Rossi Pimpin Klasemen, Lorenzo Minta Ducati Bikin Motor Seperti Yamaha

Kamis, 27 April 2017 - 17:20 WIB
Rossi Pimpin Klasemen,...
Rossi Pimpin Klasemen, Lorenzo Minta Ducati Bikin Motor Seperti Yamaha
A A A
LE MANS - Sempat meraih podium kedua lewat Andrea Dovizioso pada seri pembuka MotoGP 2017 di Sirkuit Losail, Qatar. Tim Ducati Corse malah kedodoran pada dua lomba berikutnya. Padahal mereka sudah mengadakan tes privat di Jerez (menurunkan Dovi-Lorenzo dan Pirro) sebelum MotoGP Argentina, dan tes privat di Mugello (Pirro saja) sebelum MotoGP Austin.

Pada dua lomba setelah MotoGP Qatar 2017, Dovi nol poin usai gagal finis tertabrak Aleix Espargaro di Argentina. Lalu di Austin, dia finis keenam. Sedang Jorge Lorenzo juga nol poin usai terjatuh di Argentina, dan finis ke-9 di Austin.
Andrea Dovizioso (kanan-Ducati Corse) bersama Jorge Lorenzo di sela-sela akhir pekan MotoGP Austin 2017. (Foto-Ducati Racing)
Khusus buat Lorenzo, dia menyelesaikan lomba MotoGP Austin 2017 dengan berada 17 detik di belakang sang pemenang, Marc Marquez (Repsol Honda), walau sempat berada di urutan keenam pada akhir lap pertama. Kecepatan Lorenzo saat lomba, lebih lambat 0,7 detik/lap ketimbang Marquez. Sedang Dovi lebih lambat sekitar 0,5 detik/lap dari sang juara bertahan.

Usai lomba MotoGP Austin 2017, Dovi yang kini duduk di peringkat empat klasemen sementara dengan 30 poin (tertinggal 26 poin dari Rossi) langsung memperjelas. Mengingat masalah yang ada di motor Ducati Desmosedici GP17, mungkin akan lebih baik fokus pada motor tahun depan.

Sedangkan Lorenzo menekankan lebih jelas lagi, bahwa jajaran insinyur di Borgo Paginale, mungkin harus mengubah cara mereka merancang Desmosedici. Yakni meninggalkan gagasan pentingnya kekuatan mesin ketimbang sasis yang bagus.

Filosofi itu tentunya akan mendekatkan Desmosedici dengan karakter Yamaha YZR-M1, yang notabene diklaim sebagai motor yang paling seimbang dari sisi sasis, fairing, dan kekuatan mesin, plus menunjang kelincahan motor melibas berbagai tipe tikungan, motor yang pernah mengantar Lorenzo tiga kali juara dunia MotoGP.

Namun pastinya, filosofi tersebut akan meninggalkan rencana awal yang telah menyertai perjalanan Ducati sejak ikut lomba kelas bergengsi sejak 2003. Yang mana Desmosedici GP juga pernah sukses membawa Casey Stoner meraih gelar juara dunia pertamanya.

Filosofi ini memang hanya mampu dijinakan oleh Stoner, dan mungkin Loris Capirossi, sebagai pembalap Ducati yang pernah memenangkan beberapa lomba di atas Desmosedici GP. Lantas bagaimana tanggapan Ducati dengan saran yang dikemukakan oleh dua pembalap utama mereka saat ini?

“Yamaha dan Ducati adalah dua pabrikan yang berbeda, dengan dua nadi yang berbeda pula. Yamaha selalu terobsesi dengan sasis untuk membuat hidup lebih mudah bagi pembalapnya,” beber Lorenzo yang kini baru mengumpulkan 12 poin dari tiga seri, tertinggal 44 poin dari pimpinan klasemen sementara yang juga mantan rekan setimnya di Yamaha, Valentino Rossi.

“Sebaliknya, Ducati telah memilih selama 10 tahun terakhir untuk membangun mesin yang paling kuat, dan mengatasinya dengan peralatan elektronik yang sangat bagus. Kini saatnya untuk mengubah prioritas,” imbuhnya.

“Selalu harus bekerja pada mesin, namun dibutuhkan beberapa frame (fairing) yang berbeda untuk dicoba buat melakukan itu, agar motornya semakin baik saat membelok, dan membuat hidup lebih mudah bagi pembalapnya,” kata Lorenzo lagi.
(sbn)
Berita Terkait
Valentino Rossi : Yamaha...
Valentino Rossi : Yamaha Pantas Gaet Andrea Dovizioso
Ducati Plot Jorge Lorenzo...
Ducati Plot Jorge Lorenzo Gantikan Andrea Dovizioso
Ayah Lorenzo Berharap...
Ayah Lorenzo Berharap MotoGP Tak Kehilangan Juara Sejati
Performa Dovizioso Melorot,...
Performa Dovizioso Melorot, Lorenzo Sebut Masalah Mentalitas
Lorenzo Ramal Valentino...
Lorenzo Ramal Valentino Rossi Tahun Depan Belum Pensiun
Bos Michelin Tanggapi...
Bos Michelin Tanggapi Keluhan Dovizioso dan Rossi
Berita Terkini
FIFA Izinkan Pemain...
FIFA Izinkan Pemain Amerika Serikat yang Dikartu Merah Tampil Lawan Belgia?
14 menit yang lalu
Paraguay Bak Main Tarkam...
Paraguay Bak Main Tarkam di Piala Dunia 2026, Orlando Gill: Bola Boleh Lewat, Kaki Jangan!
1 jam yang lalu
Teror Petasan Sasar...
Teror Petasan Sasar Hotel Pemain Timnas Inggris Jelang Lawan Meksiko
3 jam yang lalu
Messi Puji Penampilan...
Messi Puji Penampilan Kiper Fenomenal Cape Verde di Piala Dunia 2026, Vozinha: Kata-katanya Sangat Berarti
3 jam yang lalu
Aroma Janggal Laga Prancis...
Aroma Janggal Laga Prancis vs Paraguay: 30 Pelanggaran Tanpa Kartu Kuning
9 jam yang lalu
Lionel Messi Gunakan...
Lionel Messi Gunakan Trik Curang Saat Loloskan Argentina ke 16 Besar Piala Dunia 2026?
14 jam yang lalu
Infografis
Yamaha Powa D10, Motor...
Yamaha Powa D10, Motor Konsep yang Bikin Gempar 33 Tahun Lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved