Sahin : Kaka tentukan nasib di bursa musim dingin
Jum'at, 21 September 2012 - 13:15 WIB
Sahin : Kaka tentukan nasib di bursa musim dingin
A
A
A
Sindonews.com – Gelandang Real Madrid Ricardo Kaka dikabarkan bakal menentukan masa depannya pada bursa transfer musim dingin mendatang. Informasi tersebut diungkapkan oleh mantan rekan pemain asal Brasil itu di Madrid, Nuri Sahin.
Sahin yang kini dipinjamkan ke Liverpool mengaku bahwa Kaka tengah mmendapatkan tawaran bermain di Turki. Namun, ia tak mengetahui apakah pemain berusia 30 tahun itu akan bermain di negara tersebut.
“Saya sangat tahu dia mendapatkan tawaran untuk bermain di Turki dan saya tahu dia akan mengambil keputusan di bursa musim dingin mendatang,” ungkap Sahin seperti dikutip tribalfootball, Jumat (21/9/2012)
Masa depan Kaka sendiri masih diselimuti tanda tanya. Hal tersebut tak lepas dari jarangnya mantan pemain AC Milan itu masuk starting line-up Los Blancos. Situasi itu membuat Kaka dikabarkan akan hengkang dari Santiago Bernabeu.
Kaka sendiri sempat dikabarkan akan kembali memperkuat Milan dengan status pemain pinjaman. Namun, kubu Milan menyatakan tak sanggup membayar gaji Kaka yang jumlahnya dikabarkan mencapai 10 juta euro atau Rp 110 miliar per tahun.
Sahin yang kini dipinjamkan ke Liverpool mengaku bahwa Kaka tengah mmendapatkan tawaran bermain di Turki. Namun, ia tak mengetahui apakah pemain berusia 30 tahun itu akan bermain di negara tersebut.
“Saya sangat tahu dia mendapatkan tawaran untuk bermain di Turki dan saya tahu dia akan mengambil keputusan di bursa musim dingin mendatang,” ungkap Sahin seperti dikutip tribalfootball, Jumat (21/9/2012)
Masa depan Kaka sendiri masih diselimuti tanda tanya. Hal tersebut tak lepas dari jarangnya mantan pemain AC Milan itu masuk starting line-up Los Blancos. Situasi itu membuat Kaka dikabarkan akan hengkang dari Santiago Bernabeu.
Kaka sendiri sempat dikabarkan akan kembali memperkuat Milan dengan status pemain pinjaman. Namun, kubu Milan menyatakan tak sanggup membayar gaji Kaka yang jumlahnya dikabarkan mencapai 10 juta euro atau Rp 110 miliar per tahun.
(wbs)