Gagal Jadi Nomor Satu Dunia, Federer Tak Menyesal
Jum'at, 17 November 2017 - 15:24 WIB
Gagal Jadi Nomor Satu Dunia, Federer Tak Menyesal
A
A
A
LONDON - Roger Federer tak pernah menyesal jika di akhir tahun ini gagal menggeser posisi Rafael Nadal di peringkat satu dunia. Kesempatan Federer hilang berada di posisi puncak dunia setelah absen di Paris Masters.
Kalau saja petenis Swiss itu tampil di Paris sangat mungkin perolehan poinnya bisa menyusul Nadal. Saat ini Federer baru mendulang 9005 atau selisih 1640 poin dari Nadal.
Nadal sendiri sudah tak lagi mendapatkan tambahan poin setelah mengundurkan diri dari Final ATP karena cedera. Nasib sial itu dialami Nadal usai mengalami kekalahan dari David Goffin di laga pertama.
Kondisi ini berbeda dengan Federer. Mantan petenis nomor satu itu belum terbendung di Final ATP. Ia terus melaju ke semifinal. Namun, kalau pun ia keluar sebagai juara tambahan sebanyak 1500 poin juga belum mampu menggeser posisi Nadal dan hanya menyisakan selisih 140 poin.
Apakah Federer menyesal dengan kondisi ini? "Menyesal? Tidak sama sekali. Tapi kekalahan dari Tommy Hass (di Stuttgart) dan Evgeny Donskoy (di Dubai) masih menghantui saya," ungkap Federer dikutip Thenational, Jumat (17/11/2017).
Federer mengungkapkan dalam dua pertandingan itu sudah nyaris memenangkan laga. "Dua kali saya mendapatkan match poin. Tapi bukannya saya tidak mencoba. Kalau pun menyesal, mungkin itu penyesalan yang saya rasakan. Kalau pun saya akhirnya tidak menjadi nomor satu dunia, itu hanya karena tidak beruntung."
Kalau saja petenis Swiss itu tampil di Paris sangat mungkin perolehan poinnya bisa menyusul Nadal. Saat ini Federer baru mendulang 9005 atau selisih 1640 poin dari Nadal.
Nadal sendiri sudah tak lagi mendapatkan tambahan poin setelah mengundurkan diri dari Final ATP karena cedera. Nasib sial itu dialami Nadal usai mengalami kekalahan dari David Goffin di laga pertama.
Kondisi ini berbeda dengan Federer. Mantan petenis nomor satu itu belum terbendung di Final ATP. Ia terus melaju ke semifinal. Namun, kalau pun ia keluar sebagai juara tambahan sebanyak 1500 poin juga belum mampu menggeser posisi Nadal dan hanya menyisakan selisih 140 poin.
Apakah Federer menyesal dengan kondisi ini? "Menyesal? Tidak sama sekali. Tapi kekalahan dari Tommy Hass (di Stuttgart) dan Evgeny Donskoy (di Dubai) masih menghantui saya," ungkap Federer dikutip Thenational, Jumat (17/11/2017).
Federer mengungkapkan dalam dua pertandingan itu sudah nyaris memenangkan laga. "Dua kali saya mendapatkan match poin. Tapi bukannya saya tidak mencoba. Kalau pun menyesal, mungkin itu penyesalan yang saya rasakan. Kalau pun saya akhirnya tidak menjadi nomor satu dunia, itu hanya karena tidak beruntung."
(bbk)