Bos Yamaha Perkuat Dugaan Marquez: Rossi Rival Utama, Bukan Vinales

Kamis, 13 Juli 2017 - 06:10 WIB
Bos Yamaha Perkuat Dugaan...
Bos Yamaha Perkuat Dugaan Marquez: Rossi Rival Utama, Bukan Vinales
A A A
SACHSENRING - Wilco Zeelenberg beruntung ia didapuk sebagai manajer tim Yamaha sebagai pemenang Kejuaraan Dunia Supersport, yakni ketika Cal Crutchlow merebutnya pada 2009. Atas jasanya itu, pria asal Belanda tersebut langsung naik pangkat.

Ya, sejak 2010 hingga 2016, Zeelenberg ditugasi Yamaha Factory Racing sebagai manajer tim Jorge Lorenzo. Hasil yang digapai lagi-lagi brilian, 3 gelar juara dunia kelas bergengsi.

Namun setelah Lorenzo pergi ke Ducati. Zeelenberg yang pernah menjuarai salah satu seri di GP 250cc, kini bertugas sebagai analis performa pembalap Yamaha di garasi Maverick Vinales.

Walau hanya bertengger di posisi kedua klasemen sementara pembalap MotoGP 2017. Vinales di bawah Zeelenberg telah merebut tiga kemenangan seri pada musim debutnya bersama tim berlambang garputala tersebut.

Dalam sebuah wawancara terbaru dengan Crash.net. Zeelenberg ditanya apa persamaan dan perbedaan Lorenzo dengan Vinales saat di Yamaha, untuk kemudian dijawabnya dengan keduanya, maupun pembalap mereka yang satu lagi, Valentino Rossi, memiliki perbedaan dalam gaya berkendara buat menguasai motor.

Namun persamaan antara Rossi, Lorenzo, dan Vinales ialah mereka sama-sama ingin menjadi juara dunia. “Itu sangat jelas dan bagi saya tidak ada keraguan dia (Vinales) akan menjadi juara dunia. Hanya saja kapan waktunya tinggal menunggu, itulah pertanyaannya. Tapi dia akan menjadi aktor utama untuk MotoGP di tahun-tahun berikutnya,” beber Zeelenberg.
Marc Marquez makin tahu rival utamanya di MotoGP 2017 tetap Valentino Rossi bukan Maverick Vinales. (Foto-motorsport)
Media Spanyol, Diario Gol, lantas menanggapi pernyataan salah satu petinggi di tim Yamaha itu dengan sebuah dugaan, atau kalau mau tidak dibilang penegasan. Lantas penegasan atas apa?

Rupanya pernyataan Zeelenberg dikaitkan dengan keyakinan Marc Marquez. Bahwa saingan sesungguhnya yang harus ia kalahkan pada pacuan juara dunia pembalap MotoGP 2017, tetap pada diri Valentino Rossi, bukan Vinales yang hanya dijadikan Yamaha sebagai opsi kedua dan masa depan.

Marquez disebut tidak senang dengan situasi di klasemen sementara, meski ia sedang jadi pimpinan di paruh musim pertama. Karena Rossi hanya berselisih 10 poin darinya. Pembalap tim Repsol Honda itu berusaha keras agar The Doctor segera tercecer di papan klasemen. Mengapa?
Marc Marquez makin tahu rival utamanya di MotoGP 2017 tetap Valentino Rossi bukan Maverick Vinales. (Foto-kontroversinews)
Karena Rossi kini masih jadi pembalap nomor satu Yamaha. Dan tim pabrikan asal Iwata, Jepang itu sudah mulai membuat gerakan ke arah sana jelang paruh pertama musim ini ditutup. Semuanya demi menjadikan Rossi meraih gelar ke-10 dan masuk dalam buku sejarah, sebagai pembalap tertua yang mampu memenangkan gelar juara dunia Grand Prix.

