Marquez Mau Show ke Vinales Dia Raja dan KTP Rossi yang Menyesatkan

Selasa, 11 April 2017 - 18:08 WIB
Marquez Mau Show ke...
Marquez Mau Show ke Vinales Dia Raja dan KTP Rossi yang Menyesatkan
A A A
BUENOS AIRES - “Vinales dalam jalur menuju gelar juara dunia, Marquez ingin menunjukkan dirinya sebagai raja, tapi dia membalap di luar batas, dan membuat kesalahan, serta penalti yang tidak adil buat Iannone.”

Ya, kurang lebih seperti itulah kesimpulan dari hasil wawancara GPOne dengan pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat, pasca lomba seri kedua musim ini, MotoGP Argentina 2017 di Sirkuit Termas de Rio Hondo, akhir pekan lalu.

Terima kasih atas terjatuhnya Marquez. Boleh jadi itu diucapkan oleh Maverick Vinales yang akhirnya keluar sebagai juara di MotoGP Argentina 2017. Dengan transformasi hebat Valentino Rossi di hari lomba (Minggu), Yamaha Factory Racing meninggalkan Rio Hondo dengan hasil finis 1-2.

Ada sukacita di garasi Yamaha, tapi kekecewaan terjadi di garasi Honda, Suzuki, serta Ducati, yang mendapat hasil buruk di MotoGP Argentina 2017. Carlo Pernat yang hadir di Autodromo Termas de Rio Hondo, berkesempatan mengemukakan pendapatnya. Berikut petikan lengkap wawancara dengan pria yang juga manajer Andrea Iannone (Suzuki Ecstar) tersebut.

Bagaimana kalau dimulai dengan pilihan ban keempat (kompon lebih kaku) yang disiapkan Michelin namun pada akhirnya jadi tidak terpakai oleh para pembalap?
“Bagi para pembalap yang sukses dan gagal karena pemilihan ban. Saya tidak berpikir ada definisi yang lebih baik lagi dari itu. Usai chaos yang terjadi di hari Jumat (sesi latihan bebas 1 dan 2), akibat tidak menjajal ban keempat, dewa ban menghukum mereka yang melawan operasi ini.” (sepertinya ini berkaitan dengan para pembalap yang terjatuh karena menggunakan ban depan hard plus menggeber motor tanpa kontrol saat masuk tikungan, padahal grip di sirkuit ini kurang bagus).
Valentino Rossi-Lin Jarvis-Maverick Vinales (Yamaha Factory Racing) di MotoGP Argentina 2017 Sirkuit Termas de Rio Hondo. (Foto-yamaha) 1
Soal Vinales?
“Maverick adalah bintangnya, dia kini jadi favorit untuk titel juara dunia. Dia luar biasa, ia secara konsisten berada di depan, dari latihan pertama hingga lomba. Sesuatu seperti ini belum pernah terjadi, Yamaha dipaksa untuk mengukur anak muda ini.”

Sebagai Sunday Rider, Rossi mengalami transformasi di lomba Minggu?
“Vale membuat pemulihan yang hebat, tapi kita tidak bisa mengatakan bahwa ia melakukan keajaiban dengan ban, sebagaimana sejumlah orang berpikir tentang itu. Keajaibannya adalah ia membalap dengan baik, mengevaluasi motornya selama sesi pemanasan, sebagaimana orang melihatnya, itu dilakukan tanpa adanya kesalahan atau gangguan. Ia terbukti menjadi pembalap yang selalu memiliki tujuan meraih podium, umur yang ada di KTP-nya menyesatkan.”
Marc Marquez (Repsol Honda) saat terjatuh di lomba MotoGP Argentina 2017. (Foto-crash.net) 2
Sebuah Minggu hitam bagi Marquez dan Honda?
“Pastinya hari Minggu yang buruk. Ia mungkin tidak akan mengatakannya, tapi dengan ban ini (kompon hard) Marc mengalami berbagai masalah di bagian depan motornya. Dalam lomba, ia ingin membuktikan kepada Vinales bahwa ia adalah raja. Namun ia pergi kelewat batas. Di sudut yang sama, Pedrosa juga mengulang fakta.”

Ada berbagai kejutan di MotoGP Argentina 2017. Apa yang Anda pikirkan?
“Ini adalah balapan antara mereka yang mengisi baris kedua. Tetapi itu tidak sepenuhnya benar, karena Zarco dan Bautista, Petrucci dan Folger juga membalap dengan cepat.”
Andrea Iannone (Suzuki Ecstar) ketika motornya diseruduk Jorge Lorenzo (Ducati) pada lomba MotoGP Argentina 2017. (Foto-crash.net) 2
Kita telah menyebut Honda, dengan hasil yang tak kalah buruknya buat tim dari Borgo Paginale (Ducati)?
“Hari Minggu yang mengecewakan bagi Ducati. (Kesalahan) Lorenzo membuka gas ketimbang menutupnya, lalu mengenai Iannone, untungnya tidak ada hal serius yang terjadi. Dovizioso sungguh tidak beruntung di sana dan bisa juga di Texas (berikutnya) seperti musim lalu.”

Pendapat Anda soal hukuman penalti jump start Iannone?
“Saya pikir itu adalah penalti yang tidak masuk akal, mengingat Iannone tidak mendapatkan keuntungan apapun dari segi posisi. Dia juga diseruduk oleh Lorenzo yang membuatnya mundur ke urutan 17 usai memulai lomba dari posisi 12. Saya bertanya kepada direktur lomba untuk mengklarifikasi. Saya sudah mengatakan kepada mereka agar peraturan tersebut perlu segera dimodifikasi.”
(sbn)
Berita Terkait
Maverick Vinales Kesal...
Maverick Vinales Kesal Bakal Ditinggal Valentino Rossi
Lorenzo Berani Bertaruh,...
Lorenzo Berani Bertaruh, Rossi Bakal Pensiun dari MotoGP Musim Ini
Ayah Lorenzo Ungkit...
Ayah Lorenzo Ungkit Dosa Marquez di Sepang dan Aragon
Andrea Ianonne Blak-blakan...
Andrea Ianonne Blak-blakan Marc Marquez Lebih Cepat dari Valentino Rossi
Meregalli Tekankan Tak...
Meregalli Tekankan Tak Ada Raja di Tim Yamaha
Begini Cara Lin Jarvis...
Begini Cara Lin Jarvis Tangani Calon Juara Dunia MotoGP Tahun Depan
Berita Terkini
Latihan Rahasia Korea...
Latihan Rahasia Korea Selatan Disusupi Drone Jelang Hadapi Meksiko
1 jam yang lalu
Rahasia Emblem Emas...
Rahasia Emblem Emas Harry Kane di Jersey Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
YouTuber Korea Korban...
YouTuber Korea Korban Rasis Dapat Undangan Istimewa FIFA
3 jam yang lalu
Roberto Martinez: Tak...
Roberto Martinez: Tak Masuk Akal Tarik Ronaldo saat Portugal Butuh Gol
5 jam yang lalu
1,2 Juta Suporter Datang,...
1,2 Juta Suporter Datang, NYPD Khawatir Perdagangan Seks Meledak di Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Kisah Yoane Wissa: Hampir...
Kisah Yoane Wissa: Hampir Buta dan Gol Bersejarah di Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved