Transparansi Alih Manajemen, Kunci Pulihkan Kejayaan Persis Solo

Rabu, 30 Oktober 2019 - 05:30 WIB
Transparansi Alih Manajemen,...
Transparansi Alih Manajemen, Kunci Pulihkan Kejayaan Persis Solo
A A A
JAKARTA - Di era keterbukaan, pengelolaan klub sepak bola, terlebih seperti Persis Solo yang sudah mengakar dan identik dengan masyarakat Surakarta, sudah sewajarnya ditangani lebih transparan dan profesional.

Pemilik klub Persis Solo harus punya orientasi hasil jangka panjang, baik dalam segi prestasi dan manajemen klub demi memuaskan shareholder, seperti klub anggota yang berjumlah 26 klub, fans fanatik, sponsor, pemangku wilayah dan pengelola Stadion Manahan, Solo.

Hal itu ditekankan pengamat olahraga, Fritzs Simandjuntak di Jakarta, Selasa (23/10/2019) terkait dengan problem yang dialami Persis Solo, salah satu klub tertua di Indonesia yang lahir pada tahun 1923.

Meski sejak 2015 klub tersebut sudah berbadan hukum dengan nama PT Persis Solo Saestu (PT PSS), dan pada tahun 2016 juga telah menggandeng PT Syahdana Property Nusantara (PT SPN) sebagai investor, namun Persis Solo belum juga bangkit dari keterpurukan prestasi. Juara perserikatan tujuh kali itu harus puas bermain di Liga 2 dan belum bisa promosi ke Liga 1.

"Di era terbuka seperti sekarang ini, dimana informasi bisa diakses siapa saja serta indikator keberhasilan dalam pengelolaan klub sepak bola bisa diukur dari berbagai faktor, seperti prestasi, kualitas pemain atau pelatih yang dikontrak, serta track record pemilik atau manajemen klub, maka klub sepak bola harus transparasi dalam pengelolaannya. Jika tidak, maka yang muncul adalah ketidakpercayaan, hilangnya dukungan, dan akhirnya, penolakan atau boikot terhadap klub tersebut," bebernya.

Problem yang tengah menimpa Persis Solo bermula dari pelepasan 70% saham dari total 90% saham yang dimiliki oleh SHW di PT PSS kepada Vijaya Fitriasa tanpa melalui mekanisme RUPS.

Artinya akuisisi tersebut dinilai tidak sah dan secara cacat hukum sebab dilakukan tanpa melibatkan Her Suprabu sebagai perwakilan dari Masyarakat Solo dan 26 Klub Internal Persis yang memiliki saham di situ.

"Saya menyarankan agar manajemen Persis Solo lebih terbuka dan transparan dalam menjelaskan apa yang terjadi dan rencana jangka panjang klub tersebut. Termasuk soal akuisisi yang menjadi problem tersebut. Transparansi harus diambil klub tersebut, karena hal itu bisa pula mengundang investor-investor lain yang memang ingin serius membangun Persis Solo," ujar Fritzs.
(mir)
Berita Terkait
Hasil Liga 2: Dipermalukan...
Hasil Liga 2: Dipermalukan 10 Pemain PSCS Cilacap, Persis Solo Tetap Lolos 8 Besar
Hasil Liga 2 2021/2022:...
Hasil Liga 2 2021/2022: Persis Solo Benamkan 10 Pemain Persijap Jepara
Hasil PSG Pati vs Persis...
Hasil PSG Pati vs Persis Solo: Laskar Samber Nyawa Dipaksa Berbagi Poin
Irfan Bachdim Beberkan...
Irfan Bachdim Beberkan Alasan Gabung Persis Solo di Liga 2
Jadi Salah Satu Juragan...
Jadi Salah Satu Juragan Persis Solo, Kaesang Dapat Ucapan Selamat
Marinus Wanewar Resmi...
Marinus Wanewar Resmi Perkuat Lini Serang Persis Solo
Berita Terkini
Lahirkan Calon Juara...
Lahirkan Calon Juara Dunia, PB Pertacami Fokuskan Atlet MMA Ikut 4 Kompetisi Bergengsi
40 menit yang lalu
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
45 menit yang lalu
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Jerman Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Dr. Suzanne Huurman,...
Dr. Suzanne Huurman, Satu-Satunya Kepala Medis Perempuan di Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Jelang Kontra Inggris,...
Jelang Kontra Inggris, Harry Kane Masuk Daftar Sihir Dukun Ghana
6 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Jam Tangan,...
Sejarah Jam Tangan, Ternyata Awalnya Dibuat oleh Tukang Kunci
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved