Legendaris Jerman Memilih Stadion Ketimbang Beli Neymar Rp3,4 Triliun

Rabu, 09 Agustus 2017 - 19:48 WIB
Legendaris Jerman Memilih...
Legendaris Jerman Memilih Stadion Ketimbang Beli Neymar Rp3,4 Triliun
A A A
MUNICH - CEO Bayern Muenchen Karl-Heinz Rummenigge mengatakan klubnya tidak akan pernah menghabiskan 222 juta euro (Rp3,4 triliun) hanya untuk menebus Neymar Jr, seperti yang dilakukan Paris Saint-Germain (PSG). Legendaris sepak bola Jerman itu lebih memilih membangun stadion dengan uang itu.

Rummenigge, yang juga memimpin Asosiasi Klub Eropa (ECA), mengatakan butuh 'rasionalitas' tinggi saat biaya transfer pemain sudah tidak terkendali. "Pada waktu transfer Neymar terjadi, saya bertanya pada diri sendiri, apa yang yang lebih penting: Neymar atau Allianz Arena," kata Rummenigge kepada majalah Sport Bild, Rabu (9/8/2017).

"Saya harus mengatakan dengan jelas bahwa saya lebih memilih memiliki Allianz Arena yang lebih penting. Kami, sebagaimana Bayern Muenchen, harus memiliki filosofi yang berbeda," kata Rummenigge. "Secara keseluruhan, transfer Neymar bisa lebih mahal dari Arena."

Bayern meminjam dana 346 juta euro (Rp5,4 triliun) pada tahun 2005 untuk membangun stadion barunya di pinggiran kota dan melunasi pinjaman 25 tahun, 16 tahun lebih cepat pada tahun 2014.

Rekor transfer Bayern tercipta pada bulan Juni 2017 saat klub Bavaria itu merogoh 41,5 juta euro (Rp648 miliar) untuk menandatangani kontrak pemain timnas Prancis Corentin Tolisso.

"Kami tidak ingin melakukannya dan memang tidak dapat melakukannya (menghabiskan dana besar seperti PSG), dan itu bagus, itu juga dilihat sebagai cara yang benar oleh publik dan penggemar kami," kata Rummenigge.

PSG memboyong Neymar awal bulan ini dari Barcelona dengan memecahkan rekor dunia Rp3,4 triliun. Transfer tersebut menggandakan biaya rekor dunia sebelumnya yang dibayarkan saat Paul Pogba hengkang Agustus lalu dari Juventus ke Manchester United dengan nilai 105 juta euro. "FIFA, UEFA, ECA, liga, dan FIFpro harus membahas hal ini," kata Rummenigge.

"Saya pikir kita semua harus duduk di satu meja. Itu usulan saya, kita bisa menemukan peraturan yang lebih rasional untuk sepak bola secara keseluruhan. Jika tidak, publik tidak akan memahaminya lagi, penggemar akan kehilangan koneksi mereka."
(sha)
Berita Terkait
Bursa Transfer Bundesliga:...
Bursa Transfer Bundesliga: Sejarah Kevin Diks Gabung Borussia Monchengladbach
Pilih Tunggu Liverpool,...
Pilih Tunggu Liverpool, Timo Werner Tolak Tawaran Klub Lain?
Dua Pilihan Sulit RB...
Dua Pilihan Sulit RB Leipzig, Perbarui Kontrak atau Menjual Dayot Upamecano
Hargreaves Desak United...
Hargreaves Desak United Ikut Ramaikan Perburuan Werner
Marko Grujic, Senjata...
Marko Grujic, Senjata Rahasia Liverpool di Bundesliga
Manuel Neuer Cedera,...
Manuel Neuer Cedera, Bayern Muenchen Boyong Kiper Timnas Swiss Yann Sommer
Berita Terkini
Luke Vickery Resmi Jadi...
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
2 jam yang lalu
Fakta Unik Piala Dunia...
Fakta Unik Piala Dunia 2026: Pertama Sejak 44 Tahun, Partai Final Tanpa Pemain Bayern Munich
3 jam yang lalu
Kilas Balik: Lamine...
Kilas Balik: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Trump Akan Serahkan...
Trump Akan Serahkan Trofi Pemenang Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA Buntut Selebrasi Pemain di Spanduk Politik
6 jam yang lalu
Bellingham Tampar Pemain...
Bellingham Tampar Pemain Argentina karena Selebrasi Provokatif, Laga Semifinal Minim Sportivitas
6 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved