Gaji dilunasi, jenazah Mendieta dipulangkan ke Paraguay
Rabu, 05 Desember 2012 - 17:37 WIB
Gaji dilunasi, jenazah Mendieta dipulangkan ke Paraguay
A
A
A
Sindonews - Jenazah striker Persis Solo versi PT Liga Indonesia (Liga) Diego Mendieta diberangkatkan dari Solo ke negara asalnya, Paraguay, malam nanti. Besok atau lusa waktu setempat, pemain bernama lengkap Diego Antonio Mendieta Romero dimakamkan di kampung halamannya.
Mantan Manajer Persis PT LI Totok Supriyanto mengatakan, biaya admistrasi selama perawatan di rumah sakit sudah tidak ada persoalan. Gaji Diego yang sempat tertunggak beberapa bulan juga sudah dilunasi. "Jenazah nanti malam diterbangkan ke Jakarta lalu ke negara asalnya, Paraguay. Semua hak-hak milik Diego, termasuk gaji yang tertunggak sudah dilunasi," katanya, Rabu (5/12).
Dia menegaskan, manajemen Persis PT LI ikut bertanggung jawab atas meninggalnya pemain kelahiran 13 Juni 1980 ini.
"Dia tidak punya keluarga di sini (Solo), manajemen sudah menganggapnya sebagai keluarga, sehingga kita ikut mengurusnya, dari biaya perawatan rumah sakit, biaya pemulangan ke Paraguay termasuk mengurus gajinya yang tertunggak. Saat ini sudah lunas, tidak ada sepeser pun yang tertunggak," papar mantan pemain Persis.
Manajemen mengungkapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada top skor untuk Persis Liga musim lalu. Kalangan pendukung setia Persis, Pasoepati juga ikut prihatin atas meninggalnya pemain yang sudah malang melintas membela sejumlah tim di negeri ini. Pasoepati juga menggalang pengumpulan dana untuk Diego hingga jutaan rupiah.
Sejumlah kalangan ikut memprihatinkan meninggalnya Diego. Di saat butuh biaya perawatan atas sakit yang diderita, gaji sebagai pesepkabola profesional selama 4 bulan belum dibayarkan. Total gaji yang tertuggak lebih dari Rp100 juta. Belum dibayarkannya gaji itu membuat Diego batal pulang untuk proses penyembuhan.
Sebelum meninggal, Diego memang ingin dirawat di negaranya agar bisa dekat dengan istri dan keluarganya. Namun keinginan untuk dekat dengan keluarga tidak terwujud karena gajinya belum dibayar sampai maut akhirnya menjemput pemain berusi 32 tahun ini.
Sementara itu, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Diego sempat tiga kali menjalani opname di tiga rumah sakit (RS) yang berbeda. Awal Awal November 2012, pemain yang identik dengan nomor punggung 29 ini dirawat di RSI Yarsis Solo. Kemudian masuk RS PKU Muhammadiyah Solo dan terakhir di RS Moewardi. Di RS yang terakhir inilah Diego menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (3/12) malam pukul 23.30 WIB.
Mantan Manajer Persis PT LI Totok Supriyanto mengatakan, biaya admistrasi selama perawatan di rumah sakit sudah tidak ada persoalan. Gaji Diego yang sempat tertunggak beberapa bulan juga sudah dilunasi. "Jenazah nanti malam diterbangkan ke Jakarta lalu ke negara asalnya, Paraguay. Semua hak-hak milik Diego, termasuk gaji yang tertunggak sudah dilunasi," katanya, Rabu (5/12).
Dia menegaskan, manajemen Persis PT LI ikut bertanggung jawab atas meninggalnya pemain kelahiran 13 Juni 1980 ini.
"Dia tidak punya keluarga di sini (Solo), manajemen sudah menganggapnya sebagai keluarga, sehingga kita ikut mengurusnya, dari biaya perawatan rumah sakit, biaya pemulangan ke Paraguay termasuk mengurus gajinya yang tertunggak. Saat ini sudah lunas, tidak ada sepeser pun yang tertunggak," papar mantan pemain Persis.
Manajemen mengungkapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada top skor untuk Persis Liga musim lalu. Kalangan pendukung setia Persis, Pasoepati juga ikut prihatin atas meninggalnya pemain yang sudah malang melintas membela sejumlah tim di negeri ini. Pasoepati juga menggalang pengumpulan dana untuk Diego hingga jutaan rupiah.
Sejumlah kalangan ikut memprihatinkan meninggalnya Diego. Di saat butuh biaya perawatan atas sakit yang diderita, gaji sebagai pesepkabola profesional selama 4 bulan belum dibayarkan. Total gaji yang tertuggak lebih dari Rp100 juta. Belum dibayarkannya gaji itu membuat Diego batal pulang untuk proses penyembuhan.
Sebelum meninggal, Diego memang ingin dirawat di negaranya agar bisa dekat dengan istri dan keluarganya. Namun keinginan untuk dekat dengan keluarga tidak terwujud karena gajinya belum dibayar sampai maut akhirnya menjemput pemain berusi 32 tahun ini.
Sementara itu, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Diego sempat tiga kali menjalani opname di tiga rumah sakit (RS) yang berbeda. Awal Awal November 2012, pemain yang identik dengan nomor punggung 29 ini dirawat di RSI Yarsis Solo. Kemudian masuk RS PKU Muhammadiyah Solo dan terakhir di RS Moewardi. Di RS yang terakhir inilah Diego menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (3/12) malam pukul 23.30 WIB.
(aww)