Beda Rasa, Main di United dengan Spanyol

Kamis, 21 Maret 2019 - 00:01 WIB
Beda Rasa, Main di United...
Beda Rasa, Main di United dengan Spanyol
A A A
MANCHESTER - David de Gea sudah lama dikenal sebagai tembok tangguh Manchester United. Kiper berusia 28 tahun itu setidaknya telah menggarisbawahi namanya sebagai salah satu pemain yang diandalkan untuk menjaga United tetap kompetitif di semua kompetisi musim ini.

Bersama United, karier De Gea semakin menanjak setelah ia mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai kiper terbaik kelima di Liga Inggris dengan menjaga 100 clean sheet dari 267 pertandingan bersama Setan Merah. Tapi ia tidak bisa berada terlalu lama di zona aman.

Pasalnya, tujuannya bukan hanya membawa United meraih sejumlah gelar di semua kompetisi yang diikutinya. Tapi De Gea harus memikirkan tentang kariernya di tim nasional Spanyol. Ya, karier mantan kiper Atletico Madrid bersama tim Matador bertolak belakang dengan penampilannya di klub.

Di skuat Spanyol, De Gea hanya melakukan 18 clean sheet dari 38 pertandingan yang telah dimainkannya. Dia masih belum bisa menandingi rapor Iker Casillas sebagai kiper teratas La Roja dengan persentase 61%.

Sehingga tak aneh jika penikmat sepak bola di Spanyol bakal menyoroti penampilannya saat membela tim Matador kontra Norwegia pada laga penyisihan Grup F Kualifikasi Piala Eropa 2020. Sebab, kegagalannya mengantarkan Spanyol juara di Piala Dunia 2018 tampaknya masih membebaninya hingga saat ini.

Namun mantan kiper United, Ricardo Lopez Felipe mengatakan apa yang terjadi di Piala Dunia 2018 terlalu dibesar-besarkan. "Saya tidak berpikir itu benar bahwa ada dua versi De Gea. Yang terjadi adalah bahwa itu adalah pengaturan yang berbeda dengan tim nasional daripada United," jelas Lopez.

Sementara itu, kiper Rayo Vallecano Stole Dimitrievski, memiliki pandangan yang berbeda tentang De Gea. "Saya tidak tahu apa itu tetapi jelas bahwa De Gea yang kami lihat setiap minggu di United jauh lebih aman daripada yang bermain dengan Spanyol. Saya menonton pertandingannya di Liga Premier dan perasaan yang saya miliki adalah bahwa jika striker menendang semuanya kepadanya, mereka masih tidak akan mencetak gol. Tapi itu bukan perasaan yang sama yang saya dapatkan ketika saya menonton pertandingannya dengan tim nasional."

Namun, keduanya sepakat dalam hal kualitas De Gea. "Dia memiliki tujuan yang spektakuler dan memiliki refleks yang luar biasa dengan kemampuan untuk bereaksi lebih baik daripada norma," tambah Dimitrevski.

"Kita berbicara tentang kiper yang masuk dalam lima besar di dunia. Dia luar biasa. Dia menonjol karena refleks, koordinasi dan ketangkasannya," sahut Lopez.
(sha)
Berita Terkait
Jelang Piala Dunia 2022,...
Jelang Piala Dunia 2022, David de Gea Dicoret dari Timnas Spanyol
Manchester United vs...
Manchester United vs Sevilla: Meredam Kutukan Tim Spanyol
Luis Enrique Masuk Radar...
Luis Enrique Masuk Radar Pengganti Rangnick di Man United
Duel Ulang Khabib VS...
Duel Ulang Khabib VS McGregor, Timnas U-19 Ditekuk Bulgaria 3-0
Gara-Gara Manchester...
Gara-Gara Manchester United, Koeman Emoh Mainkan Dembele
Jelang vs Belgia, Sanco...
Jelang vs Belgia, Sanco Enyahkan Manchester United
Berita Terkini
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
1 jam yang lalu
Perjalanan Inggris dan...
Perjalanan Inggris dan Argentina: 13 vs 17 Gol, Siapa yang Menang?
1 jam yang lalu
Perjalanan Prancis dan...
Perjalanan Prancis dan Spanyol: Siapa Layak ke Final Piala Dunia 2026?
2 jam yang lalu
Sejarah Wonderwall Milik...
Sejarah Wonderwall Milik Oasis Jadi Anthem Suporter Inggris di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Jersey Antonela Jadi...
Jersey Antonela Jadi Jimat Keberuntungan Argentina?
6 jam yang lalu
Superkomputer Jagokan...
Superkomputer Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026, Argentina Bukan Unggulan
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved