Krisis Malaga Bikin Rumit Proses Transfer
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 11:46 WIB
Krisis Malaga Bikin Rumit Proses Transfer
A
A
A
Sindonews.com– Malaga mencoba keluar dari krisis likuiditas yang cukup rumit seputar penjualan klub.Demi menutupi utang, klub bahkan rela melego beberapa pemain penting.
Nama pemain yang masuk daftar penjualan adalah Santi Cazorla,Salomon Rondon,dan Nacho Monreal. Namun,tidak mudah melepas pemain tersebut.Sebab,dua di antara pemain itu ternyata transfernya belum diselesaikan Malaga.Pemilik klub Sheikh Abdullah al- Thani yang memerintahkan langsung penjualan pemain ini.Nantinya,hasil penjualan beberapa pemain itu akan dialokasikan untuk membayar sebagian utang saat ini.
Tentang Cazorla,sejauh ini Arsenal sudah siap memboyongnya.Cazorla akan mengikuti serangkaian tes medis pekan ini dan diharapkan segera bergabung di Emirates Stadium. Namun,kini muncul pertanyaan baru.Apakah UEFA akan memberikan toleransi kepada klub yang berutang kepada klub lain atau kepada pemainnya sendiri? Ini semua masih dalam tahap negosiasi.Ini tentunya akan membuat Malaga kerepotan,karena harus menyelesaikan dulu utangutangnya sebelum menjual pemain.
UEFA diharapkan bisa bersikap tegas. Begitu juga dengan LFP dan Asosiasi Pemain Profesional Spanyol (AFE).Pada 2010,Mallorca dilarang berlaga di Liga Europa karena utang yang belum dibayarkan kepada klub Spanyol Villarreal.Saat itu,Villarreal mengajukan pengaduan resmi.Sekarang, mereka juga melakukan itu terkait dengan belum beresnya transfer Cazorla pada 2011.Villarreal menuntut bunga dan pajak atas penjualan itu.
Kemudian Hamburg SV juga menuntut Malaga terkait dengan transfer Joris Mathijsen. Disusul Osasuna yang menuntut penyelesaian transfer Monreal. Sheikh al-Thani sudah melakukan usaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengeluarkan dana pribadi.Tapi, bagaimanapun,dia membutuhkan tambahan biaya untuk menyelesaikan utang mereka dengan klub lain.
“Masalah kami memang sedikit aneh.Tapi,kami akan menyelesaikannya,”ujar anggota dewan klub di laman resmi Malaga. Masalah Malaga tak hanya itu.Klub yang dilatih Manuel Pellegrini itu juga akan kehilangan sejumlah pemain lainnya.Salah satunya Jeremy Toulalan. Gelandang berusia 28 tahun itu menyatakan ingin meninggalkan klub.
Perwakilan Toulalan membenarkan hal ini.Mereka menegaskan agar pihak klub tidak menghalangi para pemain yang ingin berganti seragam seandainya krisis keuangan tidak kunjung teratasi. Soalnya,para pemain enggan bermain jika terus dibayangi rasa takut tidak akan mendapat gaji atau semacamnya. Toulalan beserta perwakilannya dikabarkan tengah menggelar diskusi dengan pihak klub.
Kabarnya,pertemuan itu untuk mencari solusi atau menentukan harga seandainya pemain kelahiran Nante,Prancis,itu memutuskan hengkang.Pasalnya,cukup banyak klub Eropa yang meminatinya. Sementara soal kemungkinan Malaga tidak dapat ambil bagian dalam Kualifikasi Liga Champions 2012/2013 karena krisis keuangan,Badan Sepak Bola Tertinggi Eropa (UEFA) membantahnya.Menurut UEFA, pihaknya tidak akan mendiskualifikasi Malaga dari kompetisi tertinggi Eropa tersebut.Malaga akan tetap memiliki satu tempat di babak kualifikasi.
