Legenda F1 sebut India bisa kehilangan citra
Sabtu, 10 Agustus 2013 - 18:11 WIB
Legenda F1 sebut India bisa kehilangan citra
A
A
A
Sindonews.com - Mantan pembalap Formula One (F1), Sir Jackie Stewart, menyalahkan keputusan pihak penyelenggara yang tidak mampu menempatkan Grand Prix India di kalender F1 tahun depan.
Sebelumnya, kepala Federasi Motorsport India, Vicky Chandhok mengatakan, GP India terpaksa batal digelar karena adanya perombakan segera dari kalender F1 untuk tahun depan. Namun, Chandok menambahkan, India menargetkan untuk kembali mengelar F1 pada tahun 2015 mendatang.
Kendati demikian, Menurut juara tiga kali F1, keputusan itu akan merusak citra India pada balapan jet darat ke depannya. Bahkan ia menyebut negara tersebut akan menyesal ketika memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak mereka.
"hal ini tentu bukan cara yang baik untuk menghentikan balapan di GP India pada tahun 2014. Ini bukan hal yang positif bagi citra India, Tapi karena saya tidak menyadari implikasi yang terlibat, sehingga tidak pantas bagi saya untuk berkomentar lebih jauh, "kata Stewart dilansir Crash, Sabtu (10/8/2013).
Sementara itu ada kabar yang menyebutkan bila tinggi pajak daerah ini menjadi salah satu masalah yang dihadapi. Hal itu disampaikan juru bicara pihak penyelenggara, Jaypee Askari Zaidi. Ia berharap semoga solusi bisa segera ditemukan.
Tapi Stewart mengatakan, seharusnya masalah ini perlu ditangani dengan segera. Agar tidak lagi terulang di beberapa tahun ke depan. "F1 sekarang salah satu olahraga terbesar di dunia, balapan itu juga hampir berjalan setiap dua minggu sekali dan banyak yang telah terlibat dalam acara seperti ini, salah satunya adalah bagaimana membangun mobil dengan kecepatan yang baik. Jadi, saya pikir hal itu akan berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi India untuk memiliki Grand Prix. Pasalnya, itu dapat menarik perhatian dunia setiap akhir pekannya," lanjutnya.
"Saya tidak tahu banyak tentang masalah pajak. Yang jelas F1 sejauh ini sudah berhasil menangani masalah ini di setiap negara seperti Hungaria, Korea, Singapura, Malaysia atau China. Ini adalah sesuatu yang harus pemerintah India lakukan," pungkasnya.
India pertama kali menjadi tuan rumah grand prix tahun 2011. Banyak keberhasilan yang diraih dengan membawa wisatawan asing, membuat mereka kembali pada tahun 2012.
Sebelumnya, kepala Federasi Motorsport India, Vicky Chandhok mengatakan, GP India terpaksa batal digelar karena adanya perombakan segera dari kalender F1 untuk tahun depan. Namun, Chandok menambahkan, India menargetkan untuk kembali mengelar F1 pada tahun 2015 mendatang.
Kendati demikian, Menurut juara tiga kali F1, keputusan itu akan merusak citra India pada balapan jet darat ke depannya. Bahkan ia menyebut negara tersebut akan menyesal ketika memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak mereka.
"hal ini tentu bukan cara yang baik untuk menghentikan balapan di GP India pada tahun 2014. Ini bukan hal yang positif bagi citra India, Tapi karena saya tidak menyadari implikasi yang terlibat, sehingga tidak pantas bagi saya untuk berkomentar lebih jauh, "kata Stewart dilansir Crash, Sabtu (10/8/2013).
Sementara itu ada kabar yang menyebutkan bila tinggi pajak daerah ini menjadi salah satu masalah yang dihadapi. Hal itu disampaikan juru bicara pihak penyelenggara, Jaypee Askari Zaidi. Ia berharap semoga solusi bisa segera ditemukan.
Tapi Stewart mengatakan, seharusnya masalah ini perlu ditangani dengan segera. Agar tidak lagi terulang di beberapa tahun ke depan. "F1 sekarang salah satu olahraga terbesar di dunia, balapan itu juga hampir berjalan setiap dua minggu sekali dan banyak yang telah terlibat dalam acara seperti ini, salah satunya adalah bagaimana membangun mobil dengan kecepatan yang baik. Jadi, saya pikir hal itu akan berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi India untuk memiliki Grand Prix. Pasalnya, itu dapat menarik perhatian dunia setiap akhir pekannya," lanjutnya.
"Saya tidak tahu banyak tentang masalah pajak. Yang jelas F1 sejauh ini sudah berhasil menangani masalah ini di setiap negara seperti Hungaria, Korea, Singapura, Malaysia atau China. Ini adalah sesuatu yang harus pemerintah India lakukan," pungkasnya.
India pertama kali menjadi tuan rumah grand prix tahun 2011. Banyak keberhasilan yang diraih dengan membawa wisatawan asing, membuat mereka kembali pada tahun 2012.
(nug)