Demi membantu Rossi mewujudkan itu sebelum ia pensiun dari lintasan aspal. Setelah pembalap 38 tahun itu mencak-mencak pasca MotoGP Catalunya 2017. Yamaha segera memberi Rossi sasis dan fairing baru, yang notabene justru tidak disukai oleh Vinales.

Berkat sasis dan fairing baru itu, Rossi kini mendekati perolehan poin Vinales jadi hanya berselisih lima angka. So, hadirnya suku cadang baru justru memperkuat Rossi dan merusak irama setelan Vinales. Dengan mental yang telah terasah ketimbang Vinales, jelas Rossi lebih berbahaya bagi Marquez ketimbang rekan setimnya itu.

“Entah bagaimana, kami kesulitan dalam beberapa balapan terakhir. Kami memodifikasi elektronik dan kami kehilangan banyak tenaga,” keluh Vinales usai MotoGP Jerman 2017.

“Setiap balapan, kurang tenaga, kurang tenaga. Dan sekarang sepertinya kami butuh lebih banyak tenaga dari elektronik. Kami benar-benar bingung dalam beberapa balapan. Dengan elektronik yang sama, kami harus berusaha mendapatkan kepercayaan diri yang dimiliki di awal musim ini,” kata Vinales yang sepertinya lebih senang dengan YZR-M1 2017 spesifikasi awal musim ketimbang dengan YZR-M1 2.0 yang dilengkapi sasis dan fairing baru.

“Itu bukan keputusan yang bisa saya putuskan sendiri. Itu keputusan bersama. Kami adalah tim dan kami perlu menuju arah yang sama. Pada saat ini, saya merasa bagus. Tapi saya ulangi, saya merasa lebih baik dengan motor yang saya kendarai di awal musim,” kata Vinales menegaskan.

Nah, atas drama yang terjadi di garasi tim Yamaha Factory Racing antara Rossi dengan Vinales. Semakin membuka mata Marquez atas dugaannya sebelum ini memang realitasnya rival sebenarnya dari sang juara dunia bertahan memang The Doctor bukan Top Gun.

Karena Yamaha akan sekuat tenaga mendukung Rossi meraih juara dunia ke-10 sebelum pensiun. Baru setelah itu terwujud, ganti Vinales yang dijadikan senjata utama menangkal Marquez berjaya di MotoGP.
(sbn)
Berita Terkait
Meregalli Tekankan Tak...
Meregalli Tekankan Tak Ada Raja di Tim Yamaha
Duo Yamaha Tercepat...
Duo Yamaha Tercepat di Sesi Pemanasan Jelang MotoGP Belanda 2021
Duo Yamaha Incar Podium...
Duo Yamaha Incar Podium di MotoGP Catalunya
Gara-gara Marc Marquez...
Gara-gara Marc Marquez Persaingan MotoGP Makin Sengit
Bos Yamaha Akui Mesin...
Bos Yamaha Akui Mesin M1 Alami Masalah
Maverick Vinales Rebut...
Maverick Vinales Rebut Pole Position di GP Austria 2020
Berita Terkini
Shin Tae-yong Jadi Pelatih...
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija?
30 menit yang lalu
Jadwal Final Indonesia...
Jadwal Final Indonesia Open 2026: Jonatan Christie dan Raymond/Joaquin Bidik Gelar Perdana
40 menit yang lalu
Marc Marquez Dominan...
Marc Marquez Dominan di Sprint Race MotoGP Hungaria, Veda Ega Start dari Baris Ketiga Moto3
51 menit yang lalu
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
10 jam yang lalu
Gaung NBA Finals 2026...
Gaung NBA Finals 2026 Menghidupkan Atmosfer Basket Jakarta
10 jam yang lalu
Jonatan Christie Tembus...
Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Meyakini Asteroid...
Ilmuwan Meyakini Asteroid Bukan Penyebab Utama Dinosaurus Punah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved