Bukan Rossi, Hanya Vinales yang Bisa Kalahkan Marquez
Selasa, 07 Maret 2017 - 14:00 WIB
Bukan Rossi, Hanya Vinales yang Bisa Kalahkan Marquez
A
A
A
ANDORRA - Loris Baz akan menjalani tahun ketiganya di MotoGP atau jadi musim keduanya bersama tim Avintia dengan motor Ducati. Untuk 2017, dia akan menggeber Desmosedici GP15, bukan salah satu motor yang up-to-date, tapi setidaknya lebih baik dari musim lalu, di mana dia memacu GP14 yang sudah tua.
Bertempat di pegunungan bersalju di Andorra, dalam sesi peluncuran resmi tim Avintia-Ducati untuk MotoGP 2017, Baz menyemburkan optimisme. Berikut cuplikan wawancaranya dengan GPOne.
.jpg)
Pandangan Anda untuk MotoGP 2017?
“Saya merasa cukup berbeda dengan Desmosedici sebelumnya, terutama mesin yang lebih kuat. Saya tahu ini adalah motor dua tahun yang lalu. Tapi musim lalu Hector (Barbera, rekan setim Baz) menunjukkan bahwa motor ini masih bisa mencapai hasil yang bagus.”
Siapa saingan tim Avintia, Anda dan juga Barbera?
“Saya pikir saya bisa bertempur dengan Aprilia, Tech 3 dan KTM. Saya juga telah menunjukkan bahwa saya tahu bagaimana mengambil keuntungan dari kondisi balapan basah. Saya saya pasti akan bermain dalam kondisi itu (sambil tersenyum).”
“Saya berpikir bahwa kami akan memiliki musim yang bagus di depan. Meskipun saya tidak berpikir akan ada banyak pemenang yang berbeda seperti tahun lalu (9). Namun dengan Vinales pada Yamaha dan Lorenzo di Ducati, akan ada beberapa kejutan yang menyenangkan.”
Bagaimana situasinya musim ini?
“Dua Honda dan dua Yamaha akan selalu berada di depan, bersama dengan dua Ducati dan Iannone di Suzuki. Setelah mereka akan terbuka lebar. Semuanya tergantung pada karakteristik sirkuitnya, seberapa siap kami dan bagaimana kami bekerja.”
Jadi, Anda tidak terkejut dengan performa Maverick (Vinales) selama tes pramusim dengan mengalahkan Valentino (Rossi) dan Marc (Marquez)?
“Saya selalu mengatakan bahwa Vinales adalah satu-satunya yang dapat bertempur dengan (Marc) Marquez saat ini. Ketika muda, dia (Vinales) pernah mengalahkannya (Marquez). Tapi dibandingkan dengan Marc, dia kurang mendapat dukungan dan kurang beruntung dalam kariernya. Namun sekarang, dia sudah berada di tempat yang tepat.”
Setelah sekian lama bersama Yamaha, Benarkah Lorenzo kesulitan menaklukkan motor Ducati?
“Mereka adalah dua motor yang sangat berbeda. Yamaha jauh lebih mudah, baik dari segi segera bisa memacunya dengan cepat, serta dalam hal menjaga kecepatan yang sama selama beberapa lap (pace).”
“Dengan M1 Anda dapat memacu lebih keras di trek, tapi pada akhirnya Anda selalu harus lebih soft. Di sisi lain, Desmosedici lebih memerlukan tenaga dan melelahkan Anda. Yamaha juga memiliki dasar yang bagus untuk semua sirkuit. Sedangkan Ducati menuntut perubahan lebih besar dari trek yang satu ke trek lainnya.”
“Namun Lorenzo sudah membaik dan mengalami peningkatan. Masalahnya adalah, level saat ini begitu tinggi. Karena selisih sepersepuluh detik setiap putaran akan membuat perbedaan antara memenangkan lomba atau finis keempat.”
Bertempat di pegunungan bersalju di Andorra, dalam sesi peluncuran resmi tim Avintia-Ducati untuk MotoGP 2017, Baz menyemburkan optimisme. Berikut cuplikan wawancaranya dengan GPOne.
.jpg)
Pandangan Anda untuk MotoGP 2017?
“Saya merasa cukup berbeda dengan Desmosedici sebelumnya, terutama mesin yang lebih kuat. Saya tahu ini adalah motor dua tahun yang lalu. Tapi musim lalu Hector (Barbera, rekan setim Baz) menunjukkan bahwa motor ini masih bisa mencapai hasil yang bagus.”
Siapa saingan tim Avintia, Anda dan juga Barbera?
“Saya pikir saya bisa bertempur dengan Aprilia, Tech 3 dan KTM. Saya juga telah menunjukkan bahwa saya tahu bagaimana mengambil keuntungan dari kondisi balapan basah. Saya saya pasti akan bermain dalam kondisi itu (sambil tersenyum).”
“Saya berpikir bahwa kami akan memiliki musim yang bagus di depan. Meskipun saya tidak berpikir akan ada banyak pemenang yang berbeda seperti tahun lalu (9). Namun dengan Vinales pada Yamaha dan Lorenzo di Ducati, akan ada beberapa kejutan yang menyenangkan.”
Bagaimana situasinya musim ini?
“Dua Honda dan dua Yamaha akan selalu berada di depan, bersama dengan dua Ducati dan Iannone di Suzuki. Setelah mereka akan terbuka lebar. Semuanya tergantung pada karakteristik sirkuitnya, seberapa siap kami dan bagaimana kami bekerja.”
Jadi, Anda tidak terkejut dengan performa Maverick (Vinales) selama tes pramusim dengan mengalahkan Valentino (Rossi) dan Marc (Marquez)?
“Saya selalu mengatakan bahwa Vinales adalah satu-satunya yang dapat bertempur dengan (Marc) Marquez saat ini. Ketika muda, dia (Vinales) pernah mengalahkannya (Marquez). Tapi dibandingkan dengan Marc, dia kurang mendapat dukungan dan kurang beruntung dalam kariernya. Namun sekarang, dia sudah berada di tempat yang tepat.”
Setelah sekian lama bersama Yamaha, Benarkah Lorenzo kesulitan menaklukkan motor Ducati?
“Mereka adalah dua motor yang sangat berbeda. Yamaha jauh lebih mudah, baik dari segi segera bisa memacunya dengan cepat, serta dalam hal menjaga kecepatan yang sama selama beberapa lap (pace).”
“Dengan M1 Anda dapat memacu lebih keras di trek, tapi pada akhirnya Anda selalu harus lebih soft. Di sisi lain, Desmosedici lebih memerlukan tenaga dan melelahkan Anda. Yamaha juga memiliki dasar yang bagus untuk semua sirkuit. Sedangkan Ducati menuntut perubahan lebih besar dari trek yang satu ke trek lainnya.”
“Namun Lorenzo sudah membaik dan mengalami peningkatan. Masalahnya adalah, level saat ini begitu tinggi. Karena selisih sepersepuluh detik setiap putaran akan membuat perbedaan antara memenangkan lomba atau finis keempat.”
(sbn)