Duo Williams dukung pemberdayaan perempuan Afrika
Kamis, 01 November 2012 - 04:54 WIB
Duo Williams dukung pemberdayaan perempuan Afrika
A
A
A
Sindonews.com - Kebanyakan kalangan dari selebriti Afrika-Amerika mengunjungi Afrika adalah sebagai untuk memenuhi kerinduan terhadap Tanah Air leluhur mereka. Namun, tidak demikian halnya bagi petenis Serena Williams. "Saya dengan senang hati mengatakan jika saya dari Afrika," tegasnya, dikutip Super Sport, Rabu waktu setempat (31/10).
"Tapi kami dari Amerika Serikat dan kami juga bangga berasa dari sana," imbuhnya, ketika berada di Lagos, Nigeria, Rabu waktu setempat.
Williams bersaudara bersama ibunya berada di Nigeria pekan ini untuk mempromosikan tenis perempuan dan pemberdayaan perempuan di benua tersebut. Bagi Venus, ini merupakan kali pertama berkunjung di Afrika.
Keduanya merupakan petenis kulit berwarna yang paling sukses di dunia tenis, yang sebelum mereka merupakan salah satu olahraga yang didominasi pemain kulit putih. Mereka ingin memberikan inspirasi perempuan di Afrika untuk mengejar impiannya baik itu di dunia olahraga maupun di bidang lainnya, kendati peluang yang mereka hadapi itu didominasi oleh kaum adam. "Kami mampu untuk memecahkan acuan dan memenangkan banyak Grand Slam serta mengubah wajah tenis.. Ketika tenis didominasi oleh orang kulit putih," tandas Serena, yang beberapa hari lalu mengalahkan Maris Sharapova di final Kejuaraan WTA Istanbul.
"Tidak peduli apa latar belakang anda dan dari mana anda berasal, jika anda memiliki impian dan tujuan, itulah yang terpenting," sambungnya.
Dua bersaudara itu selanjutnya memberikan kelas tenis untuk beberapa anak di sebuah klub olahraga di Lagos. Di hari berikutnya, mereka akan mengunjungi sebuah sekolah untuk membahas masalah pemberdayaan perempuan. Selanjutnya, pada Jumat waktu setempat, Venus akan bermain melawan Serena untuk sebuah pertandingan eksibisi. "Kami sangat senang bisa bermain tenis di sini. Dari semua final di mana-mana, ini akan menjadi final kami di sini di Lagos," ungkap Venus.
"Saya tidak tahu siapa yang akan menang, tapi Serena baru saja memenangkan kejuaraan jadi saya tahu dia lebih siap, tapi aku harus memainkan tenis terbaik yang saya miliki," pungkasnya.
"Tapi kami dari Amerika Serikat dan kami juga bangga berasa dari sana," imbuhnya, ketika berada di Lagos, Nigeria, Rabu waktu setempat.
Williams bersaudara bersama ibunya berada di Nigeria pekan ini untuk mempromosikan tenis perempuan dan pemberdayaan perempuan di benua tersebut. Bagi Venus, ini merupakan kali pertama berkunjung di Afrika.
Keduanya merupakan petenis kulit berwarna yang paling sukses di dunia tenis, yang sebelum mereka merupakan salah satu olahraga yang didominasi pemain kulit putih. Mereka ingin memberikan inspirasi perempuan di Afrika untuk mengejar impiannya baik itu di dunia olahraga maupun di bidang lainnya, kendati peluang yang mereka hadapi itu didominasi oleh kaum adam. "Kami mampu untuk memecahkan acuan dan memenangkan banyak Grand Slam serta mengubah wajah tenis.. Ketika tenis didominasi oleh orang kulit putih," tandas Serena, yang beberapa hari lalu mengalahkan Maris Sharapova di final Kejuaraan WTA Istanbul.
"Tidak peduli apa latar belakang anda dan dari mana anda berasal, jika anda memiliki impian dan tujuan, itulah yang terpenting," sambungnya.
Dua bersaudara itu selanjutnya memberikan kelas tenis untuk beberapa anak di sebuah klub olahraga di Lagos. Di hari berikutnya, mereka akan mengunjungi sebuah sekolah untuk membahas masalah pemberdayaan perempuan. Selanjutnya, pada Jumat waktu setempat, Venus akan bermain melawan Serena untuk sebuah pertandingan eksibisi. "Kami sangat senang bisa bermain tenis di sini. Dari semua final di mana-mana, ini akan menjadi final kami di sini di Lagos," ungkap Venus.
"Saya tidak tahu siapa yang akan menang, tapi Serena baru saja memenangkan kejuaraan jadi saya tahu dia lebih siap, tapi aku harus memainkan tenis terbaik yang saya miliki," pungkasnya.
(aww)