Tampil di Kandang Sendiri, Garcia Dihinggapi Perasaan Grogi
Rabu, 30 Mei 2018 - 16:17 WIB
Tampil di Kandang Sendiri, Garcia Dihinggapi Perasaan Grogi
A
A
A
PARIS - Bermain di kandang sendiri ternyata justru membuat petenis tunggal putri terbaik Prancis, Caroline Garcia merasa terbebani dalam memainkan pertandingan grand slam lapangan tanah liat, Prancis Terbuka 2018.
Rasa tegang pun menghinggapi Garcia saat meraih kemenangan 6-1, 6-0 atas pemain China, Duan Yingying. Meskipun berlaga hanya 58 menit, namun sang unggulan ketujuh melakukan beberapa kesalahan ganda dan groundstroke.
"Tidak mengherankan saya agak tegang. Banyak batasan, banyak kesalahan pada forehand saya... Saya tidak bisa merasakan bola," ungkap petenis 24 tahun, Garcia, seperti dilansir WTA Tennis.
"Memang benar bahwa di Roland Garros kadang-kadang kami berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada di grand slam lainnya. Sejak pagi ini saya sudah sedikit tegang, tetapi tidak ekstra tegang," tambah dia.
Garcia pun mencoba untuk melahap seluruh kemampuan yang diperlihatkan lawannya guna mengatasi ketegangan di awal permainan. Selanjutnya dia melakukan yang cukup sederhana untuk mengatasi ketegangan. "Ini mungkin kedengarannya bodoh, tetapi bernafas banyak membantu Anda," tambahnya.
Petenis nomor tujuh dunia itu juga menggunakan gerakan khusus untuk lebih rileks. "Bahkan saat saya tidak tegang, gerakan, ritme, saya mencoba menggunakannya, terutama untuk forehand. Saya agak terlambat, jadi aku harus lebih teratur," terangnya.
Selanjutnya, petenis China lainnya, Peng Shuai akan menantang Garcia di babak kedua. Rekan senegara Duan Yingying itu melaju ke babak kedua dengan menggulingkan Aleksandra Krunic 6-3, 6-4.
Rasa tegang pun menghinggapi Garcia saat meraih kemenangan 6-1, 6-0 atas pemain China, Duan Yingying. Meskipun berlaga hanya 58 menit, namun sang unggulan ketujuh melakukan beberapa kesalahan ganda dan groundstroke.
"Tidak mengherankan saya agak tegang. Banyak batasan, banyak kesalahan pada forehand saya... Saya tidak bisa merasakan bola," ungkap petenis 24 tahun, Garcia, seperti dilansir WTA Tennis.
"Memang benar bahwa di Roland Garros kadang-kadang kami berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada di grand slam lainnya. Sejak pagi ini saya sudah sedikit tegang, tetapi tidak ekstra tegang," tambah dia.
Garcia pun mencoba untuk melahap seluruh kemampuan yang diperlihatkan lawannya guna mengatasi ketegangan di awal permainan. Selanjutnya dia melakukan yang cukup sederhana untuk mengatasi ketegangan. "Ini mungkin kedengarannya bodoh, tetapi bernafas banyak membantu Anda," tambahnya.
Petenis nomor tujuh dunia itu juga menggunakan gerakan khusus untuk lebih rileks. "Bahkan saat saya tidak tegang, gerakan, ritme, saya mencoba menggunakannya, terutama untuk forehand. Saya agak terlambat, jadi aku harus lebih teratur," terangnya.
Selanjutnya, petenis China lainnya, Peng Shuai akan menantang Garcia di babak kedua. Rekan senegara Duan Yingying itu melaju ke babak kedua dengan menggulingkan Aleksandra Krunic 6-3, 6-4.
(nug)