Begini Perasaan Apriyani Cetak Rekor di Prancis Terbuka 2017
Senin, 30 Oktober 2017 - 07:01 WIB
Begini Perasaan Apriyani Cetak Rekor di Prancis Terbuka 2017
A
A
A
PARIS - Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil membuktikan bahwa mereka patut diperhitungkan dalam peta persaingan ganda putri kelas dunia. Tak diunggulkan, Greysia/Apriyani sabet gelar juara level super series perdana mereka di Prancis Terbuka 2017.
Titel juara direbut Greysia/Apriyani usai mengalahkan Lee So Hee/Shin Seung Chan dengan skor 21-17, 21-15. Apriyani Rahayu tercatat sebagai pemegang rekor pebulu tangkis termuda Indonesia yang berhasil mencicipi gelar super series di usia 19 tahun 183 hari.
Pasangan senior-junior ini merupakan racikan baru Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, yang diduetkan pada Mei 2017 lalu. Sebelumnya, Greysia/Apriyani juga menjadi juara di Thailand Open Grand Prix Gold 2017.
Lee/Shin yang akhir-akhir ini tampil baik di sejumlah turnamen, tampaknya tak dapat meredam strategi permainan yang diterapkan Greysia/Apriyani. Juara Denmark Open Super Series Premier 2017 ini terlihat tak dapat mengembangkan permainan mereka seperti biasanya.
Sebaliknya, Greysia/Apriyani tampil memukau dengan kontrol penuh dalam pertandingan. "Kami sudah mempelajari permainan lawan, tadi pagi diskusi lagi sama pelatih, bagaimana sih pola main Lee/Shin? Kami well prepared banget, dan kami bisa mengaplikasikan di lapangan. Yang bisa bantu kami aplikasikan strategi adalah kekuatan mental," kata Greysia seperti dikutip dari Badmintonindonesia, Senin (30/10/2017).
"Ini adalah awal, masih banyak tugas. Kami mau persembahkan gelar ini untuk para pelatih kami, Eng Hian, Chafidz Yusuf dan Ary Subarkah," tambah Greysia.
Greysia yang lebih senior, sudah sering mencicipi podium juara. Berbeda dengan Apriyani yang merupakan pemain muda, ini adalah pengalaman pertama baginya.
"Rasanya masih tidak percaya, karena saya senang banget. Dari awal memang saya diminta untuk percaya diri, awalnya sempat ragu, tapi saya dibimbing senior dan pelatih saya. Saya bingung mau berkata apa lagi, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," jelas Apriyani.
Baca juga:
Greysia/Apriyani Raih Gelar Superseries Perdana di Prancis Terbuka
Tiga Turnamen Bidikan Tontowi/Liliyana di Pengujung Tahun 2017
Titel juara direbut Greysia/Apriyani usai mengalahkan Lee So Hee/Shin Seung Chan dengan skor 21-17, 21-15. Apriyani Rahayu tercatat sebagai pemegang rekor pebulu tangkis termuda Indonesia yang berhasil mencicipi gelar super series di usia 19 tahun 183 hari.
Pasangan senior-junior ini merupakan racikan baru Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, yang diduetkan pada Mei 2017 lalu. Sebelumnya, Greysia/Apriyani juga menjadi juara di Thailand Open Grand Prix Gold 2017.
Lee/Shin yang akhir-akhir ini tampil baik di sejumlah turnamen, tampaknya tak dapat meredam strategi permainan yang diterapkan Greysia/Apriyani. Juara Denmark Open Super Series Premier 2017 ini terlihat tak dapat mengembangkan permainan mereka seperti biasanya.
Sebaliknya, Greysia/Apriyani tampil memukau dengan kontrol penuh dalam pertandingan. "Kami sudah mempelajari permainan lawan, tadi pagi diskusi lagi sama pelatih, bagaimana sih pola main Lee/Shin? Kami well prepared banget, dan kami bisa mengaplikasikan di lapangan. Yang bisa bantu kami aplikasikan strategi adalah kekuatan mental," kata Greysia seperti dikutip dari Badmintonindonesia, Senin (30/10/2017).
"Ini adalah awal, masih banyak tugas. Kami mau persembahkan gelar ini untuk para pelatih kami, Eng Hian, Chafidz Yusuf dan Ary Subarkah," tambah Greysia.
Greysia yang lebih senior, sudah sering mencicipi podium juara. Berbeda dengan Apriyani yang merupakan pemain muda, ini adalah pengalaman pertama baginya.
"Rasanya masih tidak percaya, karena saya senang banget. Dari awal memang saya diminta untuk percaya diri, awalnya sempat ragu, tapi saya dibimbing senior dan pelatih saya. Saya bingung mau berkata apa lagi, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," jelas Apriyani.
Baca juga:
Greysia/Apriyani Raih Gelar Superseries Perdana di Prancis Terbuka
Tiga Turnamen Bidikan Tontowi/Liliyana di Pengujung Tahun 2017
(nug)