Bukti ketatnya musim 2012
Kamis, 06 Desember 2012 - 11:39 WIB
Bukti ketatnya musim 2012
A
A
A
Sindonews.com - Perhelatan Formula One (F1) 2012 telah ditutup pada seri terakhir GP Brasil, November lalu. Menariknya, berdasarkan data statistik F1 musim 2012, terungkap telah terjadi 1.139 kali manuver overtaking dan 957 kali pitstop dalam 20 seri balapan.
Menurut statistik yang dibuat pabrik ban Pirelli yang dilansir AFP tersebut, overtaking paling sedikit terjadi pada jalur sempit berkelok pada GP Monaco. Saat itu, hanya 12 mobil yang berhasil mengambil alih posisi lawannya.
Sementara aksi overtaking paling banyak terjadi pada seri terakhir di GP Brasil. Pada momentum tersebut terjadi 147 pertukaran posisi, termasuk overtaking Sebastian Vettel terhadap pembalap Toro Rosso Jean-Eric Vergne yang sempatkan dipersoalkan tim Ferrari karena dianggap ilegal. Ferrari bahkan menulis protes resmi kepada Federasi Otomotif Dunia (FIA) untuk dilakukan penyelidikan terhadap tindakan Vettel yang menjadi juara dunia kali ketiga sekalipun finis keenam di Brasil.
Jika saat itu terbukti bersalah, gelar juara dunia Vettel itu pasti akan dicopot. Namun, ternyata FIA tidak melihat overtaking pembalap Red Bull Racing itu sebagai tindakan ilegal sehingga Vettel tetap menjadi juara dunia F1 musim 2012. Yang jelas, aksi-aksi overtaking memang begitu dominan sepanjang balapan musim 2012.
Bahkan, rekor penyalipan di lintasan kering terbanyak terjadi pada GP China, yakni sampai 90 kali. Ketika itu,pembalap Mercedes asal Jerman Nico Rosberg tampil luar biasa dengan merebut pole position sebelum akhirnya menjadi juara GP China. Selain overtaking, momentum pitstop juga mewarnai perhelatan balapan F1 musim ini. Dari 957 piststop yang terjadi sebagian besar memang pergantian ban.
Yang menarik, dari total itu, hujan saat GP Malaysia menyebabkan terjadinya pitstop terbanyak, yakni 76 kali atau 3% per pengemudi dan pitstop tercepat dilakukan Jenson Button yang keluar dari area itu setelah 2,31 detik di GP Jerman. Ban kering membuat pembalap dapat melaju 180 km dengan kecepatan rata-rata 346 km per jam sedangkan di lintasan basah 140 km.
Mengomentari hasil statistik yang melansir rekor overtaking dan pitstop tersebut, Vettel menyebut bahwa hal itu wajar terjadi karena persaingan musim 2012 sangat ketat. Apalagi,faktanya,sampai tujuh seri pertama musim 2012 memang muncul tujuh pembalap berbeda yang menjadi juara.Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan musim 2012.
"Saya sangat beruntung bisa menjadi juara dunia di tengah persaingan yang begitu ketat sepanjang musim 2012. Itu menjadi pelajaran berharga bagi saya menghadapi persaingan musim 2013,"kata Vettel, dilansir Daily Record.
Menurut statistik yang dibuat pabrik ban Pirelli yang dilansir AFP tersebut, overtaking paling sedikit terjadi pada jalur sempit berkelok pada GP Monaco. Saat itu, hanya 12 mobil yang berhasil mengambil alih posisi lawannya.
Sementara aksi overtaking paling banyak terjadi pada seri terakhir di GP Brasil. Pada momentum tersebut terjadi 147 pertukaran posisi, termasuk overtaking Sebastian Vettel terhadap pembalap Toro Rosso Jean-Eric Vergne yang sempatkan dipersoalkan tim Ferrari karena dianggap ilegal. Ferrari bahkan menulis protes resmi kepada Federasi Otomotif Dunia (FIA) untuk dilakukan penyelidikan terhadap tindakan Vettel yang menjadi juara dunia kali ketiga sekalipun finis keenam di Brasil.
Jika saat itu terbukti bersalah, gelar juara dunia Vettel itu pasti akan dicopot. Namun, ternyata FIA tidak melihat overtaking pembalap Red Bull Racing itu sebagai tindakan ilegal sehingga Vettel tetap menjadi juara dunia F1 musim 2012. Yang jelas, aksi-aksi overtaking memang begitu dominan sepanjang balapan musim 2012.
Bahkan, rekor penyalipan di lintasan kering terbanyak terjadi pada GP China, yakni sampai 90 kali. Ketika itu,pembalap Mercedes asal Jerman Nico Rosberg tampil luar biasa dengan merebut pole position sebelum akhirnya menjadi juara GP China. Selain overtaking, momentum pitstop juga mewarnai perhelatan balapan F1 musim ini. Dari 957 piststop yang terjadi sebagian besar memang pergantian ban.
Yang menarik, dari total itu, hujan saat GP Malaysia menyebabkan terjadinya pitstop terbanyak, yakni 76 kali atau 3% per pengemudi dan pitstop tercepat dilakukan Jenson Button yang keluar dari area itu setelah 2,31 detik di GP Jerman. Ban kering membuat pembalap dapat melaju 180 km dengan kecepatan rata-rata 346 km per jam sedangkan di lintasan basah 140 km.
Mengomentari hasil statistik yang melansir rekor overtaking dan pitstop tersebut, Vettel menyebut bahwa hal itu wajar terjadi karena persaingan musim 2012 sangat ketat. Apalagi,faktanya,sampai tujuh seri pertama musim 2012 memang muncul tujuh pembalap berbeda yang menjadi juara.Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan musim 2012.
"Saya sangat beruntung bisa menjadi juara dunia di tengah persaingan yang begitu ketat sepanjang musim 2012. Itu menjadi pelajaran berharga bagi saya menghadapi persaingan musim 2013,"kata Vettel, dilansir Daily Record.
(wir)