Lorenzo: Ducati Ibarat Ferrari-nya Roda Dua

Kamis, 22 Desember 2016 - 15:38 WIB
Lorenzo: Ducati Ibarat...
Lorenzo: Ducati Ibarat Ferrari-nya Roda Dua
A A A
PALMA - Bukan rahasia lagi jika tekad Jorge Lorenzo cabut dari Yamaha ke Ducati tak lain karena ingin mencetak sejarah. Pembalap Spanyol itu berambisi jadi juara di dua pabrikan berbeda.

Lorenzo memang sudah sukses bersama Yamaha. Tiga gelar juara dunia MotoGP berhasil ia raih dalam sembilan musim kebersamaannya.

Tapi musim depan, segalanya akan berubah bagi Lorenzo. Ia dihadapkan pada kenyataan banyak rider yang gagal bersama Ducati.

Tengok saja Valentino Rossi. Legenda hidup Yamaha itu justru tak berdaya kala mesti memacu Desmosedici saat memutuskan bergabung di musim 2011. Tercatat, cuma Casey Stoner saja yang bisa menaklukkan kuda besi buatan Borgo Panigale itu.

Stoner pernah mengantar Ducati merajai balapan motor kelas tertinggi pada musim 2007. Ketika itu pembalap Australia bisa meruntuhkan dominasi Honda dan Yamaha. Stoner pun tercatat sebagai pembalap kelima yang bisa menang di dua pabrikan berbeda setelah Geoff Duke, Giacomo Agostini, Eddie Lawson dan Valentino Rossi, tapi jadi yang pertama dengan Ducati.

Sayang, gelar juara itu jadi yang terakhir bagi Ducati. Ketika Stoner memutuskan pindah ke Honda pada musim 2011, kemenangan Ducati di seri balap pun praktis ikut terhenti. Paceklik kemenangan Ducati baru terhenti tahun ini, ketika Andrea Iannone menangkan seri balap Austria.

Tantangan semacam itu yang membuat Lorenzo tertarik menjajal Ducati. Puja-puji pun dialamatkan kepada tim barunya musim depan.

"Nanti akan sangat penting, sebab hanya lima pembalap yang bisa menang di dua pabrikan berbeda sepanjang sejarah dan hanya satu bersama Ducati," ungkap Lorenzo ketika diwawancara eksklusif Crash, Kamis (22/12/2016).

Ducati, menurut Lorenzo, punya daya tarik sendiri. Ia pun mengibaratkan Ducati mirip dengan Ferrari, produsen kendaraan roda empat asli Italia.

"Ducati terkadang mirip Ferrari-nya roda dua. Mereka punya aura magis, sebab desain motor jalanannya sangat bagus. Bisa menang bersama pabrikan ini tentunya akan terasa spesial,"

"Dan juga pengemar Ducati lebih mencintai mereknya ketimbang pembalapnya sendiri. Ini tidak terjadi di pabrikan lainnya, kan?" pungkasnya.

Meski sudah mencicipi ganasnya Desmosedici GP17 dalam pengujian post-race Valencia, November lalu, debut Lorenzo berseragam merah baru akan terjadi Januari mendatang. Ya, dalam pengujian pra-musim di Malaysia, 30 Januari-1 Februari mendatang, Lorenzo resmi memulai petualangan barunya. (Baca Juga: Lorenzo Kian Termotivasi Kalahkan Stoner di Ducati)
(mir)
Berita Terkait
Jorge Lorenzo: Ayah...
Jorge Lorenzo: Ayah Saya Seperti Hitler
Ini Dua Profesi Pilihan...
Ini Dua Profesi Pilihan Jorge Lorenzo Setelah Pensiun
Meregalli Amini Keputusan...
Meregalli Amini Keputusan Yamaha Pecat Lorenzo
Jorge Lorenzo Optimistis...
Jorge Lorenzo Optimistis Pedro Acosta Menang di MotoGP Spanyol 2024
Jorge Lorenzo Beberkan...
Jorge Lorenzo Beberkan Resiko Berkutat di MotoGP
Ayah Jorge Lorenzo Sentil...
Ayah Jorge Lorenzo Sentil Gaya Balap Jack Miller
Berita Terkini
Perjalanan Prancis dan...
Perjalanan Prancis dan Spanyol: Siapa Layak ke Final Piala Dunia 2026?
27 menit yang lalu
Sejarah Wonderwall Milik...
Sejarah Wonderwall Milik Oasis Jadi Anthem Suporter Inggris di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Jersey Antonela Jadi...
Jersey Antonela Jadi Jimat Keberuntungan Argentina?
3 jam yang lalu
Superkomputer Jagokan...
Superkomputer Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026, Argentina Bukan Unggulan
4 jam yang lalu
Thomas Tuchel Ngamuk...
Thomas Tuchel Ngamuk di Pinggir Lapangan, Isi Instruksinya ke Pemain Inggris Terungkap
5 jam yang lalu
Messi Adu Mulut dengan...
Messi Adu Mulut dengan Wasit Portugal: Hormati Saya, Bicaralah yang Baik!
6 jam yang lalu
Infografis
Rizal Ramli-Faisal Basri,...
Rizal Ramli-Faisal Basri, Dua Ekonom Kritis Meninggal Tahun 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved