Honda: Ferrari terlalu dominan di F1
Minggu, 25 November 2012 - 13:44 WIB
Honda: Ferrari terlalu dominan di F1
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Presiden Honda Racing, Shuhei Nakamoto, menyindir Ferrari yang dia nilai terlalu dominan di Formula One. Hal itulah, kata Nakamoto, yang membuat Honda akhirnya menarik diri dari balapan jet darat tersebut.
Honda memang sempat mencoba peruntungan di F1 sebanyak dua kali. Pada kesempatan pertama, mereka mencoba tampil pada musim1964, namun pada tahun 1968 mereka menarik diri. Lalu, Honda mencoba lagi pada tahu 2006. Lagi-lagi, mereka hanya bertahan dua musim.
Menurut Nakamoto, Honda tak mampu berkembang karena Ferrari terlalu dominan. Hal ini tak berlaku di MotoGP. Honda, meski dominan, selalu bersikap adil terhadap tim lainnya.
"Secara pribadi, saya mencintai MotoGP dan F1 dengan kuantitas yang sama. Saya bangga bekerja di HRC karena perusahan kami bersedia mendukung kompetisi dan menawarkan sesuatu yang hebat,"kata Nakamoto seperti dilansir Crash.net.
"Di F1, Ferrari memiliki otoritas mutlak. Sejujurnya, kami sangat menderita pada periode itu. Di MotoGP, pada kenyataannya, Honda berada dalam posisi yang sama kuat, tapi kami ingin bersikap adil dengan saingan kami. Jika kami menggunakan kekuatan kami, maka balapan MotoGP akan kehilangan daya tariknya,"ia menambahkan.
Honda memang sempat mencoba peruntungan di F1 sebanyak dua kali. Pada kesempatan pertama, mereka mencoba tampil pada musim1964, namun pada tahun 1968 mereka menarik diri. Lalu, Honda mencoba lagi pada tahu 2006. Lagi-lagi, mereka hanya bertahan dua musim.
Menurut Nakamoto, Honda tak mampu berkembang karena Ferrari terlalu dominan. Hal ini tak berlaku di MotoGP. Honda, meski dominan, selalu bersikap adil terhadap tim lainnya.
"Secara pribadi, saya mencintai MotoGP dan F1 dengan kuantitas yang sama. Saya bangga bekerja di HRC karena perusahan kami bersedia mendukung kompetisi dan menawarkan sesuatu yang hebat,"kata Nakamoto seperti dilansir Crash.net.
"Di F1, Ferrari memiliki otoritas mutlak. Sejujurnya, kami sangat menderita pada periode itu. Di MotoGP, pada kenyataannya, Honda berada dalam posisi yang sama kuat, tapi kami ingin bersikap adil dengan saingan kami. Jika kami menggunakan kekuatan kami, maka balapan MotoGP akan kehilangan daya tariknya,"ia menambahkan.
(aww)