Daniel Ricciardo Berharap Keajaiban Kedua di Grand Prix Kanada

Minggu, 10 Juni 2018 - 14:27 WIB
Daniel Ricciardo Berharap...
Daniel Ricciardo Berharap Keajaiban Kedua di Grand Prix Kanada
A A A
Pembalap Red Bull Racing Daniel Ricciardo berharap keajaiban kembali menghampoiri dirinya di lomba Formula 1 (F1) Grand Prix Kanada 2018. Ricciardo start dari posisi keenam di Sirkuit Gilles-Villeneuve, Kanada, Senin (11/6/2018) pukul 01.10 dini hari WIB.

Posisi keenam di Gilles-Villeneuve, melambungkan kenangan Ricciardo. Pembalap asal Austalia itu mengklaim kemenangan pertamanya di Kanada pada tahun 2014 saat start di posisi keenam. Kini, di musim 2018, dia berlomba dari tempat yang sama, dan berharap sejarah terulang kembali.

Dengan strategi ban alternatif, Ricciardo yakin dia bisa melakukan lomba habis-habisan dan melampaui pembalap di depan untuk mengulangi kemenangan ajaib itu. Pembalap start terdepan adalah Sebastian Vettel yang mencatat waktu tercepat kualifikasi 1 menit 10.764 detik. (Baca juga: Rebut Posisi Pole, Vettel Optimistis Naik Podium GP Kanada 2018 ).

Lalu, Valtteri Bottas (1:10.857), Max Verstappen (1:10.937). Sementara Lewis Hamilton di posisi keempat dengan catatan 1:10.996, Kimi Raikkonen (1:11.095) di posisi kelima, dan Ricciardo (1:11.116).Garasi Red Bull memilih ban hipersoft untuk Ricciardo dan rekan setim Max Verstappen di kualifkasi kedua, Sabtu (9/6/2018). Sementara Mercedes dan Ferrari menggunakan ultrasoft yang lebih tahan lama, tetapi lebih lambat.

Ricciardo mengatakan setelah kualifikasi, strategi memungkinkan dia menjadi agresif pada tahap awal lomba dan memberinya kesempatan mendapatkan posisi lintasan yang penting diantara para pesaingnya.

“Mulai lomba dengan hipersoft membuat kami agresif dalam menyerang, jadi semoga ini juga membuat lomba yang bagus,” kata Ricciardo pada laman resmi Formula One.

Ketika ditanya apakah itu berarti dia dapat memenangkan balapan dari urutan keenam, tegas Ricciardo menjawab: “Saya melakukannya di 2014."

“Beberapa lap pertama akan menentukan balapan, tetapi juga jika kami benar-benar bisa berjalan baik dengan ban hipersoft. Jika kami bisa melakukannya, maka kami akan nyaman di balapan nanti."

“Kami memikirkan kemungkinan memiliki mobil yang bisa mengambil alih di awal mungkin. Dan hanya memberi kami kinerja awal ekstra di hipersoft. Kami merasa layak mengambil risiko."

“Kami juga merasa bahwa bisa lebih baik dengan ban daripada yang lain. Jika kami melakukan hal yang sama dengan mereka, kami berpikir, 'Bagaimana kami bisa mengalahkan mereka?' Ini adalah trek yang sulit untuk menyalip, jadi kami akan mencoba dan memanfaatkan dengan beberapa posisi lintasan di beberapa lap pertama.”
(sha)
Berita Terkait
Hasil Buruk Pengaruhi...
Hasil Buruk Pengaruhi Mental Stroll di Ajang Formula 1
Penonton Bisa Hadir...
Penonton Bisa Hadir di GP Portugal
Akhir Pahit Pengabdian...
Akhir Pahit Pengabdian Grosjean di Haas
F1 Batalkan Seluruh...
F1 Batalkan Seluruh Race di Luar Eropa, Publik Brasil Kecewa
Perebutan Juara Dunia...
Perebutan Juara Dunia Formula 1 Masih Tetap Panas
Teka-Teki Tandem Verstappen...
Teka-Teki Tandem Verstappen di Tim Red Bull Racing
Berita Terkini
90 Menit yang Bisa Mengubah...
90 Menit yang Bisa Mengubah Takdir Lamine Yamal Jadi Legenda
2 jam yang lalu
Spanyol 2010 vs 2026:...
Spanyol 2010 vs 2026: Dari Tiki-Taka Menuju Era Baru La Furia Roja
4 jam yang lalu
Statistik Ungkap Rahasia...
Statistik Ungkap Rahasia Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Harry Kane Bantah Rumor...
Harry Kane Bantah Rumor Konflik Jude Bellingham dan Thomas Tuchel
7 jam yang lalu
Keamanan Diperketat...
Keamanan Diperketat Jelang Duel Panas Inggris vs Argentina
9 jam yang lalu
Profil Ismail Elfath,...
Profil Ismail Elfath, Mantan Tukang Protes yang Jadi Wasit Duel Inggris vs Argentina
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved