Hasil KLB PSSI: JC dibubarkan, MoU dibatalkan
Senin, 10 Desember 2012 - 13:22 WIB
Hasil KLB PSSI: JC dibubarkan, MoU dibatalkan
A
A
A
Sindonews.com - Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang digelar di Hotel Aquarius, Palangkaraya, telah dinyatakan selesai. Dalam rapat yang digelar di lobi hotel ini, PSSI menyatakan bahwa Joint Committee (JC), telah gagal mencapai kesepakatan-kesepakatan seperti yang diminta oleh AFC maupun FIFA dari awal.
"Setelah melihat perjalanan JC, setelah mengevaluasi, membaca, mempelajari, maupun membahas surat-surat AFC, maka Komite Eksekutif menyatakan JC telah gagal,"ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz, seperti dilansir situs resmi Liga Primer Indonesia, Senin (10/12).
Salah satu kegagalan JC adalah menghentikan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) melakukan pelanggaran secara berulang-ulang atas statuta PSSI, AFC, maupun FIFA. "Selain itu, JC juga gagal menghentikan KPSI membentuk apa yang mereka akui sebagai timnas tandingan. Mereka juga gagal menghentikan KPSI yang menghalangi beberapa pemain untuk bergabung dalam timnas di bawah yurisdiksi PSSI,"tambahnya.
Selain itu, PSSI juga membatalkan Nota Kesepahaman (MOU) yang mereka tandatangani dengan KPSI di hadapan AFC. Sama seperti JC, MoU juga dinilai gagal dalam menyelesaikan masalah.
"Kita juga sudah menyaksikan pelanggaran serius dalam penyelenggaraan kongres maupun rencana kongres, pemalsukan logo dan kop surat PSSI dalam mengundang peserta kongres. Ini beberapa contoh pelanggaran yang tak mampu dihentikan dalam MoU,"jelas Halim.
Dengan kegagalan JC dan MoU, kata Halim, Komite Eksekutif PSSI hanya akan menaati statuta FIFA. Hal ini berdasarkan surat FIFA tanggal 9 Oktober 2012 yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Valcke.
“Dan pelanggaran untuk tidak mengikuti Statuta FIFA akan dijatuhkan sanksi,” jelasnya.
KLB sendiri dihadiri oleh tiga utusan FIFA dan AFC. Mereka adalah adalah Marco Leal (AFC), James Kitching dan Jeysing Muthiah (FIFA). Mereka yang bertindak sebagai observer akan melaporkan proses dan hasil KLB ke rapat Komite Eksekutif FIFA yang akan berlangsung 14 Desember mendatang di Jepang.
Jika melihat kondisi seperti ini, besar kemungkinan FIFA akan memberikan sanksi kepada Indonesia. Sebab, KPSI juga diberitakan telah menggelar kongres sendiri.
"Setelah melihat perjalanan JC, setelah mengevaluasi, membaca, mempelajari, maupun membahas surat-surat AFC, maka Komite Eksekutif menyatakan JC telah gagal,"ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz, seperti dilansir situs resmi Liga Primer Indonesia, Senin (10/12).
Salah satu kegagalan JC adalah menghentikan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) melakukan pelanggaran secara berulang-ulang atas statuta PSSI, AFC, maupun FIFA. "Selain itu, JC juga gagal menghentikan KPSI membentuk apa yang mereka akui sebagai timnas tandingan. Mereka juga gagal menghentikan KPSI yang menghalangi beberapa pemain untuk bergabung dalam timnas di bawah yurisdiksi PSSI,"tambahnya.
Selain itu, PSSI juga membatalkan Nota Kesepahaman (MOU) yang mereka tandatangani dengan KPSI di hadapan AFC. Sama seperti JC, MoU juga dinilai gagal dalam menyelesaikan masalah.
"Kita juga sudah menyaksikan pelanggaran serius dalam penyelenggaraan kongres maupun rencana kongres, pemalsukan logo dan kop surat PSSI dalam mengundang peserta kongres. Ini beberapa contoh pelanggaran yang tak mampu dihentikan dalam MoU,"jelas Halim.
Dengan kegagalan JC dan MoU, kata Halim, Komite Eksekutif PSSI hanya akan menaati statuta FIFA. Hal ini berdasarkan surat FIFA tanggal 9 Oktober 2012 yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Valcke.
“Dan pelanggaran untuk tidak mengikuti Statuta FIFA akan dijatuhkan sanksi,” jelasnya.
KLB sendiri dihadiri oleh tiga utusan FIFA dan AFC. Mereka adalah adalah Marco Leal (AFC), James Kitching dan Jeysing Muthiah (FIFA). Mereka yang bertindak sebagai observer akan melaporkan proses dan hasil KLB ke rapat Komite Eksekutif FIFA yang akan berlangsung 14 Desember mendatang di Jepang.
Jika melihat kondisi seperti ini, besar kemungkinan FIFA akan memberikan sanksi kepada Indonesia. Sebab, KPSI juga diberitakan telah menggelar kongres sendiri.
(wir)