Marquez: Rossi Termotivasi Hadiah Besar, Vinales Lebih Hebat dari Lorenzo
Rabu, 03 Mei 2017 - 08:00 WIB
Marquez: Rossi Termotivasi Hadiah Besar, Vinales Lebih Hebat dari Lorenzo
A
A
A
JEREZ - Jelang akhir pekan seri keempat MotoGP 2017 di Sirkuit Jerez, Spanyol, Jumat-Minggu (5-7 Mei) ini. Marc Marquez sempat berjumpa dengan Motorsport. Berikut bagian kedua (habis) dari petikan wawancara eksklusifnya.
Apakah menurut Anda tahun lalu Honda belajar sesuatu tentang bekerja di sisi kotak mereka?
“Saya sangat menghormati Honda dan mereka juga sebaliknya begitu. Kami berhasil menggabungkan improvisasi tim saya dan perencanaan tim Jepang.”
Dari luar Anda punya perasaan bahwa, tidak seperti pembalap lain, Anda bisa mendiskusikan merek yang Anda pacu dengan tim Anda tidak melayangkan keluhan?
“Tim saya tidak tersentuh, Anda yang mengatakan itu. Semuanya bisa diapresiasi, tapi jika Anda punya sumber daya dan merasa termotivasi, Anda bisa mendapatkan banyak hal di manapun.”
“Kuncinya adalah mentalitas dan jika Anda mempertahankan yang benar, Anda bisa mencapai tujuan yang sangat ambisius yang mampu diwujudkan. Sekarang saya di Honda, dan meski kami tidak menghabiskan masa bersama dalam momen terbaik, saya merasa oke di sini.”
Bagaimana menurut Anda pandangan dan pemikiran pembalap lain terhadap Anda dan tim Anda?
“Saya pikir, dengan menempatkan diri pada posisi orang lain, untuk melihat hubungan yang bisa kami rasakan adalah sedikit iri yang sehat. Saya pikir setiap pembalap ingin menemukan diri saya seperti saya dengan tim saya.”
“Kami semua memiliki tujuan yang sama. Tujuan pada hari Minggu (lomba) dan seperti itu. Tetapi jika terjatuh (saat latihan atau lomba), hidup akan terus berlanjut, karena esok adalah hari lain. Lalui akhir pekan lomba buat mengobrol dengan orang-orang dalam tim Anda, dan bukan hanya untuk masalah motor, tapi banyak hal yang lain yang bisa Anda lakukan (dengan kru tim) dan itu tidak bisa dihargai (dengan uang).”
Satu-satunya pilihan yang Anda miliki (saat ini), jika Anda ingin maju (ke barisan depan), adalah dengan Anda mesti mengambil risiko lebih?
“Itu benar, kami sudah melewati tahun lalu. Juga benar tahun lalu kami sudah memiliki dasar untuk bekerja, sementara sekarang kami masih dalam proses pembelajaran untuk mengetahuinya.”
Tahun lalu (2016) orang melihat Marquez versi berbeda dari 2015 yang lebih sering mengambil risiko. Tahun lalu Anda memberi ruang lebih konservatif. Lantas apa karakter dominan Marquez tahun ini?
“Sekarang kami mesti keluar dari Marquez 2016. Karena di Argentina saya mencoba seperti Marquez 2015 dan saya terjatuh (hingga gagal finis). Ini sekaligus membuktikan bahwa kami belum siap mengambil risiko. Terkadang lebih baik memikirkan mendapat poin (di setiap seri) karena nantinya akan mendapat lomba (di sirkuit) yang lebih baik.”
_dengan_jorge_lorenzo_(ducati)_di_motogp_2017._(foto-klimg).jpg)
Apakah Anda memperkirakan Maverick Vinales jadi begitu solid sejak awal musim ini?
“Setelah apa yang dia lakukan di awal musim, ya, saya sudah membayangkannya. Selama pramusim, satu-satunya pembalap yang bisa menyaingi kecepatannya adalah saya. Namun saya pikir dia harusnya menang lebih mudah di Qatar dengan selisih jarak yang cukup jauh. Tapi ini bisa jadi kejutan, setelah melihatnya menang sekali musim lalu, dengan podium lain dan finis keempat di klasemen akhir.”
Apakah Anda melihatnya (Vinales) lebih konsisten (konstan) ketimbang Jorge Lorenzo?
“Itu harus dilihat berdasarkan performa Lorenzo di musim keberapa yang ingin kita bicarakan (bandingkan dengan Vinales). Tapi di salah satu momen positifnya, dia (Lorenzo) selalu sangat cepat. Vinales mungkin lebih teratur dan tidak mengalami momen kolaps yang kadang dimiliki Lorenzo. Vinales mungkin lebih hebat dan lebih konsisten (konstan).”
Apa yang Anda baca dari awal musim Valentino Rossi di 2017 setelah pramusim yang sangat rumit buatnya?
“Valentino berada pada waktu yang tepat saat dia sedang mencari motivasi. Dia menghadapi musim lain setelah 15 tahun, namun motivasi untuk hadiah besar adalah sesuatu yang selalu berbeda sejak tes pramusim terakhir di Sepang (Februari). Adrenalin di hari Minggu merupakan sebuah elemen yang sangat kuat (baginya).”
Apakah menurut Anda tahun lalu Honda belajar sesuatu tentang bekerja di sisi kotak mereka?
“Saya sangat menghormati Honda dan mereka juga sebaliknya begitu. Kami berhasil menggabungkan improvisasi tim saya dan perencanaan tim Jepang.”
Dari luar Anda punya perasaan bahwa, tidak seperti pembalap lain, Anda bisa mendiskusikan merek yang Anda pacu dengan tim Anda tidak melayangkan keluhan?
“Tim saya tidak tersentuh, Anda yang mengatakan itu. Semuanya bisa diapresiasi, tapi jika Anda punya sumber daya dan merasa termotivasi, Anda bisa mendapatkan banyak hal di manapun.”
“Kuncinya adalah mentalitas dan jika Anda mempertahankan yang benar, Anda bisa mencapai tujuan yang sangat ambisius yang mampu diwujudkan. Sekarang saya di Honda, dan meski kami tidak menghabiskan masa bersama dalam momen terbaik, saya merasa oke di sini.”
Bagaimana menurut Anda pandangan dan pemikiran pembalap lain terhadap Anda dan tim Anda?
“Saya pikir, dengan menempatkan diri pada posisi orang lain, untuk melihat hubungan yang bisa kami rasakan adalah sedikit iri yang sehat. Saya pikir setiap pembalap ingin menemukan diri saya seperti saya dengan tim saya.”
“Kami semua memiliki tujuan yang sama. Tujuan pada hari Minggu (lomba) dan seperti itu. Tetapi jika terjatuh (saat latihan atau lomba), hidup akan terus berlanjut, karena esok adalah hari lain. Lalui akhir pekan lomba buat mengobrol dengan orang-orang dalam tim Anda, dan bukan hanya untuk masalah motor, tapi banyak hal yang lain yang bisa Anda lakukan (dengan kru tim) dan itu tidak bisa dihargai (dengan uang).”
Satu-satunya pilihan yang Anda miliki (saat ini), jika Anda ingin maju (ke barisan depan), adalah dengan Anda mesti mengambil risiko lebih?
“Itu benar, kami sudah melewati tahun lalu. Juga benar tahun lalu kami sudah memiliki dasar untuk bekerja, sementara sekarang kami masih dalam proses pembelajaran untuk mengetahuinya.”
Tahun lalu (2016) orang melihat Marquez versi berbeda dari 2015 yang lebih sering mengambil risiko. Tahun lalu Anda memberi ruang lebih konservatif. Lantas apa karakter dominan Marquez tahun ini?
“Sekarang kami mesti keluar dari Marquez 2016. Karena di Argentina saya mencoba seperti Marquez 2015 dan saya terjatuh (hingga gagal finis). Ini sekaligus membuktikan bahwa kami belum siap mengambil risiko. Terkadang lebih baik memikirkan mendapat poin (di setiap seri) karena nantinya akan mendapat lomba (di sirkuit) yang lebih baik.”
_dengan_jorge_lorenzo_(ducati)_di_motogp_2017._(foto-klimg).jpg)
Apakah Anda memperkirakan Maverick Vinales jadi begitu solid sejak awal musim ini?
“Setelah apa yang dia lakukan di awal musim, ya, saya sudah membayangkannya. Selama pramusim, satu-satunya pembalap yang bisa menyaingi kecepatannya adalah saya. Namun saya pikir dia harusnya menang lebih mudah di Qatar dengan selisih jarak yang cukup jauh. Tapi ini bisa jadi kejutan, setelah melihatnya menang sekali musim lalu, dengan podium lain dan finis keempat di klasemen akhir.”
Apakah Anda melihatnya (Vinales) lebih konsisten (konstan) ketimbang Jorge Lorenzo?
“Itu harus dilihat berdasarkan performa Lorenzo di musim keberapa yang ingin kita bicarakan (bandingkan dengan Vinales). Tapi di salah satu momen positifnya, dia (Lorenzo) selalu sangat cepat. Vinales mungkin lebih teratur dan tidak mengalami momen kolaps yang kadang dimiliki Lorenzo. Vinales mungkin lebih hebat dan lebih konsisten (konstan).”
Apa yang Anda baca dari awal musim Valentino Rossi di 2017 setelah pramusim yang sangat rumit buatnya?
“Valentino berada pada waktu yang tepat saat dia sedang mencari motivasi. Dia menghadapi musim lain setelah 15 tahun, namun motivasi untuk hadiah besar adalah sesuatu yang selalu berbeda sejak tes pramusim terakhir di Sepang (Februari). Adrenalin di hari Minggu merupakan sebuah elemen yang sangat kuat (baginya).”
(sbn)