Impian legenda F1 AS selalu bertepuk sebelah tangan

Rabu, 20 November 2013 - 06:03 WIB
Impian legenda F1 AS...
Impian legenda F1 AS selalu bertepuk sebelah tangan
A A A
Sindonews.com - Mantan pembalap Formula 1, Mario Andretti, memiliki harapan yang tinggi kepada cucunya untuk bisa menggeluti karir di dunia balap jet darat. Pembalap F1 paling sukses dari Amerika Serikat itu memiliki mimpi agar salah satu dari keturunannya bisa mengikuti jejak suksesnya di dunia F1.

Mario, yang awalnya merupakan warga Italia, merupakan pembalap AS terakhir yang berhasil merebut gelar juara dunia F1 pada 1978. Kakek berusia 73 tahun itu tak pernah berhenti berharap bahwa suatu saat nanti terdapat pembalap dari AS yang bisa meneladaninya.

Harapan pertama Mario melalui putranya, Michael Andretti, pun tidak membuatnya bahagia. Pasalnya, Michael hanya bertahan satu musim di ajang balap F1 yakni pada musim 1993. Kala itu, Michael menjadi mitra juara dunia tiga kali (almarhum) Ayrton Senna di tim McLaren.

Kepada Reuters, Mario sendiri sudah tidak memiliki minat untuk membangun sebuah tim F1, dia hanya ingin anak atau cucunya berlaga di dunia F1. Namun, impiannya untuk melihat sang cucu, Marco Andretti, yang saat ini mengikuti balapan IndyCar, untuk terlibat di dunia F1, bertepuk sebelah tangan. Sang cucu juga menolak dan tidak memiliki keinginan untuk mengendari jet darat.

"Saya tidak tertarik dalam menciptakan sebuah tim, satu-satunya hal yang menarik minat saya adalah melihat cucu saya Marco mendapatkan beberapa tes yang tepat dan mengevaluasinya," ujar Mario, seperti dikutip Reuters.

Upaya yang dilakukan Mario itu tak lain untuk menarik minat publik AS ke dalam F1. Pasalnya, sebelumnya, usaha untuk membentuk tim yang berbasis di AS dengan pabrik di Charlotte, North Carolina, tiga tahun lalu, gagal. Lalu belum ada pembalap AS di sirkuit F1, setelah Scott Speed meninggalkan F1 pada 2007, yang kemudian banting setir ke ajang Nascar.

Beranjak dari hal tersebut, Bernie Ecclestone pun mengungkapkan, jika ingin F1 tumbuh di AS, maka yang mereka butuhkan adalah mengembangkan pembalap dari AS yang bisa menonjol atau paling tidak bisa kompetitif.

"Hal itu sendiri bisa menarik, tapi saya setuju dengan Bernie, Anda tidak perlu harus memiliki tim tetapi jika Anda memiliki pembalap yang mewakili AS dengan tim teratas, itu akan membuat semua perbedaan di dunia sejauh menekan minat."
(nug)
Berita Terkait
Hasil Buruk Pengaruhi...
Hasil Buruk Pengaruhi Mental Stroll di Ajang Formula 1
Penonton Bisa Hadir...
Penonton Bisa Hadir di GP Portugal
Akhir Pahit Pengabdian...
Akhir Pahit Pengabdian Grosjean di Haas
F1 Batalkan Seluruh...
F1 Batalkan Seluruh Race di Luar Eropa, Publik Brasil Kecewa
Perebutan Juara Dunia...
Perebutan Juara Dunia Formula 1 Masih Tetap Panas
Teka-Teki Tandem Verstappen...
Teka-Teki Tandem Verstappen di Tim Red Bull Racing
Berita Terkini
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
1 jam yang lalu
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
2 jam yang lalu
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
2 jam yang lalu
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
3 jam yang lalu
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved