Jika Lorenzo Masih Gerutu, Honda Bakal Akhiri Kerja Sama
Jum'at, 07 Juni 2019 - 17:01 WIB
Jika Lorenzo Masih Gerutu, Honda Bakal Akhiri Kerja Sama
A
A
A
BOLOGNA - Carlo Pernat selaku pengamat MotoGP menilai bahwa kepergian Jorge Lorenzo ke Jepang bukan mencari solusi melainkan mempertanyakan mengapa motor tunggangannya tidak kompetitif seperti rekan setimnya Marc Marquez. Seharusnya jika motor Honda memenangkan balapan, maka tidak ada persoalan yang serius.
Pernat mengatakan persoalan justru datang dari Lorenzo sendiri. Karena, dia tampak kesulitan untuk mengenal karakteristik motor Honda yang menjadi tunggangan barunya sejak pindah dari tim Ducati Corse.
"Sejauh menyangkut Lorenzo, saya akan mengatakan dia hanya mencari penghinaan. Kepergian dia ke Jepang apakah untuk membahas mengenai motor Honda yang dibuat untuk Marc atau tidak?" kata Pernat dikutip dari Motosan, Jumat (7/6).
"Di atas hal-hal lain, Marquez telah meresponsnya. Lorenzo dalam momen yang sangat rumit karena dia tidak menang dan dia dikalahkan. Apa yang bisa kamu lakukan dari Jepang? Mereka akan membantunya dalam aspek-aspek tertentu tetapi mereka tidak akan mengganti sepeda motor karena Marquez menang. Mungkin di akhir musim jika semuanya berlanjut seperti ini Honda akan memutus kontrak," pungkas Pernat.
Pernat mengatakan persoalan justru datang dari Lorenzo sendiri. Karena, dia tampak kesulitan untuk mengenal karakteristik motor Honda yang menjadi tunggangan barunya sejak pindah dari tim Ducati Corse.
"Sejauh menyangkut Lorenzo, saya akan mengatakan dia hanya mencari penghinaan. Kepergian dia ke Jepang apakah untuk membahas mengenai motor Honda yang dibuat untuk Marc atau tidak?" kata Pernat dikutip dari Motosan, Jumat (7/6).
"Di atas hal-hal lain, Marquez telah meresponsnya. Lorenzo dalam momen yang sangat rumit karena dia tidak menang dan dia dikalahkan. Apa yang bisa kamu lakukan dari Jepang? Mereka akan membantunya dalam aspek-aspek tertentu tetapi mereka tidak akan mengganti sepeda motor karena Marquez menang. Mungkin di akhir musim jika semuanya berlanjut seperti ini Honda akan memutus kontrak," pungkas Pernat.
(sha)