Djokovic perlu kosentrasi tingkat tinggi
Sabtu, 08 September 2012 - 11:52 WIB
Djokovic perlu kosentrasi tingkat tinggi
A
A
A
Sindonews.com – Novak Djokovic tinggal dua langkah lagi mempertahankan gelarnya di Amerika Serikat Terbuka 2012. Tantangan terdekat, dia harus menundukkan David Ferrer pada semifinal di Flushing Meadows, New York, AS, hari ini.
Djokovic makin difavoritkan menjadi juara turnamen grand slam akhir tahun ini setelah kekalahan unggulan pertama Roger Federer dari Tomas Berdych pada perempat final. Namun,tidak berarti dia tidak akan tersandung dalam ambisinya merebut gelar juara AS Terbuka.Sebab,dia akan menghadapi lawan berat pada semifinal.
Sebagai juara bertahan,Djokovic tentu masih diunggulkan saat menghadapi Ferrer.Apalagi, keduanya juga sering bertemu di lapangan.Bahkan,Djokovic memiliki rekor kemenangan lebih baik dari lawannya itu dengan meraih 8 kemenangan dan 5 kali kalah.Bahkan,pada pertandingan terakhirnya,dia mampu menang straight set 6- 2,7-6 (1) atas Ferrer pada turnamen lapangan keras Miami Masters.
Namun,Djokovic harus tetap berkonsentrasi penuh untuk meraih hasil maksimal. Apalagi,Ferrer juga petenis yang sudah kenyang pengalaman, meski kalah dari rekor pertemuannya. Kegagalan pada tiga event besar sebelumnya,yakni di Prancis Terbuka, Wimbledon,dan Olimpiade 2012 London harus benarbenar menjadi pelajaran berharga demi mendapatkan gelar juara di Amerika Serikat Terbuka.
”Saya tentu akan waspada menghadapinya.Ferrer adalah lawan tangguh yang tak gampang ditaklukkan. Karena itu, saya akan fokus,” ujar Djokovic,dilansir Sports Yahoo. Yang jelas,Djokovic memang harus mampu menjaga tren positifnya.Apalagi,ini adalah semifinal ke-10 beruntun turnamen grand slamnya.Sejak Wimbldeon 2010,petenis Serbia itu selalu masuk 4 besar di turnamen utama tersebut dan ini menjadi catatan bagus dalam karier tenisnya.
Selain itu,ini juga kesempatan kesembilannya bisa melangkah ke partai final setelah kesuksesannya merebut lima gelar grand slam,yakni Australia Terbuka (2008,2011 dan 2012), Wimbledon (2011),dan AS Terbuka (2011). Petenis asal Serbia ini mengaku senang bisa menjejakkan kakinya di semifinal.Apalagi,Djokovic mengakui bahwa dia tidak bisa meraih kemenangan mudah atas Juan Martin del Potro pada babak perempat final di Arthur Ashe Stadium,kemarin.Dia dipaksa bekerja keras untuk bisa meraih tiket ke fase selanjutnya setelah menang straight set 6-2,7-6(3),6-4.
“Saya sempat kesulitan menundukkan Del Potro. Dia petenis yang luar biasa.Beruntung,saya akhirnya bisa memenangi persaingan itu,” ujar Djokovic. Meski begitu,Djokovic dapat mengambil banyak pelajaran dari pertarungannya dengan Del Potro yang merupakan juara AS Terbuka 2009.Setidaknya,itu menjadi bekal penting sebelum menghadapi Ferrer pada semifinal. Di sisi lain,Ferrer yang lolos ke semifinal setelah menundukkan Janko Tipsarevic (Serbia) dalam laga lima set 6-3,6-7 (5,2-6,6-3,7-6 (4) mengaku tak mengkhawatirkan Djokovic.
Meski tenaganya terkuras habis dalam pertarungan yang memakan waktu 4 jam 31 menit itu,dia tak kehilangan semangat.Dia tetap siap membuat kejutan. Apalagi,dia tak punya beban karena menjadi underdog. Bagi petenis yang belum pernah meraih juara grand slam itu,hasil ini sekaligus mengulang kesuksesannya pada AS Terbuka 2007. Ketika itu,dia menembus semifinal untuk pertama kalinya.Selain itu,dia juga pernah masuk 4 besar di Australia Terbuka (2011) dan Prancis Terbuka (2012).
Hanya memang,dia belum sekalipun menembus final.Itu yang membuatnya termotivasi mengalahkan Djokovic,meski dengan kondisi fisik yang terkuras. “Musim ini adalah yang terbaik dari karier saya.Mungkin itu karena saya tidak pernah mengalami cedera serius dan saya bermain dengan keyakinan,” ujar Ferrer. “Mungkin orang lebih banyak mengetahui Federer,Andy Murray, Djokovic,Del Potro karena mereka pernah memenangkan grand slam. Tapi,saya tidak peduli,dan saya akan buktikan pada semifinal nanti,” kata Ferrer.
