Jumlah Pemain Asing di Eropa Catat Rekor Baru, Terbanyak Bermain di Liga Siprus
Selasa, 08 November 2016 - 15:48 WIB
Jumlah Pemain Asing di Eropa Catat Rekor Baru, Terbanyak Bermain di Liga Siprus
A
A
A
ZURIC - Hasil studi terkini mengungkap fakta mengejutkan soal jumlah pemain asing yang merumput di liga-liga negara Eropa. Lembaga penelitian yang mengkhususkan diri dalam analisis statistik sepak bola, CIES Football Observatory, dalam laporan bulanan menyebut kehadiran pemain asing pada 31 liga divisi tertinggi di Eropa mencapai rekor baru, yakni 38,7% pada 2016.
Publikasi bulanan (edisi November 2016), yang rilis senin (7/11/2016), mengungkap angka tersebut naik dari semula 34,8% pada tahun 2009. CIES menambahkan, kondisi itu justru terbalik dengan serapan pemain binaan klub yang terus menurun, yakni dari 23% pada 2009 menjadi 19,2% pada tahun 2016.
Liga dengan persentase tertinggi serapan pemain asingnya adalah Liga Siprus, di mana ekspatriat yang merumput mencapai 65,4% dari semua pemain liga. Dalam penelitian tersebut, pemain asing didefinisikan sebagai pemain sepak bola yang bermain di luar negeri dan merupakan hasil rekrutan klub luar negeri.
Setelah Siprus, Liga Turki menjadi terbanyak kedua, yakni 62,0%, kemudian Liga Primer Inggris (61,8%), Belgia (60,1%), dan Italia (56,2%). Sementara Serbia, seperti dilaporkan cafonline.com, berada di posisi terbawah dengan hanya 16,1% pemain asing yang merumput di Serbian SuperLiga.
Sementara untuk liga di Eropa yang paling banyak menggunakan pemain binaan klub adalah Liga Slovakia dengan 31,5% pemain. Berikutnya, Ukraina (30,6%) dan Republik Ceko (28,6%). Daftar terbawah diduduki Turki (6,9%). Pemain binaan klub dideskripsikan sebagai pemain yang bermain setidaknya tiga musim dengan usia antara 15 dan 21 tahun di klub tempatnya bernaung.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa mobilitas pemain internasional yang besar membawa dampak ketidakstabilan dalam perkembangan tim. Secara umum, rata-rata jumlah pemain yang direkrut meningkat dari 9,1 pada tahun 2009 (36,7% dari skuat) ke rekor baru 10,7 pada tahun 2016 (43,9%). Rata-rata lamanya pemain bertahan di klub mereka tidak pernah serendah tahun 2016, yakni 2,2 tahun.
Publikasi bulanan (edisi November 2016), yang rilis senin (7/11/2016), mengungkap angka tersebut naik dari semula 34,8% pada tahun 2009. CIES menambahkan, kondisi itu justru terbalik dengan serapan pemain binaan klub yang terus menurun, yakni dari 23% pada 2009 menjadi 19,2% pada tahun 2016.
Liga dengan persentase tertinggi serapan pemain asingnya adalah Liga Siprus, di mana ekspatriat yang merumput mencapai 65,4% dari semua pemain liga. Dalam penelitian tersebut, pemain asing didefinisikan sebagai pemain sepak bola yang bermain di luar negeri dan merupakan hasil rekrutan klub luar negeri.
Setelah Siprus, Liga Turki menjadi terbanyak kedua, yakni 62,0%, kemudian Liga Primer Inggris (61,8%), Belgia (60,1%), dan Italia (56,2%). Sementara Serbia, seperti dilaporkan cafonline.com, berada di posisi terbawah dengan hanya 16,1% pemain asing yang merumput di Serbian SuperLiga.
Sementara untuk liga di Eropa yang paling banyak menggunakan pemain binaan klub adalah Liga Slovakia dengan 31,5% pemain. Berikutnya, Ukraina (30,6%) dan Republik Ceko (28,6%). Daftar terbawah diduduki Turki (6,9%). Pemain binaan klub dideskripsikan sebagai pemain yang bermain setidaknya tiga musim dengan usia antara 15 dan 21 tahun di klub tempatnya bernaung.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa mobilitas pemain internasional yang besar membawa dampak ketidakstabilan dalam perkembangan tim. Secara umum, rata-rata jumlah pemain yang direkrut meningkat dari 9,1 pada tahun 2009 (36,7% dari skuat) ke rekor baru 10,7 pada tahun 2016 (43,9%). Rata-rata lamanya pemain bertahan di klub mereka tidak pernah serendah tahun 2016, yakni 2,2 tahun.
(sha)