Inilah sepenggal kisah memilukan sebelum Diego Mendieta meninggal
Kamis, 06 Desember 2012 - 17:52 WIB
Inilah sepenggal kisah memilukan sebelum Diego Mendieta meninggal
A
A
A
Sindonews.com - Kisah tragis mantan pemain asing Persis Solo versi PT Liga Indonesia, Diego Mendieta, yang meninggal secara merana terkuak. Dede Pranata, salah satu penggawa tim PSMS Medan versi Benny Haryanto Sihotang, menceritakan bagaimana penderitaan yang dialami Mendieta semasa hidup.
"Pemain asing di Persis tidak tinggal di mes. Diego memilih tinggal di tempat kos-kosan yang setahu saya saat itu belum dibayarkan dua bulan. Dia dan pemain lain termasuk saya juga setelah kompetisi Juni lalu, selama empat bulan, gaji kami belum dibayar," ujar kiper PSMS itu.
Menurut Dede, sosok Mendieta adalah ayah yang harus meninggalkan tiga anaknya di Paraguay karena harus mencari nafkah ke negeri orang. Kepada dirinya, mendiang Mendieta pernah mengeluhkan sakit di kepalanya. "Dia tanya aku seperti apa rasanya sakit tipus, karena sebelumnya aku juga pernah kena tipus. Dan dia bilang kepalanya juga sakit. Memang penyakitnya mirip gejala yang kurasakan," Dede menceritakan.
Tiga hari sebelum meninggal, Dede sempat menelepon Mendieta ke telepon seluler miliknya. "Aku telepon dia untuk menanyakan kabar. Katanya, dokter mendiagnosis Demam Berdarah Dengue (DBD). Jam 9 malam sebelum meninggal, saya menerima pesan dari Pasoepati (klub suporter Persis Solo), bahwa dia dirawat di ICU. Pasoepati suruh kami broadcast ke rekan-rekan lain, besoknya sudah meninggal (Selasa 4/12).
"Pemain asing di Persis tidak tinggal di mes. Diego memilih tinggal di tempat kos-kosan yang setahu saya saat itu belum dibayarkan dua bulan. Dia dan pemain lain termasuk saya juga setelah kompetisi Juni lalu, selama empat bulan, gaji kami belum dibayar," ujar kiper PSMS itu.
Menurut Dede, sosok Mendieta adalah ayah yang harus meninggalkan tiga anaknya di Paraguay karena harus mencari nafkah ke negeri orang. Kepada dirinya, mendiang Mendieta pernah mengeluhkan sakit di kepalanya. "Dia tanya aku seperti apa rasanya sakit tipus, karena sebelumnya aku juga pernah kena tipus. Dan dia bilang kepalanya juga sakit. Memang penyakitnya mirip gejala yang kurasakan," Dede menceritakan.
Tiga hari sebelum meninggal, Dede sempat menelepon Mendieta ke telepon seluler miliknya. "Aku telepon dia untuk menanyakan kabar. Katanya, dokter mendiagnosis Demam Berdarah Dengue (DBD). Jam 9 malam sebelum meninggal, saya menerima pesan dari Pasoepati (klub suporter Persis Solo), bahwa dia dirawat di ICU. Pasoepati suruh kami broadcast ke rekan-rekan lain, besoknya sudah meninggal (Selasa 4/12).
(aww)