Pembangunan Sirkuit GP Bahrain kental pelanggaran HAM

Rabu, 17 April 2013 - 10:43 WIB
Pembangunan Sirkuit...
Pembangunan Sirkuit GP Bahrain kental pelanggaran HAM
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Bahrain yakin penyelenggaraan Formula 1 musim 2013 Grand Prix Bahrain tidak akan terganggu dengan aksi protes massa. Bahkan Bos Formula One, Bernie Ecclestone yakin akan berjalan sukses.

GP Bahrain sempat terhenti tahun lalu setelah aksi protes yang menuntut diberlakukannya pemerintahan yang lebih demokratis berujung pada tewasnya 35 orang warga sipil.Bahkan pihak Federasi Otomotif Internasional, FIA sejauh ini juga belum berkeinginan untuk menghentikan balapan itu.

Grand Prix Bahrain dijadwalkan akan berlangsung Minggu, 21 April akhir pekan ini. Namun, protes serta reaksi negatif warga Bahrain terhadap penyelenggaraan F1 justru semakin gencar. Banyak hal yang melatarbelakangi tuntutan boikot F1 di Bahrain.

Dilansir dari situs independent.co, Selasa (16/4), saat sirkuit dibangun ratusan warga desa menjadi korban akibat kuasa kapitalis. Mereka juga diserang bahkan dilukai oleh Kepolisian Bahrain saat mencoba mempertahankan desanya. Lebih parah lagi, penyerangan yang dilakukan polisi tersebut juga menggunakan bom serta gas air mata.

"Tidak hanya itu, hingga saat ini kepolisian Bahrain masih melakukan pengamanan di pemukiman dekat area sirkuit yang menciptakan rasa takut," ujar Yousif Al Muhafda, juru bicara Bahrain Center of Human Rights.

Kondisi ini juga ditanggapi oleh mantan juara dunia F1, Damon Hill. "Kami ingin menikmati F1, banyak hal positif yang bisa diambil dari balapan tersebut. Tapi berhentilah menyerang sesama. Saya tidak akan berangkat ke Bahrain jika warga Bahrain masih diperlakukan dengan buruk."

Sementara itu, isu pelanggaran HAM ini juga membuat beberapa sponsor menarik kembali kerjasama mereka. Vodafone misalnya, mereka mencabut kembali sponsorship GP Bahrain setelah mengetahui apa yang terjadi.

Pada dasarnya tentu sangat disayangkan jika dibalik megahnya gelaran F1, ratusan orang harus menjadi tumbal dan diperlakukan tidak layak.
(wbs)
Berita Terkait
Perebutan Juara Dunia...
Perebutan Juara Dunia Formula 1 Masih Tetap Panas
F1 Batalkan Seluruh...
F1 Batalkan Seluruh Race di Luar Eropa, Publik Brasil Kecewa
Penonton Bisa Hadir...
Penonton Bisa Hadir di GP Portugal
Akhir Pahit Pengabdian...
Akhir Pahit Pengabdian Grosjean di Haas
Formula One Belum Mulai,...
Formula One Belum Mulai, Ferrari Sudah Angkat Bendera Putih
Belum Ada Keputusan,...
Belum Ada Keputusan, GP Kanada Masih Diragukan Gelar Formula One
Berita Terkini
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
WasitResmi Piala Dunia...
WasitResmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
2 jam yang lalu
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
3 jam yang lalu
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
5 jam yang lalu
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
13 jam yang lalu
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
14 jam yang lalu
Infografis
Erik ten Hag Dipecat...
Erik ten Hag Dipecat Usai Manchester United Dihajar West Ham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved