Presiden PSG Sebut Pembelian Neymar Bukan Balas Dendam Atas Verratti
Minggu, 06 Agustus 2017 - 17:50 WIB
Presiden PSG Sebut Pembelian Neymar Bukan Balas Dendam Atas Verratti
A
A
A
PARIS - Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi membantah keputusan memboyong Neymar Jr sebagai aksi balas dendam terhadap Barcelona yang mengejar gelandang Marco Verratti. Al-Khelaifi beralasan, Neymar merupakan pemain terbaik dunia dan Liga Prancis akan lebih atraktif dengan kedatangannnya.
"Neymar adalah pemain terbaik di dunia," kata Al-Khelaifi seperti dilansir Marca. "Liga Prancis akan lebih atraktif karena dia. Bersama Neymar, kami akan menulis ulang sejarah PSG, klub kota terindah di dunia," imbuhnya.
Neymar dipresentasikan di Paris pada Jumat (4/8/2017) setelah PSG menebus klausul kontrak Neymar senilai 222 juta euro atau Rp3,4 triliun. Jumlah tersebut memecahkan rekor transfer dunia. Neymar bakal diberikan kontrak berdurasi lima tahun. Nantinya dia akan mendapat bayaran 30 juta euro per tahun atau setara Rp473 miliar. (Baca juga: Terkait Transfer Gila-gilaan, FIFPro Desak Komisi Eropa Selidiki Aliran Dana ).
Sejatinya, Barcelona pun mengejar gelandang PSG asal Italia Marco Verratti, namun Barcelona gagal mendapatkannya lantaran PSG tidak berniat menjualnya, dan Al-Khelaifi membantah kepindahan Neymar sebagai tindakan balas dendam atas klub Katalan tersebut.
"Perekrutan Neymar bukan balas dendam atas minat Barcelona terhadap Verratti," ujar Al-Khelaifi. "Tidak ada hubungannya dengan itu. Kami menandatangani pemain terbaik di dunia."
Soal kemungkinan adanya pelanggaran regulasi Financial Fair Play UEFA, PSG yakin kepindahan Neymar tidak ada masalah. "Ada transparansi dengan UEFA dan tidak ada masalah dengan Financial Fair Play. Kami menganalisis peraturan dan peraturan siang dan malam, jadi Anda bisa tenang, dan santai minum kopi!"
"Neymar adalah pemain terbaik di dunia," kata Al-Khelaifi seperti dilansir Marca. "Liga Prancis akan lebih atraktif karena dia. Bersama Neymar, kami akan menulis ulang sejarah PSG, klub kota terindah di dunia," imbuhnya.
Neymar dipresentasikan di Paris pada Jumat (4/8/2017) setelah PSG menebus klausul kontrak Neymar senilai 222 juta euro atau Rp3,4 triliun. Jumlah tersebut memecahkan rekor transfer dunia. Neymar bakal diberikan kontrak berdurasi lima tahun. Nantinya dia akan mendapat bayaran 30 juta euro per tahun atau setara Rp473 miliar. (Baca juga: Terkait Transfer Gila-gilaan, FIFPro Desak Komisi Eropa Selidiki Aliran Dana ).
Sejatinya, Barcelona pun mengejar gelandang PSG asal Italia Marco Verratti, namun Barcelona gagal mendapatkannya lantaran PSG tidak berniat menjualnya, dan Al-Khelaifi membantah kepindahan Neymar sebagai tindakan balas dendam atas klub Katalan tersebut.
"Perekrutan Neymar bukan balas dendam atas minat Barcelona terhadap Verratti," ujar Al-Khelaifi. "Tidak ada hubungannya dengan itu. Kami menandatangani pemain terbaik di dunia."
Soal kemungkinan adanya pelanggaran regulasi Financial Fair Play UEFA, PSG yakin kepindahan Neymar tidak ada masalah. "Ada transparansi dengan UEFA dan tidak ada masalah dengan Financial Fair Play. Kami menganalisis peraturan dan peraturan siang dan malam, jadi Anda bisa tenang, dan santai minum kopi!"
(sha)