Sepakati Kontrak Baru, Apa Iya Juve Butuh Buffon?
Selasa, 24 Maret 2020 - 11:43 WIB
Sepakati Kontrak Baru, Apa Iya Juve Butuh Buffon?
A
A
A
TURIN - Terhentinya kompetisi sementara waktu dipergunakan Juventus untuk melakukan penilaian terhadap kinerja tim. Fokus manajemen La Vecchia Signora adalah memilih para pemain yang dianggap layak mendapatkan kontrak baru.
Juve dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan tiga pilarnya, Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, dan Blaise Matuidi untuk memperpanjang kontrak mereka. Kontrak ketiganya akan berakhir pada 30 Juni mendatang. Mereka menyatakan siap tetap tinggal di Allianz Stadium musim depan, meskipun belum membubuhkan tanda tangan kontrak secara resmi.
Dari tiga nama tersebut, rencana memperpanjang kontrak Buffon memunculkan tanya. Selain soal usia, kontribusi mantan penjaga gawang nomor satu timnas Italia itu pun menjadi tanya. Sepanjang musim ini, penjaga gawang berusia 42 tahun tersebut memang baru tampil 11 kali sejak kembali dari Paris Saint-Germain (PSG).
Sementara musim ini Buffon tampil delapan kali. Satu kali di ajang Liga Champions, tujuh penampilan lainnya di Seri A. Jika diakumulasi dari sisi waktu, 720 menit dengan 15 penyelamatan. Dia kalah bersaing dengan Wojciech Szczesny sehingga memunculkan pertanyaan alasan Juve memperpanjang kontrak Buffon.
Jika dilihat dari sisi pengalaman, Buffon tetaplah memiliki pengalaman dan karisma. Pada periode pertamanya sejak 2001–2018, dia telah mempersembahkan sembilan gelar Seri A: 2001/2002, 2002/2003, 2004/2005, 2005/2006, 2011/2012, 2012/2013, 2013/2014, 2014/2015, 2015/2016, 2016/2017, 2017/2018, empat Coppa Italia 2014/2015, 2015/2016, 2016/2017, 2017/2018, dan lima Supercopa Italiana 2002, 2003, 2012, 2013, 2015.
Ketika Juve terdegradasi, Buffon juga tetap setia dan sukses mempersembahkan Seri B 2006/2007. Hal tersebut membuat mantan pemain AC Parma tersebut pantas mendapatkan kontrak baru.
Selain itu, Juve berkomitmen memperpanjang kontrak Chiellini. Bek berusia 35 tahun tersebut sudah memperkuat klub sejak 2005. Musim ini, Chiellini baru tampil tiga kali setelah mengalami cedera parah.
Sementara Matuidi yang positif terkena Covid-19 juga akan dipertahankan Juve berada di Juventus sejak 2017. Sepanjang musim ini, gelandang Prancis tersebut telah tampil 31 kali dan mencetak satu gol.
Dipertahankannya tiga pemain tersebut diharapkan membuat Juve tetap solid. Maklum, hingga saat ini belum ada kepastian terkait kapan bergulirnya kembali Kompetisi Seri A lantaran wabah Covid-19 di Italia. Sebelum kompetisi dihentikan, La Vecchia Signora memimpin klasemen sementara Seri A dengan 63 poin.
Meski di seluruh penjuru Italia sedang di-lockdown, bek Juve Matthijs de Ligt dikabarkan tetap tenang dan memilih tinggal di Turin. De Ligt bahkan mengaku kerasan tinggal di Italia dan berharap bisa memperkuat Juve untuk jangka waktu yang lama. "Saya dan pacar saya, Annekee, jatuh cinta kepada Turin dan Italia. Saya dengan senang hati akan tetap di sini selama lima atau 10 tahun," ungkap De Ligt.
Komitmen De Ligt dibenarkan ayah Annekee, Keye Molenaar. Dia mengatakan keduanya sangat betah tinggal di Italia kendati saat ini negara tersebut sedang berada di masa-masa sulit. Molenaar mengaku lega karena De Ligt dinyatakan negatif dari Covid-19, begitu juga Annekee.
