Bermain membosankan, Persela bekuk Persidafon

Kamis, 14 Februari 2013 - 18:06 WIB
Bermain membosankan,...
Bermain membosankan, Persela bekuk Persidafon
A A A
Sindonews.com - Persela Lamongan bangkit dari keterpurukan. Tampil di bawah form, Persela harus susah payah mengalahkan tamunya Persidafon Dafonsoro 2-0 di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (14/2).

Secara permainan Persela sejatinya belum layak bangga karena bermain dengan efektifitas dan organisasi yang masih sangat buruk. Rendahnya kualitas umpan, salah pengertian, ditambah buruknya pengambilan keputusan, menjadikan permainan Laskar Joko Tingkir membosankan. Paling mengkhawatirkan jelas mandulnya duo penyerang, yakni Mario Costas dan Samsul Arif.

Gol kemenangan yang diciptakan Roman Golian menit 85 sejatinya tidak mewakili permainan bagus. Roman memanfaatkan sepak pojok Inkyun Oh saat berdiri tak terkawal. Sedangkan gol Zaenal Arifin di menit ke-90 lebih disebabkan karena kubu Persidafon kehilangan selera bertanding setelah kebobolan gol pertama.

Persela yang mengawali pertandingan dengan spirit tinggi, menurun drastis dan kesulitan mendapatkan ruang di pertahanan tim tamu. Ujungnya, peluang hanya diperoleh melalui tendangan spekulatif dari kotak pinalti. Peluang terbaik dibuka Gustavo Lopez saat tendangannya membentur mistar gawang.

Selain itu, upaya yang dilakukan anak-anak Lamongan sekadar nyaris dan membuat ribuan LA Mania menahan nafas. Malah Persela sempat nyaris kecolongan kala kiper Khoirul Huda dua kali melakukan blunder. Dia sungguh beruntung blundernya tak berujung bencana bagi Persela.

Persela pantas berterimakasih pada Roman Golian yang memecah kebuntuan pada lima manit sebelum bubaran. Gol ini sekaligus menghapus kesialan Roman yang sebelumnya dua kali meleset saat mendapat peluang bersih di depan gawang Persidafon. Hasil ini cukup membuat Pelatih Persela Gomes de Oliviera sumringah.

"Perjuangan pemain luar biasa. Kami bermain kurang bagus karena penuh tekanan, terutama di daerah pertahanan Persidafon. Kalah di tiga pertandingan sebelumnya bukan situasi yang mudah. Tapi kami tidak menyerah dan terus menekan hingga tercipta gol di menit akhir. Saya senang akhirnya bisa kembali memenangkan pertandingan," tutur Pelatih Persela Gomes de Oliviera.

Gomes juga mengakui Persidafon sangat rapi dalam bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik. Sempitnya ruang di pertahanan tim berjuluk Gabus Sentani diakuinya sulit untuk melakukan pergerakan secara efektif melalui umpan terobosan. "Persidafon lawan yang sulit. Kami beruntung karena sabar dan bisa memecah kebuntuan," tukas Gomes.

Pelatih Persidafon Erenst Pahelerang sangat menyesali kerja keras sepanjang pertandingan akhirnya terhapus di lima menit terakhir. Alih-alih ingin membawa pulang satu angka dari Lamongan, timnya harus runtuh di penghujung laga. Dia menyebut itu akibat pemainnya menganggap pertandingan sudah berakhir.

"Kami telanjur menganggap pertandingan sudah selesai. Padahal dalam lima menit semuanya bisa terjadi. Begitulah kenyataannya, Persela menciptakan dua gol di menit akhir dan kerja keras kami sepanjang pertandingan menjadi sia-sia. Pemain kami 90% masih muda, jadi itu wajar. Selamat untuk Persela," cetus Erenst yang gagal total di empat laga kontra klub Jawa Timur di awal ISL musim ini.
(aww)
Berita Terkait
Tren Olahraga Indonesia...
Tren Olahraga Indonesia Meningkat, Se’Indonesia Gandeng Dua Raksasa Super League
Abaikan Protes, Juventus...
Abaikan Protes, Juventus Ngotot di Liga Super Eropa
Jadwal Super League...
Jadwal Super League Dipastikan Tidak Berbenturan dengan Agenda Timnas Indonesia Senior
5 Pemain Timnas Naturalisasi...
5 Pemain Timnas Naturalisasi Indonesia yang Banting Setir Main di Super League
Arsenal Dukung European...
Arsenal Dukung European Super League, Arteta Kumpulkan Informasi
European Super League...
European Super League Demi Menyelamatkan Sepak Bola, Ini Alasan Florentino Perez
Berita Terkini
Lamine Yamal Ungkap...
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
12 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
13 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
15 jam yang lalu
Jadwal Timnas Indonesia...
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Garuda Akhiri Penantian Gelar Perdana
17 jam yang lalu
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
18 jam yang lalu
Infografis
Lima Pemain Andalan...
Lima Pemain Andalan Timnas Maroko yang Bermain di Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved