Tragedi Mendieta memperburuk citra sepak bola Indonesia
Kamis, 06 Desember 2012 - 21:13 WIB
Tragedi Mendieta memperburuk citra sepak bola Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi X DPR, Dedi ''Miing'' Gumelar mengatakan tidak ingin terjebak dengan pemberitaan kematian tragis Diego Antonio Mendieta Romero. Menurutnya, kejadian ini jelas bahwa pihak klub kurang beres dalam menangani segala permasalahan, sehingga muncul insiden tragis seperti ini.
Dedi Gumelar yang sebelum menjadi anggota DPR sering disapa Miing itu menuturkan, sebenarnya permasalahan tersebut tidak terlalu menggemparkan, jika klub bisa melunasi pembayaran gaji si pemain selama empat bulan. "Terus terang saya tidak ingin terjebak dengan masalah kematian ini. Tapi, saya hanya mau berkomentar bahwa kejadian itu merupakan kesalahan internal klub yang tidak beres," jelasnya ketika dihubungi Sindonews.com, Kamis (6/12/2012).
Sebelumnya, mantan Ketua Umum Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo memastikan sudah melunasi tagihan RS Diego. Rudy yang kini menjadi wali kota Solo itu rela menyisihkan uang pribadinya sebagai bentuk kepedulian. Namun, anggota dari fraksi PDI-P ini menilai bahwa pemain harus mendapatkan gajinya, jika mereka meninggal.
"Pada akhirnya seperti itu bahwa jika pemain ingin mendapatkan gajinya harus meninggal terlebih dahulu. Ini kan jadi image sepak bola tanah air semakin buruk, terutama dengan adanya kejadian ini yang menimpa pemain asing."
"Karena itu, saya hanya meminta kepada para media jangan terlalu memberitakan permasalahan ini secara berlebihan. Sebab, ini akan memperburuk sepak bola Indonesia di mata dunia. Ini yang seharusnya kita jaga," tutup Dedi Gumelar.
Dedi Gumelar yang sebelum menjadi anggota DPR sering disapa Miing itu menuturkan, sebenarnya permasalahan tersebut tidak terlalu menggemparkan, jika klub bisa melunasi pembayaran gaji si pemain selama empat bulan. "Terus terang saya tidak ingin terjebak dengan masalah kematian ini. Tapi, saya hanya mau berkomentar bahwa kejadian itu merupakan kesalahan internal klub yang tidak beres," jelasnya ketika dihubungi Sindonews.com, Kamis (6/12/2012).
Sebelumnya, mantan Ketua Umum Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo memastikan sudah melunasi tagihan RS Diego. Rudy yang kini menjadi wali kota Solo itu rela menyisihkan uang pribadinya sebagai bentuk kepedulian. Namun, anggota dari fraksi PDI-P ini menilai bahwa pemain harus mendapatkan gajinya, jika mereka meninggal.
"Pada akhirnya seperti itu bahwa jika pemain ingin mendapatkan gajinya harus meninggal terlebih dahulu. Ini kan jadi image sepak bola tanah air semakin buruk, terutama dengan adanya kejadian ini yang menimpa pemain asing."
"Karena itu, saya hanya meminta kepada para media jangan terlalu memberitakan permasalahan ini secara berlebihan. Sebab, ini akan memperburuk sepak bola Indonesia di mata dunia. Ini yang seharusnya kita jaga," tutup Dedi Gumelar.
(aww)