatinya sudah disampaikan Iannone kepada timnya. Sayang, tanggapannya tidak digubris para mekanik sehingga kesulitan tersebut terus dialami dalam beberapa tahun terakhir.

"Keuntungan kami adalah Desmosedici punya sedikit torsi pada kecepatan rendah sehingga ketika mengangkatnya dan memutar gas tidak terjadi wheelie namun ban belakang tidak bergeser. Tidak seperti motor Yamaha," imbuhnya.

"Masalahnya adalah anda butuh seseorang di bagian depan agar membuatnya belok. Anda lihat Honda? Motornya bisa sangat cepat mengubah arah. Ducati coba mengatasi masalah itu bertahun-tahun tapi belum terselesakan,"

"Saya punya beberapa ide tapi saya bukan mekanik. Mereka harusnya percaya dan mau mendengarkan pembalapnya," tutup pembalap berjuluk The Maniac.

Iannone sendiri bakal kembali memacu Desmosedici di Sirkuit Internasional Sepang dalam Grand Prix Malaysia, Minggu (30/10/2016). Sebelumnya, ia sudah absen di empat seri terakhir lantaran cedera akibat terjatuh di sesi latihan Grand Prix San Marino bulan lalu. (Baca Juga: Tampil di Sepang, Punggung Iannone Belum Sembuh Total)
(bbk)
Berita Terkait
Ngobrol Bareng Iannone...
Ngobrol Bareng Iannone Soal Kasus Doping, Lorenzo: Dia Meyakinkan Saya
Dovizioso Nganggur di...
Dovizioso Nganggur di MotoGP 2021, Lorenzo: 13 Tahun Tanpa Gelar
Jorge Lorenzo: Ayah...
Jorge Lorenzo: Ayah Saya Seperti Hitler
Sang Pemberontak yang...
Sang Pemberontak yang Berhasrat Kembali Mengaspal di MotoGP
Ducati Plot Jorge Lorenzo...
Ducati Plot Jorge Lorenzo Gantikan Andrea Dovizioso
Ini Dua Profesi Pilihan...
Ini Dua Profesi Pilihan Jorge Lorenzo Setelah Pensiun
Berita Terkini
Laga Terakhir di Stadion...
Laga Terakhir di Stadion Dallas: Prancis vs Spanyol Main di Lapangan Premium
7 jam yang lalu
Tak Oper ke Haaland,...
Tak Oper ke Haaland, Sorloth dan Kekasihnya Diteror
9 jam yang lalu
Trump Belum Nonton Piala...
Trump Belum Nonton Piala Dunia 2026 di Stadion, Presiden FIFA: Berpotensi Picu Pertanyaan Publik
10 jam yang lalu
Wacana FIFA Ubah Piala...
Wacana FIFA Ubah Piala Dunia Jadi 64 Tim Bikin Heboh
12 jam yang lalu
Head to Head Inggris...
Head to Head Inggris vs Argentina di Piala Dunia: Rivalitas 60 Tahun Kembali Memanas
14 jam yang lalu
Bellingham vs Messi:...
Bellingham vs Messi: Pertarungan Dua Maestro Nomor 10
14 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H / 2026 M untuk Wilayah Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved