Mantan Pemain Liga Primer Siap Hibur Laga Persib Kontra Semen Padang
Selasa, 09 Mei 2017 - 17:33 WIB
Mantan Pemain Liga Primer Siap Hibur Laga Persib Kontra Semen Padang
A
A
A
BANDUNG - Laga tandang Persib Bandung kontra Semen Padang di stadion H Agus Salim Padang, Sabtu (13/5/2017) akan menyajikan daya tarik tersendiri. Keduanya bakal diperkuat marquee player yang pernah meramaikan Liga Primer.
Persib memiliki mantan pemain Chelsea, Michael Essien. Sedangkan Semen Padang dikawal bekas bintang Tottenham Hotspur, Didier Zokora. Uniknya, mereka sama-sama beroperasi sebagai gelandang bertahan.
Pelatih Persib Djadjang “Djajang” Nurdjaman mengakui pertandingan akan menarik bila keduanya dipertemukan. Namun, arsitek berusia 59 tahun ini pesimis Semen Padang akan menurunkan Zokora.
"Saya agak pesimistis, karena Zokora ketika tampil di Bali tidak memuaskan pelatih. Lalu ketika kemarin (lawan Pusamania Borneo FC) juga tidak diturunkan. Ya, begitulah Zokora," ujar Djanur saat ditemui di Roempi Coffe.
Berbeda dengan Djanur. Pelatih asal Majalengka ini selalu memainkan Essien setiap kali Persib melakoni pertandingan Liga 1. Meski pemain asal Ghana itu hampir tidak pernah tampil full time, dia selalu memberi kontribusi.
"Essien selalu saya beri kesempatan karena memang kontribusinya buat tim cukup nyata. Tapi, kalau sampai kedua-duanya tampil akan menjadi tontonan tersendiri buat penonton," tambah Djanur.
Djanur mengaku cukup lega dengan perkembangan Essien di Persib. Selain kondisi fisiknya yang mengalami kemajuan, kontribusinya untuk tim sangat positif. Padahal, selama di Liga 1, dia kerap ditempatkan lebih ke depan sebagai gelandang pengatur serangan.
"Buat Essien bermain sebagai nomor 10 (playmaker) pertama kali dalam hidupnya. Sampai istrinya nanya langsung dan kaget. Tapi, saya punya pertimbangan lain setelah 20 menit bagaimana perkembangan dia,” tambah Djanur.
“Kami butuh pemain yang kerja keras. Hasilnya cukup memuaskan karena Essien memiliki visi juga punya passing yang luar biasa. Ini sudah terbukti dalam beberapa pertandingan," sambungnya.
Namun, Djanur menyadari tidak bisa menjadikan permainan Essien seperti saat membela Chelsea beberapa musim silam. "Gak mungkin lah dia bermain kayak di Chelsea. Banyak faktor," pungkasnya.
Persib memiliki mantan pemain Chelsea, Michael Essien. Sedangkan Semen Padang dikawal bekas bintang Tottenham Hotspur, Didier Zokora. Uniknya, mereka sama-sama beroperasi sebagai gelandang bertahan.
Pelatih Persib Djadjang “Djajang” Nurdjaman mengakui pertandingan akan menarik bila keduanya dipertemukan. Namun, arsitek berusia 59 tahun ini pesimis Semen Padang akan menurunkan Zokora.
"Saya agak pesimistis, karena Zokora ketika tampil di Bali tidak memuaskan pelatih. Lalu ketika kemarin (lawan Pusamania Borneo FC) juga tidak diturunkan. Ya, begitulah Zokora," ujar Djanur saat ditemui di Roempi Coffe.
Berbeda dengan Djanur. Pelatih asal Majalengka ini selalu memainkan Essien setiap kali Persib melakoni pertandingan Liga 1. Meski pemain asal Ghana itu hampir tidak pernah tampil full time, dia selalu memberi kontribusi.
"Essien selalu saya beri kesempatan karena memang kontribusinya buat tim cukup nyata. Tapi, kalau sampai kedua-duanya tampil akan menjadi tontonan tersendiri buat penonton," tambah Djanur.
Djanur mengaku cukup lega dengan perkembangan Essien di Persib. Selain kondisi fisiknya yang mengalami kemajuan, kontribusinya untuk tim sangat positif. Padahal, selama di Liga 1, dia kerap ditempatkan lebih ke depan sebagai gelandang pengatur serangan.
"Buat Essien bermain sebagai nomor 10 (playmaker) pertama kali dalam hidupnya. Sampai istrinya nanya langsung dan kaget. Tapi, saya punya pertimbangan lain setelah 20 menit bagaimana perkembangan dia,” tambah Djanur.
“Kami butuh pemain yang kerja keras. Hasilnya cukup memuaskan karena Essien memiliki visi juga punya passing yang luar biasa. Ini sudah terbukti dalam beberapa pertandingan," sambungnya.
Namun, Djanur menyadari tidak bisa menjadikan permainan Essien seperti saat membela Chelsea beberapa musim silam. "Gak mungkin lah dia bermain kayak di Chelsea. Banyak faktor," pungkasnya.
(mir)