Kabar buruk lainnya,Malaga juga terancam terdegradasi ke Segunda Division.Namun,pihak klub langsung membantah.Mereka menjelaskan bahwa itu semua omong kosong.Musim depan mereka akan tetap tampil di Primera Liga dan itu juga sudah disepakati LFP selaku badan tertinggi Primera Liga
Nama pemain yang masuk daftar penjualan adalah Santi Cazorla,Salomon Rondon,dan Nacho Monreal. Namun,tidak mudah melepas pemain tersebut.Sebab,dua di antara pemain itu ternyata transfernya belum diselesaikan Malaga.Pemilik klub Sheikh Abdullah al- Thani yang memerintahkan langsung penjualan pemain ini.Nantinya,hasil penjualan beberapa pemain itu akan dialokasikan untuk membayar sebagian utang saat ini.
Tentang Cazorla,sejauh ini Arsenal sudah siap memboyongnya.Cazorla akan mengikuti serangkaian tes medis pekan ini dan diharapkan segera bergabung di Emirates Stadium. Namun,kini muncul pertanyaan baru.Apakah UEFA akan memberikan toleransi kepada klub yang berutang kepada klub lain atau kepada pemainnya sendiri? Ini semua masih dalam tahap negosiasi.Ini tentunya akan membuat Malaga kerepotan,karena harus menyelesaikan dulu utangutangnya sebelum menjual pemain.
UEFA diharapkan bisa bersikap tegas. Begitu juga dengan LFP dan Asosiasi Pemain Profesional Spanyol (AFE).Pada 2010,Mallorca dilarang berlaga di Liga Europa karena utang yang belum dibayarkan kepada klub Spanyol Villarreal.Saat itu,Villarreal mengajukan pengaduan resmi.Sekarang, mereka juga melakukan itu terkait dengan belum beresnya transfer Cazorla pada 2011.Villarreal menuntut bunga dan pajak atas penjualan itu.
Kemudian Hamburg SV juga menuntut Malaga terkait dengan transfer Joris Mathijsen. Disusul Osasuna yang menuntut penyelesaian transfer Monreal. Sheikh al-Thani sudah melakukan usaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengeluarkan dana pribadi.Tapi, bagaimanapun,dia membutuhkan tambahan biaya untuk menyelesaikan utang mereka dengan klub lain.
“Masalah kami memang sedikit aneh.Tapi,kami akan menyelesaikannya,”ujar anggota dewan klub di laman resmi Malaga. Masalah Malaga tak hanya itu.Klub yang dilatih Manuel Pellegrini itu juga akan kehilangan sejumlah pemain lainnya.Salah satunya Jeremy Toulalan. Gelandang berusia 28 tahun itu menyatakan ingin meninggalkan klub.
Perwakilan Toulalan membenarkan hal ini.Mereka menegaskan agar pihak klub tidak menghalangi para pemain yang ingin berganti seragam seandainya krisis keuangan tidak kunjung teratasi. Soalnya,para pemain enggan bermain jika terus dibayangi rasa takut tidak akan mendapat gaji atau semacamnya. Toulalan beserta perwakilannya dikabarkan tengah menggelar diskusi dengan pihak klub.
Kabarnya,pertemuan itu untuk mencari solusi atau menentukan harga seandainya pemain kelahiran Nante,Prancis,itu memutuskan hengkang.Pasalnya,cukup banyak klub Eropa yang meminatinya. Sementara soal kemungkinan Malaga tidak dapat ambil bagian dalam Kualifikasi Liga Champions 2012/2013 karena krisis keuangan,Badan Sepak Bola Tertinggi Eropa (UEFA) membantahnya.Menurut UEFA, pihaknya tidak akan mendiskualifikasi Malaga dari kompetisi tertinggi Eropa tersebut.Malaga akan tetap memiliki satu tempat di babak kualifikasi.
Kabar buruk lainnya,Malaga juga terancam terdegradasi ke Segunda Division.Namun,pihak klub langsung membantah.Mereka menjelaskan bahwa itu semua omong kosong.Musim depan mereka akan tetap tampil di Primera Liga dan itu juga sudah disepakati LFP selaku badan tertinggi Primera Liga
(wbs)