Cuma tambah Ambrizal, SFC berharap tidak jadi lumbung gol
Kamis, 19 September 2013 - 17:12 WIB
Cuma tambah Ambrizal, SFC berharap tidak jadi lumbung gol
A
A
A
Sindonews.com - Kekuatan Sriwijaya FC (SFC) pada turnamen Menpora Cup 2013 jauh dari sempurna. Pasalnya, materi pemain yang dikirim ke ajang tersebut, didominasi pemain-pemain SFC U-21.
Di antara pemain senior ada Ponaryo Astaman, Rivky Mokodompit, dan Herman Dzumafo Epandi. Sedangkan untuk nama-nama Boakay Eddie Foday, Erick Weeks Lewis dan Lee Dong Won, mungkin sudah tak akan bergabung lagi. Tapi, Laskar Wong Kito mendapat satu suntikan tenaga lagi yakni Ambrizal, pemain yang pernah merumput di SFC.
Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin menuturkan, sesuai dengan arahan dari Presiden SFC Dodi Reza Alex, bahwa SFC akan bersikeras mengikuti Menpora Cup. Walau komposisi skuad saat ini terbilang tambal sulam namun, namun SFC akan bersaing dengan tim lain.
''Saya sudah berdialog dengan pak Dodi. Kami akan mengirimkan tim уang kami sebut SFC U-21 plus. Yakni pemain-pemain muda yang juara ISL U-21 kemarin, ditambah tiga pemain senior уang sudah menyatakan bersedia yakni Rivky, Dzumafo, dan Ponaryo” jelas Augie.
Selain itu, Augie mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan satu pemain senior lagi yang siap bergabung, selain Rivky, Dzumafo dan Ponaryo. Mantan pemain SFC musim 2007 lalu Ambrizal, sudah menyatakan kesiapannya utk memperkuat lini pertahanan SFC. ''Pak Robert (manajer) sudah ada kontak dengan Ambrizal dan dia (Ambrizal) sendiri telah menyatakan siap terbang untuk bergabung bersama pemain SFC lainnya,” ungkapnya.
Jika melihat dari materi yang ada, memang wajar saja kalau manajemen SFC tidak terlalu mematok target apa pun pada Menpora Cup nanti. Tapi Laskar Wong Kito juga harus siap-siap kehilangan muka, karena bisa saja SFC bakal menjadi lumbung gol bagi kontestan-kontestan lain yang berada satu grup dengan SFC.
Karena berkaca dari materi yang seperti ini dan mengacu pada hasil dua pertandingan tandang terakhir, yang dijalani Ponaryo Astaman dkk. Takluk 1-3 di kandang Persiba Balikpapan dan dibantai 1-6 di markas Barito Putra, menjadi acuan tim lain.
Hilangnya Erick Weeks, Boakay Eddie Foday dan cederanya Lee Dong Won, akan menjadi bencana bagi SFC. Caretaker SFC Subangkit pun mengakui kalau tanpa kehadiran trio asing itu, akan menjadikan kekuatan SFC semakin rentan.
''Ya, saat kami kalah dengan Barito, kami tidak tahu kalau Foday juga terakumulasi kartu kuning. Apalagi lini belakang pun sangat rentan karena hanya diisi oleh Lee (Dong Won) dan di tengah perjalanan pun Lee harus terpaksa ditarik keluar akibat cedera. Jadi saya harus dan terpaksa memaksimalkan Ponaryo jadi center bek,” katanya.
Mantan pelatih Persiwa Wamena inipun sangat sadar dengan kekuatan yang ada, dirinya diharuskan bermain maksimal di turnamen Menpora Cup. Kendati tanpa diberi target, namun Subangkit diwajibkan memberikan sesuatu yang bisa meyakinkan manajemen. Karena, jika Subangkit mampu memberikan hasil maksimal di ajang ini, akan membuka mata manajemen untuk mempermanenkan kontraknya bersama SFC untuk musim depan.
Di antara pemain senior ada Ponaryo Astaman, Rivky Mokodompit, dan Herman Dzumafo Epandi. Sedangkan untuk nama-nama Boakay Eddie Foday, Erick Weeks Lewis dan Lee Dong Won, mungkin sudah tak akan bergabung lagi. Tapi, Laskar Wong Kito mendapat satu suntikan tenaga lagi yakni Ambrizal, pemain yang pernah merumput di SFC.
Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin menuturkan, sesuai dengan arahan dari Presiden SFC Dodi Reza Alex, bahwa SFC akan bersikeras mengikuti Menpora Cup. Walau komposisi skuad saat ini terbilang tambal sulam namun, namun SFC akan bersaing dengan tim lain.
''Saya sudah berdialog dengan pak Dodi. Kami akan mengirimkan tim уang kami sebut SFC U-21 plus. Yakni pemain-pemain muda yang juara ISL U-21 kemarin, ditambah tiga pemain senior уang sudah menyatakan bersedia yakni Rivky, Dzumafo, dan Ponaryo” jelas Augie.
Selain itu, Augie mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan satu pemain senior lagi yang siap bergabung, selain Rivky, Dzumafo dan Ponaryo. Mantan pemain SFC musim 2007 lalu Ambrizal, sudah menyatakan kesiapannya utk memperkuat lini pertahanan SFC. ''Pak Robert (manajer) sudah ada kontak dengan Ambrizal dan dia (Ambrizal) sendiri telah menyatakan siap terbang untuk bergabung bersama pemain SFC lainnya,” ungkapnya.
Jika melihat dari materi yang ada, memang wajar saja kalau manajemen SFC tidak terlalu mematok target apa pun pada Menpora Cup nanti. Tapi Laskar Wong Kito juga harus siap-siap kehilangan muka, karena bisa saja SFC bakal menjadi lumbung gol bagi kontestan-kontestan lain yang berada satu grup dengan SFC.
Karena berkaca dari materi yang seperti ini dan mengacu pada hasil dua pertandingan tandang terakhir, yang dijalani Ponaryo Astaman dkk. Takluk 1-3 di kandang Persiba Balikpapan dan dibantai 1-6 di markas Barito Putra, menjadi acuan tim lain.
Hilangnya Erick Weeks, Boakay Eddie Foday dan cederanya Lee Dong Won, akan menjadi bencana bagi SFC. Caretaker SFC Subangkit pun mengakui kalau tanpa kehadiran trio asing itu, akan menjadikan kekuatan SFC semakin rentan.
''Ya, saat kami kalah dengan Barito, kami tidak tahu kalau Foday juga terakumulasi kartu kuning. Apalagi lini belakang pun sangat rentan karena hanya diisi oleh Lee (Dong Won) dan di tengah perjalanan pun Lee harus terpaksa ditarik keluar akibat cedera. Jadi saya harus dan terpaksa memaksimalkan Ponaryo jadi center bek,” katanya.
Mantan pelatih Persiwa Wamena inipun sangat sadar dengan kekuatan yang ada, dirinya diharuskan bermain maksimal di turnamen Menpora Cup. Kendati tanpa diberi target, namun Subangkit diwajibkan memberikan sesuatu yang bisa meyakinkan manajemen. Karena, jika Subangkit mampu memberikan hasil maksimal di ajang ini, akan membuka mata manajemen untuk mempermanenkan kontraknya bersama SFC untuk musim depan.
(aww)