Wartawan F1 sebut FIA batasi tugas media
Kamis, 11 Juli 2013 - 23:17 WIB
Wartawan F1 sebut FIA batasi tugas media
A
A
A
Sindonews.com - Reporter salah satu media di Amerika Serikat (NBC), Will Buxton mengatakan perubahan yang telah dibuat oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA), justru memberikan keadaan yang lebih sulit bagi para media yang melakukan peliputan balapan F1 musim ini.
Pasalnya, kata dia, perubahan ini akan memberikan dampak yang luas bukan saja bagi tim F1, melainkan para pecinta balapan ini yang menyaksikan balapan lewat tayangan televisi.
"Jelas tugas yang kami lakukan ini penuh dengan risiko ketika memasuki area pitlane. Karena kami mengabadikan gambar dengan sangat dekat, semoga ini bisa ditinjau kembali. Selama ini kami tidak mendapatkan akses yang baik untuk mengumpulkan informasi selama para pembalap menjalani sesil latihan bebas hingga kualifikasi. Jadi ini sangat tergantung bagaimana media mengemas suatu peristiwa di dalam garasi tim F1," tulis Buxton lewat akun twitternya dilansir Crash, Kamis (11/7/2013).
"Dengan keberadaan wartawan di sana, kami bisa memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada penggemar F1. Itu adalah tugas kami untuk memberikan sesuatu kepada mereka selama pembalap menjalani sesi latihan. Hal inilah yang membuat saya angkat bicara, karena penggemar merasa ada sesuatu yang hilang dalam olahraga balap ini. Demi semua orang, saya harap pernyataan ini bisa dijadikan solusi sementara," sambungnya.
Diketahui, dalam peraturan baru yang dibuat FIA menyatakan bahwa hanya personil tim dan marsekal yang diizinkan berada di pit selama kualifikasi dan balapan. Media terakreditasi akan terbatas pada dinding pit. Berdasarkan peraturan baru itu, FIA hanya mengizinkan anggota tim dan ‘marshals’ yang boleh beraksi di area pitstop saat kualifikasi dan balapan berlangsung.
Hal ini menyusul insiden yang menimpa Allen saat ban kanan yang digunakan Mark Webber terpental dan menghantam tubuh sang juru kamera tersebut. Atas kejadian ini, Allen pun harus mendapatkan perawatan akibat mengalami luka dan kini ia dirawat salah satu rumah sakit di Jerman. Sementara Red Bull didenda USD 38,650.
Pasalnya, kata dia, perubahan ini akan memberikan dampak yang luas bukan saja bagi tim F1, melainkan para pecinta balapan ini yang menyaksikan balapan lewat tayangan televisi.
"Jelas tugas yang kami lakukan ini penuh dengan risiko ketika memasuki area pitlane. Karena kami mengabadikan gambar dengan sangat dekat, semoga ini bisa ditinjau kembali. Selama ini kami tidak mendapatkan akses yang baik untuk mengumpulkan informasi selama para pembalap menjalani sesil latihan bebas hingga kualifikasi. Jadi ini sangat tergantung bagaimana media mengemas suatu peristiwa di dalam garasi tim F1," tulis Buxton lewat akun twitternya dilansir Crash, Kamis (11/7/2013).
"Dengan keberadaan wartawan di sana, kami bisa memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada penggemar F1. Itu adalah tugas kami untuk memberikan sesuatu kepada mereka selama pembalap menjalani sesi latihan. Hal inilah yang membuat saya angkat bicara, karena penggemar merasa ada sesuatu yang hilang dalam olahraga balap ini. Demi semua orang, saya harap pernyataan ini bisa dijadikan solusi sementara," sambungnya.
Diketahui, dalam peraturan baru yang dibuat FIA menyatakan bahwa hanya personil tim dan marsekal yang diizinkan berada di pit selama kualifikasi dan balapan. Media terakreditasi akan terbatas pada dinding pit. Berdasarkan peraturan baru itu, FIA hanya mengizinkan anggota tim dan ‘marshals’ yang boleh beraksi di area pitstop saat kualifikasi dan balapan berlangsung.
Hal ini menyusul insiden yang menimpa Allen saat ban kanan yang digunakan Mark Webber terpental dan menghantam tubuh sang juru kamera tersebut. Atas kejadian ini, Allen pun harus mendapatkan perawatan akibat mengalami luka dan kini ia dirawat salah satu rumah sakit di Jerman. Sementara Red Bull didenda USD 38,650.
(wir)