Alonso tak bergairah, Ferrari akui bersalah
Kamis, 21 November 2013 - 15:45 WIB
Alonso tak bergairah, Ferrari akui bersalah
A
A
A
Sindonews.com - Pembalap Ferrari Fernando Alonso mengaku pesimis bisa meraih podium di Formula One (F1) Grand Prix Brasil. Bahkan Alonso mengaku khawatir dominasi Red Bull akan berlanjut pada musim balap tahun depan.
Menanggapi hal itu Bos Ferrari Stefano Domenicalli menyadari kalau pembalapnya cukup frustasi karena tidak bisa bertarung dengan Vettel memperebutkan gelar juara dunia.
" Bagi saya, sangat vital untuk menyediakan mobil bagus untuk semua, karena kalau dia (Alonso) frustasi, kami juga frustasi," imbuh Domenicalli, seperti dilansir Crashnett.
" Kalau Anda tidak bisa memberikan mobil yang cukup kencang kepada pembalap yang berjuang mati-matian sampai saat terakhir, tentunya akan merasa bersalah."
Stefano memang mengakui timnya kurang mampu berkompetisi, utamanya sejak pertengahan musim. Tapi ia menekankan tidak akan menyerah sampai seri terakhir di Brazil.
" Sayangnya, kami tidak melakukan langkah apapun di paruh kedua musim sementara tim lain melakukannya. Seperti contoh, Mercedes, mungkin tidak melakukan langkah apapun, tetapi mereka lebih berkembang daripada kami, jadi terjadilah sesuatu sehingga kami harus mengantisipasi secepatnya," tambahnya.
Menanggapi hal itu Bos Ferrari Stefano Domenicalli menyadari kalau pembalapnya cukup frustasi karena tidak bisa bertarung dengan Vettel memperebutkan gelar juara dunia.
" Bagi saya, sangat vital untuk menyediakan mobil bagus untuk semua, karena kalau dia (Alonso) frustasi, kami juga frustasi," imbuh Domenicalli, seperti dilansir Crashnett.
" Kalau Anda tidak bisa memberikan mobil yang cukup kencang kepada pembalap yang berjuang mati-matian sampai saat terakhir, tentunya akan merasa bersalah."
Stefano memang mengakui timnya kurang mampu berkompetisi, utamanya sejak pertengahan musim. Tapi ia menekankan tidak akan menyerah sampai seri terakhir di Brazil.
" Sayangnya, kami tidak melakukan langkah apapun di paruh kedua musim sementara tim lain melakukannya. Seperti contoh, Mercedes, mungkin tidak melakukan langkah apapun, tetapi mereka lebih berkembang daripada kami, jadi terjadilah sesuatu sehingga kami harus mengantisipasi secepatnya," tambahnya.
(wbs)