Djokovic anggap Gencic, ibu kedua
Selasa, 04 Juni 2013 - 00:54 WIB
Djokovic anggap Gencic, ibu kedua
A
A
A
Sindonews.com - Novak Djokovic sedang dirundung kesedihan yang mendalam ketika mengetahui mantan pelatih pertamanya, Jelena Gencic meninggal dunia di usia ke-76 pada Sabtu (1/5) lalu. Meskipun tidak akan pernah mendengar sarannya lagi, namun petenis yang kini menduduki peringkat teratas di dunia itu percaya semangat Gencic yang dianggap sebagai ibu keduanya, akan selalu bersamanya di setiap pertandingan.
Hal itu terbukti saat dirinya menyingkirkan wakil Jerman, Philipp Kohlschreiber di babak keempat untuk melaju ke perempat final Prancis Terbuka. "Gencic adalah pelatih pertama saya, namun ia seperti ibu kedua saya," jelas Djokovic dalam sebuah konferensi pers seperti dilansir Super Sport, Selasa (4/6/2013).
"Jelas kami sangat dekat satu sama lain. Gencic selalu mengajarkan saya banyak hal yang kini saya terapkan dalam olahraga ini dan bisa dikatakan bagian dari karakter permainan saya hari ini," sambungnya.
Ini kedua kalinya Djokovic kehilangan sosok yang dikasihinya. Pasalnya, tahun lalu, ia juga kehilangan sosok yang dikasihinya (kakek) tepat pada April 2012. Ia mengaku, peristiwa seperti ini akan sulit untuk membangun kembali kepercayaan diri. Kini yang harus dilakukan adalah tetap pada fokus dan tetap mengenang semua hal terindah sepanjang hidup dengan orang yang dikasihinya.
"Saya membutuhkan waktu yang lama untuk bangkit dari keterpurukan setelah mendengar kabar meninggalnya kakek. Jelas, itu sangat emosional bagi saya. Tahun ini, sekali lagi saya kehilangan orang yang sangat dekat dengan kehidupan saya. Tapi sekarang saya jauh lebih baik, dan mencoba untuk tetap fokus pada pikiran saya tentang kenangan yang pernah saya rasakan dengan kedua orang tersebut," tutupnya.
Hal itu terbukti saat dirinya menyingkirkan wakil Jerman, Philipp Kohlschreiber di babak keempat untuk melaju ke perempat final Prancis Terbuka. "Gencic adalah pelatih pertama saya, namun ia seperti ibu kedua saya," jelas Djokovic dalam sebuah konferensi pers seperti dilansir Super Sport, Selasa (4/6/2013).
"Jelas kami sangat dekat satu sama lain. Gencic selalu mengajarkan saya banyak hal yang kini saya terapkan dalam olahraga ini dan bisa dikatakan bagian dari karakter permainan saya hari ini," sambungnya.
Ini kedua kalinya Djokovic kehilangan sosok yang dikasihinya. Pasalnya, tahun lalu, ia juga kehilangan sosok yang dikasihinya (kakek) tepat pada April 2012. Ia mengaku, peristiwa seperti ini akan sulit untuk membangun kembali kepercayaan diri. Kini yang harus dilakukan adalah tetap pada fokus dan tetap mengenang semua hal terindah sepanjang hidup dengan orang yang dikasihinya.
"Saya membutuhkan waktu yang lama untuk bangkit dari keterpurukan setelah mendengar kabar meninggalnya kakek. Jelas, itu sangat emosional bagi saya. Tahun ini, sekali lagi saya kehilangan orang yang sangat dekat dengan kehidupan saya. Tapi sekarang saya jauh lebih baik, dan mencoba untuk tetap fokus pada pikiran saya tentang kenangan yang pernah saya rasakan dengan kedua orang tersebut," tutupnya.
(wbs)