Di MotoGP Prancis Muncul Pemenang Keempat Berbeda Musim Ini?
Minggu, 14 Mei 2017 - 12:25 WIB
Di MotoGP Prancis Muncul Pemenang Keempat Berbeda Musim Ini?
A
A
A
LE MANS - MotoGP 2016 menyimpan sebuah histori tersendiri. Itu berkat munculnya 9 pembalap berbeda yang mampu memenangkan lomba dalam semusim, dengan sisi lainnya adalah rekor untuk pertama kalinya 8 pembalap berbeda memenangkan 8 lomba secara beruntun.
Sebelum Andrea Dovizioso jadi pembalap ke-9 yang bisa menang di MotoGP 2016. Mulai seri keenam di Mugello, hingga seri ke-13 di San Marino. Tercatat ada 8 pembalap berbeda yang finis terdepan di setiap lomba tersebut.
Dimulai dari Jorge Lorenzo di MotoGP Mugello, Valentino Rossi di Catalunya, Jack Miller di Assen, Marc Marquez di Sachsenring. Kemudian Andrea Iannone di Red Bull Ring, Cal Crutchlow di Brno, Maverick Vinales di Silverstone, hingga Dani Pedrosa di Misano.
Bila melihat gelagat MotoGP 2017. Pergeseran kekuatan telah terjadi pada dua seri terakhir. Usai Vinales bersama tim barunya, Yamaha, menguasai dua seri awal MotoGP musim ini di Qatar dan Argentina. Marquez dan Pedrosa gantian finis terdepan di Austin dan Jerez, di mana kemenangan duo pembalap Repsol Honda tersebut diraih dengan jarak signifikan atas rivalnya.
Artinya pada tiga seri belakangan di MotoGP 2017, sudah ada tiga nama berbeda yang jadi pemenang lomba. Hanya butuh lima pemenang berbeda lagi secara beruntun dan enam di balapan tersisa, agar rekor historis MotoGP 2016 disamai MotoGP 2017.
Apakah itu bisa terjadi? Jawabannya tentu bisa saja. Karena sejauh ini, MotoGP 2017 telah memberi kita sebuah kejutan.
Valentino Rossi yang selalu mengutarakan kesulitan dengan motor Yamaha selama tes pramusim, saat ini justru memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia. Dia masih belum kebagian menang di MotoGP 2017. Apakah itu bakal terjadi di lomba MotoGP Prancis akhir pekan ini?
Jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Namun pastinya, Yamaha akan coba membalas hasil buruk dua pembalap pabrikan mereka di MotoGP Jerez. Harapan mereka adalah, lomba MotoGP Prancis 2017 tidak berlangsung dalam cuaca panas terik seperti di Jerez.
Kondisi panas itu, makin membuat YZR-M1 yang digeber Vinales serta Rossi lebih lambat ketimbang rivalnya, karena sebelumnya mereka sudah mengalami dengan masalah dengan ban Michelin, yang membuat motor mereka tak punya grip saat melibas tikungan sebelah kiri lintasan.
Di atas kertas, Yamaha jadi favorit di trek Le Mans. Tapi dengan masalah di Jerez, dan dominasi Honda pada dua lomba belakangan. Hingga kembalinya Lorenzo ke baris depan di atas motor barunya (Ducati). Jelas makin membuat rumit akhir pekan MotoGP Prancis 2017.
Belum lagi adanya bahaya laten pembalap tuan rumah, Johann Zarco, sebagai rookie sensasional di MotoGP 2017 dengan tim satelit Monster Tech 3, walau ia hanya memacu YZR-M1 spesifikasi 2016.
Kebangkitan duo Repsol Honda, juga bisa menjalar ke dua pembalap satelit mereka, Cal Crutchlow serta Jack Miller. Apalagi kalau race Prancis nanti turun hujan.
Nah, sebaiknya jangan ketinggalan menyaksikan akhir pekan MotoGP Prancis 2017 di Sirkuit Le Mans, Jumat-Minggu (19-21 Mei) ini. Karena dengan empat pembalap teratas di klasemen hanya dibedakan dengan 10 poin. Kemudian faktor ban dan cuaca sangat berperan besar di setiap seri. Segala sesuatu bisa terjadi di atas aspal.
Sebelum Andrea Dovizioso jadi pembalap ke-9 yang bisa menang di MotoGP 2016. Mulai seri keenam di Mugello, hingga seri ke-13 di San Marino. Tercatat ada 8 pembalap berbeda yang finis terdepan di setiap lomba tersebut.
Dimulai dari Jorge Lorenzo di MotoGP Mugello, Valentino Rossi di Catalunya, Jack Miller di Assen, Marc Marquez di Sachsenring. Kemudian Andrea Iannone di Red Bull Ring, Cal Crutchlow di Brno, Maverick Vinales di Silverstone, hingga Dani Pedrosa di Misano.
Bila melihat gelagat MotoGP 2017. Pergeseran kekuatan telah terjadi pada dua seri terakhir. Usai Vinales bersama tim barunya, Yamaha, menguasai dua seri awal MotoGP musim ini di Qatar dan Argentina. Marquez dan Pedrosa gantian finis terdepan di Austin dan Jerez, di mana kemenangan duo pembalap Repsol Honda tersebut diraih dengan jarak signifikan atas rivalnya.
Artinya pada tiga seri belakangan di MotoGP 2017, sudah ada tiga nama berbeda yang jadi pemenang lomba. Hanya butuh lima pemenang berbeda lagi secara beruntun dan enam di balapan tersisa, agar rekor historis MotoGP 2016 disamai MotoGP 2017.
Apakah itu bisa terjadi? Jawabannya tentu bisa saja. Karena sejauh ini, MotoGP 2017 telah memberi kita sebuah kejutan.
Valentino Rossi yang selalu mengutarakan kesulitan dengan motor Yamaha selama tes pramusim, saat ini justru memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia. Dia masih belum kebagian menang di MotoGP 2017. Apakah itu bakal terjadi di lomba MotoGP Prancis akhir pekan ini?
Jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Namun pastinya, Yamaha akan coba membalas hasil buruk dua pembalap pabrikan mereka di MotoGP Jerez. Harapan mereka adalah, lomba MotoGP Prancis 2017 tidak berlangsung dalam cuaca panas terik seperti di Jerez.
Kondisi panas itu, makin membuat YZR-M1 yang digeber Vinales serta Rossi lebih lambat ketimbang rivalnya, karena sebelumnya mereka sudah mengalami dengan masalah dengan ban Michelin, yang membuat motor mereka tak punya grip saat melibas tikungan sebelah kiri lintasan.
Di atas kertas, Yamaha jadi favorit di trek Le Mans. Tapi dengan masalah di Jerez, dan dominasi Honda pada dua lomba belakangan. Hingga kembalinya Lorenzo ke baris depan di atas motor barunya (Ducati). Jelas makin membuat rumit akhir pekan MotoGP Prancis 2017.
Belum lagi adanya bahaya laten pembalap tuan rumah, Johann Zarco, sebagai rookie sensasional di MotoGP 2017 dengan tim satelit Monster Tech 3, walau ia hanya memacu YZR-M1 spesifikasi 2016.
Kebangkitan duo Repsol Honda, juga bisa menjalar ke dua pembalap satelit mereka, Cal Crutchlow serta Jack Miller. Apalagi kalau race Prancis nanti turun hujan.
Nah, sebaiknya jangan ketinggalan menyaksikan akhir pekan MotoGP Prancis 2017 di Sirkuit Le Mans, Jumat-Minggu (19-21 Mei) ini. Karena dengan empat pembalap teratas di klasemen hanya dibedakan dengan 10 poin. Kemudian faktor ban dan cuaca sangat berperan besar di setiap seri. Segala sesuatu bisa terjadi di atas aspal.
(sbn)