Ungguli Lorenzo, Rossi dan Marquez di Tes Qatar, Ini Kata Vinales
Sabtu, 11 Maret 2017 - 07:15 WIB
Ungguli Lorenzo, Rossi dan Marquez di Tes Qatar, Ini Kata Vinales
A
A
A
LOSAIL - Walau tak memuncaki daftar catatan waktu tercepat pada hari pertama tes pramusim III MotoGP 2017 di Sirkuit Losail, Qatar, yang berakhir Sabtu (11/3/2017) dini hari WIB. Setidaknya Maverick Vinales masih konsisten berada di urutan tiga besar.
Ya, Vinales sekali lagi membuktikan dirinya sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia MotoGP 2017. Buktinya, di saat pembalap top lain tercecer pada hari pertama tes Qatar 2017, rider anyar tim Movistar Yamaha itu mengakhiri di urutan kedua tercepat.
.jpg)
Pada hari pertama pengujian Qatar 2017, Vinales mencatat waktu 1 menit 55,179 detik untuk satu putaran Losail. Dia cuma tertinggal 0,360 detik dari pembalap tercepat, Andrea Dovizioso (Ducati).
Akan tetapi, hasil yang diperoleh Vinales masih mengungguli sejumlah pembalap papan atas yang masuk kategori ‘Alien’ macam Jorge Lorenzo (kelima tercepat), Valentino Rossi (ketujuh), serta Marc Marquez (ke-12). Sekali lagi pula, Vinales membuktikan kalau dia memang bakal jadi rekan setim yang sulit untuk dikalahkan Rossi.
“Lebih kurangnya, saya pikir kami telah melakukan pekerjaan besar. Sebelumnya saya memakai Suzuki di sini (Losail) dan sekarang beralih ke motor yang sangat lincah (YZR-M1). Ada banyak perubahan arah di sini dan saya mendapat kesulitan mengambil racing line. Dan saya memiliki motor yang sangat baik, serta harus bekerja keras agar catatan waktu saat balapan nanti bisa konstan,” beber Vinales pasca hari pertama tes Qatar 2017 seperti dilaporkan Motorsport.
“Kami sedang menguji apa yang saya inginkan untuk meningkatkan diri, yaitu untuk masuk lebih cepat ke tikungan dan melanjutkan lebih cepat menuju pusat kurva. Tetapi pada akhirnya, motor tidak begitu merespons. Jadi ketika saya harus menyesuaikan dengan kemauan dan kemampuan motor. Dan saya pikir itu adalah titik di mana kami masih bisa meningkatkan diri,” kata pembalap 22 tahun itu melanjutkan penjelasannya.
Bagaimana dengan rival? “Kami telah mencapai pace yang bagus. Di sini Ducati luar biasa, Anda tahu itu. Garis balapnya besar, tapi saya pikir kami dapat meningkatkannya, terutama dengan gaya balap saya dan dengan peralatan elektronik. Kami masih memiliki ruang untuk perbaikan,” tutur Vinales.
Lantas mana yang paling sulit selama tes pramusim MotoGP 2017 bersama motor baru Yamaha, Sepang, Phillip Island, atau Losail?
“Salah satu yang paling membuat saya kesulitan adalah Malaysia, karena di sana tidak ada grip. Di sini, saya merasa sangat baik dan bisa melaju cepat dengan kompon ban untuk lomba. Saya senang.”
Untuk program hari kedua tes Qatar 2017?
“Saya ingin mengonfirmasi sasis, kami memiliki banyak keraguan untuk diperjelas dan kami mencoba banyak hal, yang membuat saya sulit untuk memiliki ritme konstan. Saya masih terobsesi dengan pengereman dan saya ingin motor bisa bekerja dengan baik 100 persen dalam perlombaan.”
“Karena ketika Anda ingin menyerang, motor Anda harus bereaksi dan kuat. Motor ini cukup cepat, Yamaha telah melakukan pekerjaan dengan baik dalam sisi aerodinamika, dengan begitu kami cukup dekat dengan Ducati di trek lurus.”
Ya, Vinales sekali lagi membuktikan dirinya sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia MotoGP 2017. Buktinya, di saat pembalap top lain tercecer pada hari pertama tes Qatar 2017, rider anyar tim Movistar Yamaha itu mengakhiri di urutan kedua tercepat.
.jpg)
Pada hari pertama pengujian Qatar 2017, Vinales mencatat waktu 1 menit 55,179 detik untuk satu putaran Losail. Dia cuma tertinggal 0,360 detik dari pembalap tercepat, Andrea Dovizioso (Ducati).
Akan tetapi, hasil yang diperoleh Vinales masih mengungguli sejumlah pembalap papan atas yang masuk kategori ‘Alien’ macam Jorge Lorenzo (kelima tercepat), Valentino Rossi (ketujuh), serta Marc Marquez (ke-12). Sekali lagi pula, Vinales membuktikan kalau dia memang bakal jadi rekan setim yang sulit untuk dikalahkan Rossi.
“Lebih kurangnya, saya pikir kami telah melakukan pekerjaan besar. Sebelumnya saya memakai Suzuki di sini (Losail) dan sekarang beralih ke motor yang sangat lincah (YZR-M1). Ada banyak perubahan arah di sini dan saya mendapat kesulitan mengambil racing line. Dan saya memiliki motor yang sangat baik, serta harus bekerja keras agar catatan waktu saat balapan nanti bisa konstan,” beber Vinales pasca hari pertama tes Qatar 2017 seperti dilaporkan Motorsport.
“Kami sedang menguji apa yang saya inginkan untuk meningkatkan diri, yaitu untuk masuk lebih cepat ke tikungan dan melanjutkan lebih cepat menuju pusat kurva. Tetapi pada akhirnya, motor tidak begitu merespons. Jadi ketika saya harus menyesuaikan dengan kemauan dan kemampuan motor. Dan saya pikir itu adalah titik di mana kami masih bisa meningkatkan diri,” kata pembalap 22 tahun itu melanjutkan penjelasannya.
Bagaimana dengan rival? “Kami telah mencapai pace yang bagus. Di sini Ducati luar biasa, Anda tahu itu. Garis balapnya besar, tapi saya pikir kami dapat meningkatkannya, terutama dengan gaya balap saya dan dengan peralatan elektronik. Kami masih memiliki ruang untuk perbaikan,” tutur Vinales.
Lantas mana yang paling sulit selama tes pramusim MotoGP 2017 bersama motor baru Yamaha, Sepang, Phillip Island, atau Losail?
“Salah satu yang paling membuat saya kesulitan adalah Malaysia, karena di sana tidak ada grip. Di sini, saya merasa sangat baik dan bisa melaju cepat dengan kompon ban untuk lomba. Saya senang.”
Untuk program hari kedua tes Qatar 2017?
“Saya ingin mengonfirmasi sasis, kami memiliki banyak keraguan untuk diperjelas dan kami mencoba banyak hal, yang membuat saya sulit untuk memiliki ritme konstan. Saya masih terobsesi dengan pengereman dan saya ingin motor bisa bekerja dengan baik 100 persen dalam perlombaan.”
“Karena ketika Anda ingin menyerang, motor Anda harus bereaksi dan kuat. Motor ini cukup cepat, Yamaha telah melakukan pekerjaan dengan baik dalam sisi aerodinamika, dengan begitu kami cukup dekat dengan Ducati di trek lurus.”
(sbn)