Djokovic makin difavoritkan menjadi juara turnamen grand slam akhir tahun ini setelah kekalahan unggulan pertama Roger Federer dari Tomas Berdych pada perempat final. Namun,tidak berarti dia tidak akan tersandung dalam ambisinya merebut gelar juara AS Terbuka.Sebab,dia akan menghadapi lawan berat pada semifinal.
Sebagai juara bertahan,Djokovic tentu masih diunggulkan saat menghadapi Ferrer.Apalagi, keduanya juga sering bertemu di lapangan.Bahkan,Djokovic memiliki rekor kemenangan lebih baik dari lawannya itu dengan meraih 8 kemenangan dan 5 kali kalah.Bahkan,pada pertandingan terakhirnya,dia mampu menang straight set 6- 2,7-6 (1) atas Ferrer pada turnamen lapangan keras Miami Masters.
Namun,Djokovic harus tetap berkonsentrasi penuh untuk meraih hasil maksimal. Apalagi,Ferrer juga petenis yang sudah kenyang pengalaman, meski kalah dari rekor pertemuannya. Kegagalan pada tiga event besar sebelumnya,yakni di Prancis Terbuka, Wimbledon,dan Olimpiade 2012 London harus benarbenar menjadi pelajaran berharga demi mendapatkan gelar juara di Amerika Serikat Terbuka.
”Saya tentu akan waspada menghadapinya.Ferrer adalah lawan tangguh yang tak gampang ditaklukkan. Karena itu, saya akan fokus,” ujar Djokovic,dilansir Sports Yahoo. Yang jelas,Djokovic memang harus mampu menjaga tren positifnya.Apalagi,ini adalah semifinal ke-10 beruntun turnamen grand slamnya.Sejak Wimbldeon 2010,petenis Serbia itu selalu masuk 4 besar di turnamen utama tersebut dan ini menjadi catatan bagus dalam karier tenisnya.
Selain itu,ini juga kesempatan kesembilannya bisa melangkah ke partai final setelah kesuksesannya merebut lima gelar grand slam,yakni Australia Terbuka (2008,2011 dan 2012), Wimbledon (2011),dan AS Terbuka (2011). Petenis asal Serbia ini mengaku senang bisa menjejakkan kakinya di semifinal.Apalagi,Djokovic mengakui bahwa dia tidak bisa meraih kemenangan mudah atas Juan Martin del Potro pada babak perempat final di Arthur Ashe Stadium,kemarin.Dia dipaksa bekerja keras untuk bisa meraih tiket ke fase selanjutnya setelah menang straight set 6-2,7-6(3),6-4.
“Saya sempat kesulitan menundukkan Del Potro. Dia petenis yang luar biasa.Beruntung,saya akhirnya bisa memenangi persaingan itu,” ujar Djokovic. Meski begitu,Djokovic dapat mengambil banyak pelajaran dari pertarungannya dengan Del Potro yang merupakan juara AS Terbuka 2009.Setidaknya,itu menjadi bekal penting sebelum menghadapi Ferrer pada semifinal. Di sisi lain,Ferrer yang lolos ke semifinal setelah menundukkan Janko Tipsarevic (Serbia) dalam laga lima set 6-3,6-7 (5,2-6,6-3,7-6 (4) mengaku tak mengkhawatirkan Djokovic.
Meski tenaganya terkuras habis dalam pertarungan yang memakan waktu 4 jam 31 menit itu,dia tak kehilangan semangat.Dia tetap siap membuat kejutan. Apalagi,dia tak punya beban karena menjadi underdog. Bagi petenis yang belum pernah meraih juara grand slam itu,hasil ini sekaligus mengulang kesuksesannya pada AS Terbuka 2007. Ketika itu,dia menembus semifinal untuk pertama kalinya.Selain itu,dia juga pernah masuk 4 besar di Australia Terbuka (2011) dan Prancis Terbuka (2012).
Hanya memang,dia belum sekalipun menembus final.Itu yang membuatnya termotivasi mengalahkan Djokovic,meski dengan kondisi fisik yang terkuras. “Musim ini adalah yang terbaik dari karier saya.Mungkin itu karena saya tidak pernah mengalami cedera serius dan saya bermain dengan keyakinan,” ujar Ferrer. “Mungkin orang lebih banyak mengetahui Federer,Andy Murray, Djokovic,Del Potro karena mereka pernah memenangkan grand slam. Tapi,saya tidak peduli,dan saya akan buktikan pada semifinal nanti,” kata Ferrer.
(wbs)