Terry kecewa diperlakukan tidak adil
Rabu, 11 Juli 2012 - 18:33 WIB
Terry kecewa diperlakukan tidak adil
A
A
A
Sindonews.com – Bek sekaligus Kapten Chelsea John Terry menjalani persidangan rasisme di hari ketiga pada Rabu pagi (11/7) waktu setempat. Ia telah dituduh melakukan tindakan rasisme kepada bek Queens Park Rangers (QPR) Anton Ferdinand.
Pada persidangan tersebut, Terry menyayangkan adanya sikap ketidakadilan. Pemain berusia 31 tahun itu mengungkapkan tidak ada seorang pun yang mempertanyakan apa yang diucapkan Anton Ferdinand pada insiden tersebut.
Dalam persidangan tersebut diperlihatkan rekaman video saat Terry tengah terlibat adu mulut dengan Anton Ferdinand. Pada video tersebut tim penuntut telah menganalisa gerak bibir Terry untuk mengetahui kata yang dikeluarkan mantan kapten timnas Inggris itu.
Hal tersebut membuat Terry merasa diperlakukan tidak adil. Pasalnya, tak ada yang menganalisis mengenai kata yang diucapkan Anton Ferdinand pada insiden tersebut. "Tak seorang pun di ruangan ini dapat memberitahu saya, apa yang saya dengar. Tidak ada video yang mengarah Anton. Video itu selalu fokus kepada saya dan itu sangat disayangkan,” ungkap Terri seperti dikutip Sport Mole, Rabu (11/7/2012)
“Mengapa insiden ini sangat melewati batas, saya pernah mendengar cacian sejuta kali sebelum ini? Saya mendengar apa yang saya dengar dilapangan, tapi anda tidak dapat memberitahu saya apa yang saya dengar,” tambahnya.
Pada persidangan tersebut, Terry menyayangkan adanya sikap ketidakadilan. Pemain berusia 31 tahun itu mengungkapkan tidak ada seorang pun yang mempertanyakan apa yang diucapkan Anton Ferdinand pada insiden tersebut.
Dalam persidangan tersebut diperlihatkan rekaman video saat Terry tengah terlibat adu mulut dengan Anton Ferdinand. Pada video tersebut tim penuntut telah menganalisa gerak bibir Terry untuk mengetahui kata yang dikeluarkan mantan kapten timnas Inggris itu.
Hal tersebut membuat Terry merasa diperlakukan tidak adil. Pasalnya, tak ada yang menganalisis mengenai kata yang diucapkan Anton Ferdinand pada insiden tersebut. "Tak seorang pun di ruangan ini dapat memberitahu saya, apa yang saya dengar. Tidak ada video yang mengarah Anton. Video itu selalu fokus kepada saya dan itu sangat disayangkan,” ungkap Terri seperti dikutip Sport Mole, Rabu (11/7/2012)
“Mengapa insiden ini sangat melewati batas, saya pernah mendengar cacian sejuta kali sebelum ini? Saya mendengar apa yang saya dengar dilapangan, tapi anda tidak dapat memberitahu saya apa yang saya dengar,” tambahnya.
(aww)