PSSI: Mendieta di luar tanggung jawab kami
Kamis, 06 Desember 2012 - 19:52 WIB
PSSI: Mendieta di luar tanggung jawab kami
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komite Eksekutif PSSI, Bob Hippy, mengatakan meninggalnya pemain Persis Solo versi PT Liga Indonesia, Diego Antonio Mendieta Romero adalah tanggung jawab pihak klub atau wali kota Solo. Menurutnya, mereka harus benar-benar komitmen menyelesaikan permasalahan ini hingga tuntas.
"Lho, jangan tanyakan permasalahan ini ke PSSI, Mas. Harusnya meminta konfirmasi ini ke wali kota Solo atau pihak klub. Karena, mereka yang bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Diego Mendieta," kata Bob Hippy ketika dihubungi Sindonews.com, Kamis (6/12/2012).
Kendati demikian, PSSI tetap membantu proses pemulangan pemain tersebut dengan menghubungi Kedutaan Besar Paraguay. "Sejauh ini PSSI sudah berusaha menghubungi Kedutaan Paraguay untuk menanyakan rencana pemulangan jenazah dan akan dilakukan di mana pemakamannya. Apakah di sini atau di sana?."
Ketika ditanya kenapa PSSI seolah-olah lepas tangan adanya kejadian ini, Hippy mengatakan, "Kejadian ini di luar tanggung jawab kami (PSSI). Pasalnya, klub yang mengalami masalah tersebut berada di ISL (Indonesia Super League)."
"Kami (PSSI) sudah capek, meminta ISL untuk kembali menyatu. Tapi, mereka yang mau pecah jadi saya bisa berbuat apa," imbuhnya.
"Lho, jangan tanyakan permasalahan ini ke PSSI, Mas. Harusnya meminta konfirmasi ini ke wali kota Solo atau pihak klub. Karena, mereka yang bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Diego Mendieta," kata Bob Hippy ketika dihubungi Sindonews.com, Kamis (6/12/2012).
Kendati demikian, PSSI tetap membantu proses pemulangan pemain tersebut dengan menghubungi Kedutaan Besar Paraguay. "Sejauh ini PSSI sudah berusaha menghubungi Kedutaan Paraguay untuk menanyakan rencana pemulangan jenazah dan akan dilakukan di mana pemakamannya. Apakah di sini atau di sana?."
Ketika ditanya kenapa PSSI seolah-olah lepas tangan adanya kejadian ini, Hippy mengatakan, "Kejadian ini di luar tanggung jawab kami (PSSI). Pasalnya, klub yang mengalami masalah tersebut berada di ISL (Indonesia Super League)."
"Kami (PSSI) sudah capek, meminta ISL untuk kembali menyatu. Tapi, mereka yang mau pecah jadi saya bisa berbuat apa," imbuhnya.
(aww)