Molenaar berharap keduanya dapat saling menjaga satu sama lain hingga kondisi di Italia membaik. "De Ligt dinyatakan negatif sehingga Annekee tidak memerlukan tes apa pun. Saya harus mengatakan bahwa Juve sedang mengalami hari-hari yang sulit. Mereka lebih dari sekadar klub, melainkan keluarga. Awalnya ada sedikit kecemasan, terutama karena putri saya menjadi sangat dekat dengan Michela, pacar Rugani, yang juga positif Covid-19,” papar Molenaar. (Alimansyah)
Juve dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan tiga pilarnya, Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, dan Blaise Matuidi untuk memperpanjang kontrak mereka. Kontrak ketiganya akan berakhir pada 30 Juni mendatang. Mereka menyatakan siap tetap tinggal di Allianz Stadium musim depan, meskipun belum membubuhkan tanda tangan kontrak secara resmi.
Dari tiga nama tersebut, rencana memperpanjang kontrak Buffon memunculkan tanya. Selain soal usia, kontribusi mantan penjaga gawang nomor satu timnas Italia itu pun menjadi tanya. Sepanjang musim ini, penjaga gawang berusia 42 tahun tersebut memang baru tampil 11 kali sejak kembali dari Paris Saint-Germain (PSG).
Sementara musim ini Buffon tampil delapan kali. Satu kali di ajang Liga Champions, tujuh penampilan lainnya di Seri A. Jika diakumulasi dari sisi waktu, 720 menit dengan 15 penyelamatan. Dia kalah bersaing dengan Wojciech Szczesny sehingga memunculkan pertanyaan alasan Juve memperpanjang kontrak Buffon.
Jika dilihat dari sisi pengalaman, Buffon tetaplah memiliki pengalaman dan karisma. Pada periode pertamanya sejak 2001–2018, dia telah mempersembahkan sembilan gelar Seri A: 2001/2002, 2002/2003, 2004/2005, 2005/2006, 2011/2012, 2012/2013, 2013/2014, 2014/2015, 2015/2016, 2016/2017, 2017/2018, empat Coppa Italia 2014/2015, 2015/2016, 2016/2017, 2017/2018, dan lima Supercopa Italiana 2002, 2003, 2012, 2013, 2015.
Ketika Juve terdegradasi, Buffon juga tetap setia dan sukses mempersembahkan Seri B 2006/2007. Hal tersebut membuat mantan pemain AC Parma tersebut pantas mendapatkan kontrak baru.
Selain itu, Juve berkomitmen memperpanjang kontrak Chiellini. Bek berusia 35 tahun tersebut sudah memperkuat klub sejak 2005. Musim ini, Chiellini baru tampil tiga kali setelah mengalami cedera parah.
Sementara Matuidi yang positif terkena Covid-19 juga akan dipertahankan Juve berada di Juventus sejak 2017. Sepanjang musim ini, gelandang Prancis tersebut telah tampil 31 kali dan mencetak satu gol.
Dipertahankannya tiga pemain tersebut diharapkan membuat Juve tetap solid. Maklum, hingga saat ini belum ada kepastian terkait kapan bergulirnya kembali Kompetisi Seri A lantaran wabah Covid-19 di Italia. Sebelum kompetisi dihentikan, La Vecchia Signora memimpin klasemen sementara Seri A dengan 63 poin.
Meski di seluruh penjuru Italia sedang di-lockdown, bek Juve Matthijs de Ligt dikabarkan tetap tenang dan memilih tinggal di Turin. De Ligt bahkan mengaku kerasan tinggal di Italia dan berharap bisa memperkuat Juve untuk jangka waktu yang lama. "Saya dan pacar saya, Annekee, jatuh cinta kepada Turin dan Italia. Saya dengan senang hati akan tetap di sini selama lima atau 10 tahun," ungkap De Ligt.
Komitmen De Ligt dibenarkan ayah Annekee, Keye Molenaar. Dia mengatakan keduanya sangat betah tinggal di Italia kendati saat ini negara tersebut sedang berada di masa-masa sulit. Molenaar mengaku lega karena De Ligt dinyatakan negatif dari Covid-19, begitu juga Annekee.
Molenaar berharap keduanya dapat saling menjaga satu sama lain hingga kondisi di Italia membaik. "De Ligt dinyatakan negatif sehingga Annekee tidak memerlukan tes apa pun. Saya harus mengatakan bahwa Juve sedang mengalami hari-hari yang sulit. Mereka lebih dari sekadar klub, melainkan keluarga. Awalnya ada sedikit kecemasan, terutama karena putri saya menjadi sangat dekat dengan Michela, pacar Rugani, yang juga positif Covid-19,” papar Molenaar. (Alimansyah)
(ysw)