Marquez: Gaya Kami Sama, Saya Mau Balapan dengan Stoner
Rabu, 12 April 2017 - 18:00 WIB
Marquez: Gaya Kami Sama, Saya Mau Balapan dengan Stoner
A
A
A
SAO PAULO - Sedang berada di peringkat 8 klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP 2017 dan tertinggal 37 poin dari Maverick Vinales serta terpaut 23 poin dari rival bebuyutannya, Valentino Rossi. Pasca gagal finis di lomba MotoGP Argentina akhir pekan lalu, Marc Marquez benar-benar merasa tidak senang.
Hal itu dikemukakannya dalam acara salah satu sponsor tim HRC untuk MotoGP 2017 di Sao Paulo, Brasil, Rabu (12/4) pagi waktu setempat. “Tahun lalu saya datang ke Brasil juga usai MotoGP Argentina, tapi setelah saya meraih kemenangan di sana,” tutur Marquez seperti dilaporkan Globo Esporte.
_di_podium_juara_motogp_amerika_serikat_2016._(foto-box_repsol).jpg)
Meski begitu, pembalap 24 tahun itu seakan mengalami deja vu musim lalu. Yakni ketika Marquez dan Honda mengalami kesulitan di putaran pertama, namun mampu bangkit di putaran kedua hingga meraih gelar juara dunia. “Kali ini hasilnya tidak seperti yang kami harapkan. Tapi kami mengalami ilusi yang sama seperti tahun lalu,” kata Marquez mengakui.
Lantas bagaimana dengan kelanjutan MotoGP 2017, yakni pada seri ketiga di Sirkuit Austin, Texas, Amerika Serikat, 23 April mendatang?
“Austin adalah salah satu Grand Prix yang mana selalu bagus buat saya dan Honda. Saya sudah tidak sabar segera berlomba di sana dan untuk melihat jika kami bisa merasakan podium pertama musim ini,” beber Marquez.
"Usai dua lomba awal musim ini, saya masih berada di peringkat delapan (klasemen sementara). Dalam olahraga, ada momen bagus, dan ada momen buruk. Saya akan terus mencoba melanjutkan kerja tim untuk meningkatkan kemampuan motor dan mencari kemenangan pertama tahun ini.".
Apa yang menurut Marquez perlu ditingkatkan dari RC213V bermesin baru bigbang di MotoGP 2017? Dia merindukan winglets?
“Perbedaan terbesar motor musim ini dengan musim lalu adalah pada mesin, dan kami sedang berusaha untuk menyeimbangkan sasis dengan semuanya. Konfigurasi mesinnya benar-benar berbeda dan kami mencoba buat beradaptasi dengan geometri dan elektronik. Soal winglets, saya tidak merindukannya.”
Marquez juga memiliki waktu untuk menjawab pertanyaan tentang Casey Stoner!
"Stoner adalah pembalap yang luar biasa dengan bakat hebat. Dia bukan rekan setimnya terbaik yang bisa saya miliki, karena dia akan membalap dengan sangat cepat. Namun saya akan merasa senang dapat berlomba dengannya, karena gaya balapnya sama dengan saya."
Hal itu dikemukakannya dalam acara salah satu sponsor tim HRC untuk MotoGP 2017 di Sao Paulo, Brasil, Rabu (12/4) pagi waktu setempat. “Tahun lalu saya datang ke Brasil juga usai MotoGP Argentina, tapi setelah saya meraih kemenangan di sana,” tutur Marquez seperti dilaporkan Globo Esporte.
_di_podium_juara_motogp_amerika_serikat_2016._(foto-box_repsol).jpg)
Meski begitu, pembalap 24 tahun itu seakan mengalami deja vu musim lalu. Yakni ketika Marquez dan Honda mengalami kesulitan di putaran pertama, namun mampu bangkit di putaran kedua hingga meraih gelar juara dunia. “Kali ini hasilnya tidak seperti yang kami harapkan. Tapi kami mengalami ilusi yang sama seperti tahun lalu,” kata Marquez mengakui.
Lantas bagaimana dengan kelanjutan MotoGP 2017, yakni pada seri ketiga di Sirkuit Austin, Texas, Amerika Serikat, 23 April mendatang?
“Austin adalah salah satu Grand Prix yang mana selalu bagus buat saya dan Honda. Saya sudah tidak sabar segera berlomba di sana dan untuk melihat jika kami bisa merasakan podium pertama musim ini,” beber Marquez.
"Usai dua lomba awal musim ini, saya masih berada di peringkat delapan (klasemen sementara). Dalam olahraga, ada momen bagus, dan ada momen buruk. Saya akan terus mencoba melanjutkan kerja tim untuk meningkatkan kemampuan motor dan mencari kemenangan pertama tahun ini.".
Apa yang menurut Marquez perlu ditingkatkan dari RC213V bermesin baru bigbang di MotoGP 2017? Dia merindukan winglets?
“Perbedaan terbesar motor musim ini dengan musim lalu adalah pada mesin, dan kami sedang berusaha untuk menyeimbangkan sasis dengan semuanya. Konfigurasi mesinnya benar-benar berbeda dan kami mencoba buat beradaptasi dengan geometri dan elektronik. Soal winglets, saya tidak merindukannya.”
Marquez juga memiliki waktu untuk menjawab pertanyaan tentang Casey Stoner!
"Stoner adalah pembalap yang luar biasa dengan bakat hebat. Dia bukan rekan setimnya terbaik yang bisa saya miliki, karena dia akan membalap dengan sangat cepat. Namun saya akan merasa senang dapat berlomba dengannya, karena gaya balapnya sama dengan saya."
(sbn)