Pembalap Jatim sodok runner-up di etape pertama
Rabu, 29 Agustus 2012 - 22:48 WIB

Pembalap Jatim sodok runner-up di etape pertama
A
A
A
Sindonews.com - Kejutan terjadi di etape pertama kejuaraan balap sepeda Tour de East Java (TdEJ), Rabu (29/8/2012). Pembalap tim PON Jatim, Eko Bayu Nurhidayat berhasil finis kedua dengan catatan waktu 2 jam 03 menit 54 detik.
Eko terpaut 26 detik darisang juara yang didudukiYeung Ying Hon Ronald dari Tim Hongkong, China dengan waktu 2:03.28. Sedangkan tempat ketiga di tempati Ivan Tsissarukdari Track Team Astana yang membukukan waktu 2.03.59.
Sukses Eko menembus posisi kedua di luar dugaan. Selain TdEJ sebagai ajang pemanasan sebelum tampil di PON XVIII, sejak start di Pantai Bentar, Kab Probolinggo, Eko tidak pernah memimpin di depan. Eko lebih banyak berada di rombongan besar.
Bahkan, ketika perlombaan memasuki Pasuruan dan Purwosari, Eko masih tercecer di belakang. Posisi terdepan ditempati dua pembalap tim Hongkong, Yeung dan Ho Burr. Namun, ketika memasuki medan tanjakan di Lawang, Eko mulai masuk ke rombongan terdepan.
Memasuki 200 meter menjelang finish, Eko bersaing ketat dengan Yeung dan Ivan. Sayang, Eko gagal finis pertama. Eko tidak mampu menyalip Yeung yang leih dulu menginjak garis finis pertama. ’’Sukses ini juga tak lepas dari dukungan teman-teman setim,” kata Yeung.
Keberhasilan Yeung menjuarai etape pertama dengan jarak 84,4 kilometer ini semakin lengkap setelah merebut gelar raja tanjakan (King of Mountain) dengan poin 10. Disusul Eko dan Nikita Panassenko (Astana) dengan poin 7 dan 5.
Yeung juga sukses memegang yellow jersey, green jersey, red jersey dan white jersey. Sayang, Yeung gagal menghantarkan timnya menjadi juara umum beregu. Tim Hongkong berada di urutan ketiga. Juara umum beregu justru diraih Track Team Astana dan PSN di urutan kedua.
Sementara Eko merasa bangga dengan keberhasilan finis di peringkat kedua. Sebab, sejak awal dia tidak dibenani target apapun karena hanya sekadar pemanasan sebelum tampil PON, "Saya hanya mencuri kesempatan saja. Ini menjadi modal berharga untuk membuat lebih percaya diri di PON nanti, " ujarnya.
Sementara itu pemberangkatan etape pertama dilalukan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf tepat pukul 10.00 wib di Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan finish di Singosari, Kabupaten Malang.
Sebanyak 164 pembalap berlomba di etape I dengan jarak 84,4 Km. Diantara 164 pembalap itu, terdapat pembalap dari 14 negara. Empat tim lainnya dari Indonesia. “Saya berharap balapan TdEJ ini bisa menarik pembalap asing untuk melihat tempat wisata di Jatim. Tidak sekedar perlombaan saja,” kata Gus Ipul sebelum melepas rombongan pembalap di Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo.
Acara seremonial pemberangkatan pembalap TdEJ etape I ini menarik perhatian masyarakat Probolinggo. Mereka sangat antusias melihat para pembalap asing yang berasal dari 14 negara itu. Untuk memperlancar pemberangkatan pembalap, polisi menutup jalan raya Probolinggo-Situbondo. “Saya senang masyarakat begitu antusias melihat acara pelepasan ini,” tambahnya.
Pada etape pertama, pembalap menempuh rute yang cukup berat. Lepas dari start Pantai Bentar, selanjutnya menuju Ketapang, Nguling, Pasuruan, Purwosari, Purwodadi, Lawang dan finish Singosari. Beberapa medan berat berupa tanjakan ketika memasuki Lawang atau Km 73 sebelum memasuki finish di Singosari.
Eko terpaut 26 detik darisang juara yang didudukiYeung Ying Hon Ronald dari Tim Hongkong, China dengan waktu 2:03.28. Sedangkan tempat ketiga di tempati Ivan Tsissarukdari Track Team Astana yang membukukan waktu 2.03.59.
Sukses Eko menembus posisi kedua di luar dugaan. Selain TdEJ sebagai ajang pemanasan sebelum tampil di PON XVIII, sejak start di Pantai Bentar, Kab Probolinggo, Eko tidak pernah memimpin di depan. Eko lebih banyak berada di rombongan besar.
Bahkan, ketika perlombaan memasuki Pasuruan dan Purwosari, Eko masih tercecer di belakang. Posisi terdepan ditempati dua pembalap tim Hongkong, Yeung dan Ho Burr. Namun, ketika memasuki medan tanjakan di Lawang, Eko mulai masuk ke rombongan terdepan.
Memasuki 200 meter menjelang finish, Eko bersaing ketat dengan Yeung dan Ivan. Sayang, Eko gagal finis pertama. Eko tidak mampu menyalip Yeung yang leih dulu menginjak garis finis pertama. ’’Sukses ini juga tak lepas dari dukungan teman-teman setim,” kata Yeung.
Keberhasilan Yeung menjuarai etape pertama dengan jarak 84,4 kilometer ini semakin lengkap setelah merebut gelar raja tanjakan (King of Mountain) dengan poin 10. Disusul Eko dan Nikita Panassenko (Astana) dengan poin 7 dan 5.
Yeung juga sukses memegang yellow jersey, green jersey, red jersey dan white jersey. Sayang, Yeung gagal menghantarkan timnya menjadi juara umum beregu. Tim Hongkong berada di urutan ketiga. Juara umum beregu justru diraih Track Team Astana dan PSN di urutan kedua.
Sementara Eko merasa bangga dengan keberhasilan finis di peringkat kedua. Sebab, sejak awal dia tidak dibenani target apapun karena hanya sekadar pemanasan sebelum tampil PON, "Saya hanya mencuri kesempatan saja. Ini menjadi modal berharga untuk membuat lebih percaya diri di PON nanti, " ujarnya.
Sementara itu pemberangkatan etape pertama dilalukan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf tepat pukul 10.00 wib di Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan finish di Singosari, Kabupaten Malang.
Sebanyak 164 pembalap berlomba di etape I dengan jarak 84,4 Km. Diantara 164 pembalap itu, terdapat pembalap dari 14 negara. Empat tim lainnya dari Indonesia. “Saya berharap balapan TdEJ ini bisa menarik pembalap asing untuk melihat tempat wisata di Jatim. Tidak sekedar perlombaan saja,” kata Gus Ipul sebelum melepas rombongan pembalap di Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo.
Acara seremonial pemberangkatan pembalap TdEJ etape I ini menarik perhatian masyarakat Probolinggo. Mereka sangat antusias melihat para pembalap asing yang berasal dari 14 negara itu. Untuk memperlancar pemberangkatan pembalap, polisi menutup jalan raya Probolinggo-Situbondo. “Saya senang masyarakat begitu antusias melihat acara pelepasan ini,” tambahnya.
Pada etape pertama, pembalap menempuh rute yang cukup berat. Lepas dari start Pantai Bentar, selanjutnya menuju Ketapang, Nguling, Pasuruan, Purwosari, Purwodadi, Lawang dan finish Singosari. Beberapa medan berat berupa tanjakan ketika memasuki Lawang atau Km 73 sebelum memasuki finish di Singosari.
(aww)