Hewitt dan Blake sabet Wildcard AS terbuka
Sabtu, 18 Agustus 2012 - 09:15 WIB
Hewitt dan Blake sabet Wildcard AS terbuka
A
A
A
Sindonews.com – Petenis asal Australia Lleyton Hewitt dan James Blake (Amerika Serikat) mendapatkan wildcard untuk tampil di Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2012 di Flushing Meadows ,New York, Amerika Serikat (AS),27 Agustus–9 September mendatang.
Menurut Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA),Hewitt dan Blake merupakan dua dari delapan petenis yang diberikan kesempatan tampil pada grand slam penutup tahun tersebut. USTA tentu punya alasan memberikan wildcard kepada Hewitt dan Blake yang secara peringkat dunia memang tidak memenuhi syarat.Kini,Hewitt menempati peringkat 134 dunia,sedangkan Blake berada di posisi 106 ATP.
Salah satunya,kedua petenis tersebut memiliki reputasi yang sangat bagus di dunia. Hewitt misalnya,merupakan juara AS Terbuka pada 2001.Saat itu,dia menundukkan mantan petenis nomor satu dunia Yevgeny Kafelnikof pada semifinal dan mengalahkan empat kali juara AS Terbuka Pete Sampras pada partai puncak.Tahun itu memang menjadi tahun terbaiknya karena dia berhasil meraih enam gelar sepanjang 2001 Keberhasilannya itu membuat dia berada di puncak karier sebagai petenis nomor satu dunia.
Bahkan,setelah itu,dia menyabet mahkota Wimbledon pada 2002. Selama kariernya, dia meraih 28 gelar pada tunggal putra. Namun,saat ini petenis berusia 31 tahun tersebut berada di posisi 134 dunia.Dia pun melewati Amerika Serikat Terbuka dua kali dalam empat tahun. Penampilannya pada Australia Terbuka pun harus terhenti setelah kalah pada babak keempat,Januari lalu.Begitu juga pada penampilannya di Prancis Terbuka dan Wimbledon,dia tersingkir sejak babak pertama.
Selain itu,alasan lain pemberian wildcard kepada Hewitt karena Asosiasi Tenis Amerika Serikat ingin membalas perlakuan Australia yang sudah memberikan wildcardkepada beberapa petenis AS untuk tampil di Grand Slam Australia Terbuka.Itu pun berlaku untuk petenis Prancis Guillaume Rufin yang mendapat wildcarddi AS Terbuka,sebagai timbal balik kepada Penyelenggara Prancis Terbuka yang kerap memberikan wildcard kepada para petenis AS.
“Saya seperti orang yang lapar.Apalagi, saya merasa tidak beruntung dalam beberapa tahun terakhir ini,”ungkap Hewitt,dilansir Tennis-x.com.“Kini,dengan wildcard di tangan,saya akan berusaha tampil maksimal di AS Terbuka.Jika saya mendapatkannya, saya pasti memiliki peluang bagus untuk menunjukkan permainan terbaik,”paparnya. Sementara untuk Blake yang saat ini berada di peringkat 106 dunia,USTA tentu ingin memberikan penghargaan kepadanya.
Selain predikatnya sebagai petenis AS,Blake kerap meraih prestasi di AS Terbuka meski belum sampai level juara.Pada event2005 dan 2006 misalnya,dia mampu mencapai perempat final turnamen grand slam lapangan keras itu. Selain Hewitt,Blake,dan Rufin,Steve Jhonson yang merupakan juara tunggal NCAA juga mendapatkan wildcard.
Begitu juga Dennis Novikov (AS), Jack Sock (juara Amerika Serikat Terbuka Junior 2010 asal AS),Denis Kudla (AS—mantan nomor 3 junior dunia),dan Rajeev Ram (AS) mendapatkan kesempatan tampil di ajang bergengsi tersebut.
Menurut Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA),Hewitt dan Blake merupakan dua dari delapan petenis yang diberikan kesempatan tampil pada grand slam penutup tahun tersebut. USTA tentu punya alasan memberikan wildcard kepada Hewitt dan Blake yang secara peringkat dunia memang tidak memenuhi syarat.Kini,Hewitt menempati peringkat 134 dunia,sedangkan Blake berada di posisi 106 ATP.
Salah satunya,kedua petenis tersebut memiliki reputasi yang sangat bagus di dunia. Hewitt misalnya,merupakan juara AS Terbuka pada 2001.Saat itu,dia menundukkan mantan petenis nomor satu dunia Yevgeny Kafelnikof pada semifinal dan mengalahkan empat kali juara AS Terbuka Pete Sampras pada partai puncak.Tahun itu memang menjadi tahun terbaiknya karena dia berhasil meraih enam gelar sepanjang 2001 Keberhasilannya itu membuat dia berada di puncak karier sebagai petenis nomor satu dunia.
Bahkan,setelah itu,dia menyabet mahkota Wimbledon pada 2002. Selama kariernya, dia meraih 28 gelar pada tunggal putra. Namun,saat ini petenis berusia 31 tahun tersebut berada di posisi 134 dunia.Dia pun melewati Amerika Serikat Terbuka dua kali dalam empat tahun. Penampilannya pada Australia Terbuka pun harus terhenti setelah kalah pada babak keempat,Januari lalu.Begitu juga pada penampilannya di Prancis Terbuka dan Wimbledon,dia tersingkir sejak babak pertama.
Selain itu,alasan lain pemberian wildcard kepada Hewitt karena Asosiasi Tenis Amerika Serikat ingin membalas perlakuan Australia yang sudah memberikan wildcardkepada beberapa petenis AS untuk tampil di Grand Slam Australia Terbuka.Itu pun berlaku untuk petenis Prancis Guillaume Rufin yang mendapat wildcarddi AS Terbuka,sebagai timbal balik kepada Penyelenggara Prancis Terbuka yang kerap memberikan wildcard kepada para petenis AS.
“Saya seperti orang yang lapar.Apalagi, saya merasa tidak beruntung dalam beberapa tahun terakhir ini,”ungkap Hewitt,dilansir Tennis-x.com.“Kini,dengan wildcard di tangan,saya akan berusaha tampil maksimal di AS Terbuka.Jika saya mendapatkannya, saya pasti memiliki peluang bagus untuk menunjukkan permainan terbaik,”paparnya. Sementara untuk Blake yang saat ini berada di peringkat 106 dunia,USTA tentu ingin memberikan penghargaan kepadanya.
Selain predikatnya sebagai petenis AS,Blake kerap meraih prestasi di AS Terbuka meski belum sampai level juara.Pada event2005 dan 2006 misalnya,dia mampu mencapai perempat final turnamen grand slam lapangan keras itu. Selain Hewitt,Blake,dan Rufin,Steve Jhonson yang merupakan juara tunggal NCAA juga mendapatkan wildcard.
Begitu juga Dennis Novikov (AS), Jack Sock (juara Amerika Serikat Terbuka Junior 2010 asal AS),Denis Kudla (AS—mantan nomor 3 junior dunia),dan Rajeev Ram (AS) mendapatkan kesempatan tampil di ajang bergengsi tersebut.
(wbs)