Murray dedikasikan kemenangan kepada pelatih
Senin, 08 Juli 2013 - 08:56 WIB
Murray dedikasikan kemenangan kepada pelatih
A
A
A
Sindonews.com - Kemenangan bersejarah Andy Murray meraih juara Wimbledon 2013 atas Novak Djokovic, ia dedikasikan kepada sang pelatih, Ivan Lendl. Petenis putra terbaik Inggris tersebut menang atas Novak Djokovic di partai puncak dengan skor 6-4, 7-5, dan 6-4, Minggu (7/7) malam WIB.
Dengan kemenangan ini, Murray mengklaim sebagai petenis Inggris Raya pertama yang memenangi Wimbledon sejak Fred Perry meraihnya 77 tahun lalu. Kendati Lendl selalu menjadi semifinalis sebanyak empat kali di turnamen Grand Slam bergengsi ini, namun Murray tetap percaya bahwa sang pelatih selalu memberikan dedikasinya kepada anak asuhnya tersebut.
"Lendl selalu mengatakan kepada saya bahwa ia bangga padaku, yang jelas dia sangat berarti dalam karirku. Selama ini, Lendl tidak pernah tersenyum di depan umum terlalu banyak, tapi ketika dia jauh dari keramaian dan sorotan kamera, dia adalah karakter yang sangat berbeda," ungkap Murray yang mendedikasikan kemenangan ini kepada Lendl dilansir Super Sport, Senin (8/7/2013).
"Saya hanya berpikir bagaimana mendedikasikan kemenangan ini untuk Lendl dan saya pikir ini adalah hal terbaik berikutnya untuk dia. Saya katakan serius. Dia percaya pada saya ketika banyak orang yang tidak percaya. Ia tetap bersama saya meskipun harus menelan kekalahan yang menyakitkan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan ia sudah sangat sabar dengan saya dan saya senang berhasil melakukan hal ini untuk dia," tambahnya.
Petenis berusia 26 tahun tersebut menambahkan, kehadiran Lendl telah membantu mendewasakan dia baik di dalam lapangan maupun di luar. Bahkan pelatih asal Republik Ceko tersebut selalu mengatakan terus melakukan permainan yang mengesankan ketimbang melakukan perbaikan besar-besaran.
Selama ditangani Lendl, Murray sudah menyabet tiga gelar bergengsi yakni meraih medali emas di Olimpiade London 2012, Juara AS Terbuka dan Wimbledon 2013.
"Lendl memberikan pelajaran yang banyak kepada saya dan ia selalu mengungkapkan kepada saya apa yang ia inginkan untuk merubah penampilan saya. Jelas, dalam olahraga tenis ini tidak mudah untuk dilakukan apalagi kita sebagai seorang pemain. Tapi ia selalu membimbing saya untuk menjadi pemain yang memiliki rasa tanggungjawab," tutupnya.
Dengan kemenangan ini, Murray mengklaim sebagai petenis Inggris Raya pertama yang memenangi Wimbledon sejak Fred Perry meraihnya 77 tahun lalu. Kendati Lendl selalu menjadi semifinalis sebanyak empat kali di turnamen Grand Slam bergengsi ini, namun Murray tetap percaya bahwa sang pelatih selalu memberikan dedikasinya kepada anak asuhnya tersebut.
"Lendl selalu mengatakan kepada saya bahwa ia bangga padaku, yang jelas dia sangat berarti dalam karirku. Selama ini, Lendl tidak pernah tersenyum di depan umum terlalu banyak, tapi ketika dia jauh dari keramaian dan sorotan kamera, dia adalah karakter yang sangat berbeda," ungkap Murray yang mendedikasikan kemenangan ini kepada Lendl dilansir Super Sport, Senin (8/7/2013).
"Saya hanya berpikir bagaimana mendedikasikan kemenangan ini untuk Lendl dan saya pikir ini adalah hal terbaik berikutnya untuk dia. Saya katakan serius. Dia percaya pada saya ketika banyak orang yang tidak percaya. Ia tetap bersama saya meskipun harus menelan kekalahan yang menyakitkan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan ia sudah sangat sabar dengan saya dan saya senang berhasil melakukan hal ini untuk dia," tambahnya.
Petenis berusia 26 tahun tersebut menambahkan, kehadiran Lendl telah membantu mendewasakan dia baik di dalam lapangan maupun di luar. Bahkan pelatih asal Republik Ceko tersebut selalu mengatakan terus melakukan permainan yang mengesankan ketimbang melakukan perbaikan besar-besaran.
Selama ditangani Lendl, Murray sudah menyabet tiga gelar bergengsi yakni meraih medali emas di Olimpiade London 2012, Juara AS Terbuka dan Wimbledon 2013.
"Lendl memberikan pelajaran yang banyak kepada saya dan ia selalu mengungkapkan kepada saya apa yang ia inginkan untuk merubah penampilan saya. Jelas, dalam olahraga tenis ini tidak mudah untuk dilakukan apalagi kita sebagai seorang pemain. Tapi ia selalu membimbing saya untuk menjadi pemain yang memiliki rasa tanggungjawab," tutupnya.
(nug)