Lorenzo Kian Termotivasi Kalahkan Stoner di Ducati
Kamis, 22 Desember 2016 - 10:18 WIB
Lorenzo Kian Termotivasi Kalahkan Stoner di Ducati
A
A
A
PALMA - Dalam hitungan hari lagi, Jorge Lorenzo akan benar-benar resmi jadi pembalap Ducati. Kontrak pembalap Spanyol bersama Yamaha akan habis pada 31 Desember mendatang.
Lorenzo memutuskan hijrah dari Yamaha ke Ducati. Juara dunia tiga kali MotoGP didapuk jadi pengganti Andrea Iannone, yang terlempar ke tim Suzuki.
Sembilan musim bersama Yamaha, Lorenzo menjelma jadi salah satu pembalap MotoGP terbaik di dunia. Tiga trofi juara dunia dari 44 kemenangan yang diraihnya jadi bukti sahih.
Meski sudah menyatakan pindah sejak awal musim, Lorenzo baru bisa benar-benar cabut dari Yamaha pada tanggal 1 Januari mendatang. Pasalnya, Ia diminta menghormati sisa kontraknya meski musim balap sudah berakhir.
Tapi sebelumnya, Lorenzo sudah diberi lampu hijau Yamaha untuk mengendarai motor Ducati di pengujian post-race Valencia, November lalu. Setelahnya, pembalap berjuluk Por Fuera dilarang bersentuhan dengan motor pabrikan Italia hingga awal tahun 2017. Hal itu membuat Lorenzo sempat gigit jari melewatkan tes pribadi Ducati di Jerez.
Tapi, tidak serta merta Lorenzo bisa langsung mengendarai Desmosedici ketika resmi lepas dari Yamaha. Pengujian berikutnya akan digelar pada 30 Januari hingga 1 Februari 2017 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.
Artinya, ada jeda selama dua bulan sejak debutnya menunggangi Desmosedici di Valencia hingga Malaysia nanti. Dan hal itu rupanya cukup menyiksa Lorenzo, kendati diakui ada sisi keuntungan tersendiri.
"Saya sangat senang, sebab saya punya kesempatan naik motor baru saja di Valencia dua hari setelah seri balap terakhir. Selanjutnya, saya tidak diizinkan lagi hingga akhir Januari. Jadi, itu waktu dua bulan yang terasa amat panjang," ungkapnya ketika diwawancara Crash, Kamis (22/12/2016).
"Tapi di sisi lain, itu cukup bagus sebab saya punya banyak waktu luang dan beberapa kali menyempatkan berlibur. Tapi tidak terlalu banyak liburan juga, karena saya akan butuh fisik yang harus lebih dipersiapkan dari sebelumnya karena motor mereka (Ducati) cukup sulit dikendarai. Jadi saya amat persiapkan diri,"
"Itu akan jadi tantangan yang mengesankan, tahun yang bakal menarik. Hampir tidak ada yang bisa menang bersama Ducati, hanya Casey Stoner. Bagi saya, bersaing mengalahkannya akan jadi motivasi yang bagus," tutupnya.
Adapun hasil pengujian di Valencia membuktikan Lorenzo masih perlu banyak penyesuaian bersama Ducati. Jelas, tandem anyar Andrea Dovizioso itu bakal diuji benar skill berkendaranya tahun depan.
Lorenzo memutuskan hijrah dari Yamaha ke Ducati. Juara dunia tiga kali MotoGP didapuk jadi pengganti Andrea Iannone, yang terlempar ke tim Suzuki.
Sembilan musim bersama Yamaha, Lorenzo menjelma jadi salah satu pembalap MotoGP terbaik di dunia. Tiga trofi juara dunia dari 44 kemenangan yang diraihnya jadi bukti sahih.
Meski sudah menyatakan pindah sejak awal musim, Lorenzo baru bisa benar-benar cabut dari Yamaha pada tanggal 1 Januari mendatang. Pasalnya, Ia diminta menghormati sisa kontraknya meski musim balap sudah berakhir.
Tapi sebelumnya, Lorenzo sudah diberi lampu hijau Yamaha untuk mengendarai motor Ducati di pengujian post-race Valencia, November lalu. Setelahnya, pembalap berjuluk Por Fuera dilarang bersentuhan dengan motor pabrikan Italia hingga awal tahun 2017. Hal itu membuat Lorenzo sempat gigit jari melewatkan tes pribadi Ducati di Jerez.
Tapi, tidak serta merta Lorenzo bisa langsung mengendarai Desmosedici ketika resmi lepas dari Yamaha. Pengujian berikutnya akan digelar pada 30 Januari hingga 1 Februari 2017 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.
Artinya, ada jeda selama dua bulan sejak debutnya menunggangi Desmosedici di Valencia hingga Malaysia nanti. Dan hal itu rupanya cukup menyiksa Lorenzo, kendati diakui ada sisi keuntungan tersendiri.
"Saya sangat senang, sebab saya punya kesempatan naik motor baru saja di Valencia dua hari setelah seri balap terakhir. Selanjutnya, saya tidak diizinkan lagi hingga akhir Januari. Jadi, itu waktu dua bulan yang terasa amat panjang," ungkapnya ketika diwawancara Crash, Kamis (22/12/2016).
"Tapi di sisi lain, itu cukup bagus sebab saya punya banyak waktu luang dan beberapa kali menyempatkan berlibur. Tapi tidak terlalu banyak liburan juga, karena saya akan butuh fisik yang harus lebih dipersiapkan dari sebelumnya karena motor mereka (Ducati) cukup sulit dikendarai. Jadi saya amat persiapkan diri,"
"Itu akan jadi tantangan yang mengesankan, tahun yang bakal menarik. Hampir tidak ada yang bisa menang bersama Ducati, hanya Casey Stoner. Bagi saya, bersaing mengalahkannya akan jadi motivasi yang bagus," tutupnya.
Adapun hasil pengujian di Valencia membuktikan Lorenzo masih perlu banyak penyesuaian bersama Ducati. Jelas, tandem anyar Andrea Dovizioso itu bakal diuji benar skill berkendaranya tahun depan.
(mir)