Federer tak ingin pensiun sebelum balas dendam
Jum'at, 16 November 2012 - 16:23 WIB
Federer tak ingin pensiun sebelum balas dendam
A
A
A
Sindonews.com - Petenis peringkat dua dunia, Roger Federer secara tegas mengatakan tidak akan mengakhiri karirnya (pensiun) sebelum membalas kekalahan dari Novak Djokovic di Final ATP World Tur (13/11) kemarin. Dalam partai final tersebut, Djokovic yang merupakan petenis peringkat satu dunia itu mampu menuntaskan laga final dengan kemenangan dua set langsung 7-6 (8-6), 7-5 atas petenis Swiss.
"Saya pikir musim ini saya telah melakukan pertandingan besar dengan melawan sejumlah petenis dari generasi ke generasi dan itu sangat fantastis. Kendati demikian, saya memerlukan inspirasi dan motivasi untuk meningkatkan kebugaran dan peregangan yang lain sebelum akhirnya pergi ke suatu pertandingan atau turnamen besar," katanya seperti dilansir SportMole, Jumat (16/11/2012).
"Kekalahan melawan Djokovic memberikan saya motivasi lebih untuk bermain baik dan saya merasa Rafael Nadal bahkan Andy Murray bukan satu-satunya petenis terbaik yang berada di luar sana. Karena itu, saya belum ingin pensiun sebelum berhasil mengalahkan petenis Serbia tersebut," pungkasnya.
Federer sendiri akan mengawali turnamen besar musim depan dengan Australia Terbuka yang akan dimulai pada Januari mendatang.
"Saya pikir musim ini saya telah melakukan pertandingan besar dengan melawan sejumlah petenis dari generasi ke generasi dan itu sangat fantastis. Kendati demikian, saya memerlukan inspirasi dan motivasi untuk meningkatkan kebugaran dan peregangan yang lain sebelum akhirnya pergi ke suatu pertandingan atau turnamen besar," katanya seperti dilansir SportMole, Jumat (16/11/2012).
"Kekalahan melawan Djokovic memberikan saya motivasi lebih untuk bermain baik dan saya merasa Rafael Nadal bahkan Andy Murray bukan satu-satunya petenis terbaik yang berada di luar sana. Karena itu, saya belum ingin pensiun sebelum berhasil mengalahkan petenis Serbia tersebut," pungkasnya.
Federer sendiri akan mengawali turnamen besar musim depan dengan Australia Terbuka yang akan dimulai pada Januari mendatang.
(akr)