Joshua Dituding Tak Punya Rasa Percaya Diri sebagai Juara
Selasa, 20 Maret 2018 - 18:21 WIB
Joshua Dituding Tak Punya Rasa Percaya Diri sebagai Juara
A
A
A
TUSCALOOSA - Deontay "The Bronze Bomber" Wilder, yang menguasai gelar juara tinju dunia kelas berat WBC, menuding bahwa juara IBF/WBA Super/IBO, Anthony Joshua sangat ketakutan untuk berhadapan dengannya.
Wilder yakin bahwa Joshua dan promotornya, Eddie Hearn tidak menginginkan duel unifikasi melawan dirinya di masa mendatang. "Dalam sisi bisnis tinju profesional, saya tidak berpikir dia sangat percaya diri sebagai juara," kata Wilder kepada The Undefeated.
"Sebagai juara, jalan yang dia tempuh tidak seperti juara yang biasa kita lihat. Ketika itu menghampiri Anthony Joshua, terutama ketika nama saya disebutkan atau ketika nama saya di mana saja dalam perbandingan, dia berubah. Sesuatu dalam kepribadiannya berubah," jelasnya.
Wilder pada penampilan terakhirnya, 4 Maret lalu, berhasil menghentikan petinju yang sebelumnya tak terkalahkan Luis Ortiz. Sementara, Joshua akan melakoni duel penyatuan gelar dengan juara WBO, Joseph Parker pada akhir bulan ini di Cardiff, Wales.
Hearn pun mengklaim bahwa terdapat kemungkinan sebesar 80 persen bahwa lawan berikutnya Joshua adalah Wilder. Itu dengan catatan Joshua berhasil merebut kemenangan dalam menghadapi Parker.
Kendati promotor Joshua sudah memberikan pernyataannya, namun Wilder tidak mempercayainya begitu saja. Pasalnya, keinginan Hearn dan Joshua selalu berubah-ubah. Terkadang mengatakan ingin bertarung di Las Vegas, Amerika Serikat. Di waktu yang lain, bilang ingin bertarung di kandang mereka di Inggris.
Wilder pada dasarnya tidak terlalu memusingkan mau tampil di mana apabila mereka bisa dipertemukan nantinya. "Saya tak peduli di mana saya bertarung. Saya tak peduli apakah di AS, atau bahkan saya tidak peduli jika itu di negara dia, saya akan melakukan tandang, saya akan pergi," tegas Wilder yang berasal dari AS.
Wilder yakin bahwa Joshua dan promotornya, Eddie Hearn tidak menginginkan duel unifikasi melawan dirinya di masa mendatang. "Dalam sisi bisnis tinju profesional, saya tidak berpikir dia sangat percaya diri sebagai juara," kata Wilder kepada The Undefeated.
"Sebagai juara, jalan yang dia tempuh tidak seperti juara yang biasa kita lihat. Ketika itu menghampiri Anthony Joshua, terutama ketika nama saya disebutkan atau ketika nama saya di mana saja dalam perbandingan, dia berubah. Sesuatu dalam kepribadiannya berubah," jelasnya.
Wilder pada penampilan terakhirnya, 4 Maret lalu, berhasil menghentikan petinju yang sebelumnya tak terkalahkan Luis Ortiz. Sementara, Joshua akan melakoni duel penyatuan gelar dengan juara WBO, Joseph Parker pada akhir bulan ini di Cardiff, Wales.
Hearn pun mengklaim bahwa terdapat kemungkinan sebesar 80 persen bahwa lawan berikutnya Joshua adalah Wilder. Itu dengan catatan Joshua berhasil merebut kemenangan dalam menghadapi Parker.
Kendati promotor Joshua sudah memberikan pernyataannya, namun Wilder tidak mempercayainya begitu saja. Pasalnya, keinginan Hearn dan Joshua selalu berubah-ubah. Terkadang mengatakan ingin bertarung di Las Vegas, Amerika Serikat. Di waktu yang lain, bilang ingin bertarung di kandang mereka di Inggris.
Wilder pada dasarnya tidak terlalu memusingkan mau tampil di mana apabila mereka bisa dipertemukan nantinya. "Saya tak peduli di mana saya bertarung. Saya tak peduli apakah di AS, atau bahkan saya tidak peduli jika itu di negara dia, saya akan melakukan tandang, saya akan pergi," tegas Wilder yang berasal dari AS.
(nug)