PSSI bingung menentukan peserta Kongres

Selasa, 04 Desember 2012 - 23:58 WIB
PSSI bingung menentukan...
PSSI bingung menentukan peserta Kongres
A A A
Sindonews.com - PSSI mulai ancang-ancang menjelang Kongres di Palangkaraya pada 10 Desember mendatang. Namun, permasalahan yang muncul saat ini adalah siapa pemilik suara yang akan diikutsertakan masih dalam perdebatan.

Kongres ini sendiri digelar sebenarnya telah disepakati dalam MoU antara PSSI, Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), dan PT Liga Indonesia (Liga) yang diprakarsai oleh AFC dalam Task Force (TF). Permintaan kongres diakhir tahun adalah salah satu butir yang harus dijalankan sesuai dengan kesepakatan yang ada.

Tapi menurut PSSI, sampai saat ini mereka belum mendapatkan kejelasan dari AFC dan FIFA terkait peserta kongres. Dengan tidak ada kepastian tersebut, PSSI akhirnya memutuskan untuk berpatokan pada isi MoU. Di mana pada isi MoU yang ada, peserta kongres akan diikuti oleh para peserta yang juga ambil bagian dalam Kongres Luar Biasa (KLB), Solo, Juli 2011.

Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz, sendiri menjelaskan, jika saat ini ada dua voter atau pemilik suara. Voter pertama dalam KLB, Solo, di mana pada akhirnya Djohar Arifin Husin terpilih sebagai ketua umum (ketum) PSSI. Adapun voter kedua, adalah mereka-mereka yang ambil bagian dalam kongres biasa juga di Palangkaraya, 18 Maret silam.

"Kami akan mengundang peserta kongres Solo. Itu berdasarkan MoU. Tapi sebenarnya, mengenai pemilik suara ada dua. Satu berdasarkan statuta dan satu lagi berdasarkan MoU yang sudah disepakati," ungkap Halim.

"Akan tetapi yang jadi permasalahan di sini adalah, kedua voter tersebut sangat bertentangan sebenarnya. Kalau kami menyertakan peserta kongres berdasarkan MoU atau peserta di kongres Solo, sama saja kami melanggar statuta," sambungnya.

Halim pun menambahkan, jika pada akhirnya PSSI mengundang peserta dalam kongres Solo, akan dituliskan beberapa catatan. Adapun catatan-catatan yang dimaksud pria yang biasa disapa Gus Lim ini, nantinya akan disampaikan atau dijelaskan langsung kepada FIFA dan AFC. Hal ini untuk menghindari anggapan PSSi melanggar statuta.

"Jika ada tuduhan kami melanggar statuta, maka kami siap menunjukkan surat yang pernah kami kirim ke mereka (FIFA dan AFC). Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Karena kami juga sudah berkali-kali bertanya kepada mereka, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban." tandas Halim.
(aww)
Berita Terkait
Tak Minat Jadi Waketum...
Tak Minat Jadi Waketum PSSI, Azrul Ananda: Saya Sampai Tak Bisa Tidur
Rully Nere: 7 Program...
Rully Nere: 7 Program LaNyalla Sejahterakan Pemain, Wasit dan Pelatih
Manajemen PSMS Geruduk...
Manajemen PSMS Geruduk Kantor PSSI dan Berikan Ultimatum
Punya Pengalaman Mendunia,...
Punya Pengalaman Mendunia, Erick Thohir dan Ratu Tisha Siap Pimpin PSSI
Iwan Budianto Dihapus...
Iwan Budianto Dihapus dari Daftar Bakal Calon Waketum PSSI
Pangeran Desak Pemilik...
Pangeran Desak Pemilik Hak Suara KLB Pilih Erick Thohir Jadi Ketum PSSI
Berita Terkini
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
2 jam yang lalu
Shin Tae-yong Jadi Pelatih...
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija?
3 jam yang lalu
Jadwal Final Indonesia...
Jadwal Final Indonesia Open 2026: Jonatan Christie dan Raymond/Joaquin Bidik Gelar Perdana
3 jam yang lalu
Marc Marquez Dominan...
Marc Marquez Dominan di Sprint Race MotoGP Hungaria, Veda Ega Start dari Baris Ketiga Moto3
3 jam yang lalu
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
13 jam yang lalu
Gaung NBA Finals 2026...
Gaung NBA Finals 2026 Menghidupkan Atmosfer Basket Jakarta
13 jam yang lalu
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved